Papa, I Need A Mama

Papa, I Need A Mama
Episode 23



Saat, makan malam bersama, Bisma dan Jihan masih bersikap biasa. Dia, menghibur Aqila, anak mereka . Setelah menikah, dan, melayani Bisma, Jihan memutuskan untuk menganggap Aqila sebagai putrinya sendiri. Selain itu, dia juga sangat menyayangi Aqila. Entah mengapa, gadis kecil itu begitu pintar merayunya, sehingga dia tidak bisa menolak untuk tidak menyayangi Aqila.


" Kamu mau kemana? "


" Mas, aku mau tidur di kamar Aqila ya, dia bilang ingin tidur denganku malam ini ! "


" Oh begitu, ya sudah silakan ! "


" Untuk menghindari Mas Bisma, aku lebih baik berpura-pura tidur bersama Aqila. Anak itu, pasti mengerti, jika aku menjelaskannya ! " batin Jihan.


" Entah mengapa aku merasa, dia sedang menghindari aku. Bukannya apa-apa, Aqila anaknya mandiri, dia tidak pernah mau di temani oleh siapapun jika ingin tidur. Aku tahu itu, Jihan kamu sepertinya ingin menjaga jarak denganku. Baiklah, aku juga, akan melakukan hal yang sama. Supaya, aku tidak jatuh cinta padamu, Jihan ! " batin Bisma.


Setelah menutup pintu kamar, Jihan segera menaiki lift, dan, turun ke lantai 4, dimana kamar Aqila berada di sana.


Tok... tok... tok...


" Siapa ? "


" Mama Nak ! "


" Masuk aja Ma ! "


Kriet...


" Halo sayangku! "


Aqila, mengerutkan keningnya, dia merasa heran dengan Mama barunya tersebut.


" Loh, kok Mama bawa bantal sih ? Mau tidur di sini ya? "


" Iya, Mama mau tidur di sini, menemani kamu! "


" Aqila, berani kok Ma. Kan, Aqila mau punya adik sebentar lagi! "


" Please, Mama mau tidur disini. Aqila, enggak suka ya?"


" Mama, jangan kayak anak kecil deh. Belajarlah, untuk menjadi istri yang baik. Nenek pernah bilang ke Aqila, kalau Mama itu pantas menjadi Mamanya Aqila, karena, baik dan, cantik. Yang paling terpenting, Mama orangnya sederhana, Aqila suka. Mama, adalah orang yang pantas untuk mendampingi, Papa ! " kata Aqila menggurui.


Jihan, menatap anak itu takjub. Jika dipikir-pikir, sikapnya ini memang kekanakan. Seharusnya, melayani suami dengan baik saja, selama menjadi istri dari seorang Bisma Abimanyu. Bukan malah menjauhinya, ini kan sudah menjadi resikonya. Lagipula, seharusnya dia tidak boleh, terbawa suasana. Dia, harus bersikap profesional, tidak boleh jatuh cinta pada Bisma.


" Baiklah, Mama balik lagi ke kamar Papa ya. Maaf, Mama sudah mengganggu kamu ! "


" Tidak apa-apa kok, Aqila bahagia banget memiliki ibu sambung seperti Mama. Aqila, senang Mama perhatian terhadap Aqila, terjadi Mama! "


" Sama-sama Nak , sekali lagi Mama minta maaf! "


Jihan, memeluk tubuh gadis kecil itu. Dia, mencium kedua pipinya, kening, dan hidung sang anak.


" I love you Mama ! "


" I love you too princess! "


Setelahnya, Jihan berpamitan pada Aqila. Dia, menaiki tangga, sekalian olahraga sebentar. Beberapa menit, setelahnya dia sampai di kamarnya. Dia, membuka pintu kamarnya, dia menghampiri sang suami yang tengah tertidur pulas. Jihan, mencium punggung tangan suaminya.


" Assalamualaikum, Mas Bisma aku kembali. Maaf, tadi aku menghindari kamu ! "


Lalu, setelah itu dia merebahkan tubuhnya di samping sang suami. Tidak disangka, Bisma belum tertidur, dia memeluk tubuh sang istri, dan berbisik di telinganya.


" Wa'alaikumusallam, Istriku! "


Jihan, berbalik dan menatap wajah sang suami.


" M...mas belum tidur? "


" Belum bisa tidur! "


" Loh, kenapa? "


" Aku, memikirkan Karina! "


" Ya Ampun, kasihan. Bagaimana kalau Mas pergi menyusulnya saja? Supaya, rasa rindu itu akan terobati ! "


" Kamu enggak cemburu Ji? Kamu istriku loh, masa suami mau ketemu cewek lain, kamu biarkan saja. Malah, ceria banget lagi mukanya. Kenapa jadi enggak suka ya, melihat wajah ceria itu ? " batin Bisma.


" Wah kesempatan yang bagus, kalau Mas Bisma pergi menyusul Mbak Karina. Aku kan, enggak akan senam jantung lagi. Seperti sekarang ini nih ! " batin Jihan.


" Kamu enggak cemburu kah ? "


" Insyaallah enggak, saya kan cuma istri kontrak anda. Kedepannya, kalian berdua akan menikah. Dan, kita juga akan segera bercerai, Mas Bisma tenang saja, saya tidak akan jatuh cinta padamu ! "


Entah mengapa, mendengar perkataan Jihan, Bisma benar-benar merasa tidak senang.


" Sudahlah, jangan dipikirkan. Tidur yuk ! "


Bisma, memeluk tubuh sang istri. Jihan menatap heran wajah sang suami yang agak jauh dari wajahnya. Karena, saat ini posisi wajahnya, berada di dada bidang sang suami.


" Mas brewok, anda kenapa sih. Kok lemas begitu? Tenang aja, tidak akan terjadi sesuatu pada Mbak Karina. Mas berdoa saja, semoga dia baik-baik saja ! "


Mendengar perkataan sang istri, Bisma berusaha menguji Jihan. Dia, ingin tahu seberapa kuat benteng pertahanan wanita yang berada di dalam pelukannya tersebut.


" Aku rindu ingin bercinta dengannya, dia begitu seksi dan bisa memuaskan aku sebagai seorang pria sejati! "


" Mbak Karina kuat berapa kali begituan Mas ? "


" Wah hebat ya, saya mana bisa begitu. Tapi, kalau Mas Bisma mau ajarin saya, mungkin saya juga bisa ! "


" Kalau sekarang bisa ? "


" Enggak ah, masih sakit. Maaf ya, gimana kalau dua hari lagi, saya akan berolahraga dulu supaya kuat kayak mbak Karina! "


" Ya Allah, dia tuh polos apa gimana sih? Dia tuh terbuat dari apa sih hatinya, kok enggak cemburu sama sekali. Padahal, kebanyakan wanita, jika suaminya memuji kecantikan wanita lain, mereka akan marah. Aneh deh ! " batin Bisma.


" Ya sudah Jihan, tidurlah! "


" Iya Mas ! "


Jihan, refleks, memeluk tubuh suaminya, membuat Bisma tidak bisa berkedip sama sekali.


Adzan subuh berkumandang, Bisma membangunkan sang istri, yang masih tertidur pulas.


" Hei, Jihan bangun, shalat subuh! "


" Em, iya Mas terimakasih! "


" Sama-sama, aku wudhu dulu ya. Mau langsung ke masjid, mumpung belum komat! "


Jihan, dibuat tersenyum, suaminya itu bersungguh-sungguh untuk belajar tentang shalat. Kemarin, setelah shalat dzuhur Jihan mengajarinya berwudhu. Dan, Bisma dengan cepat bisa caranya berwudhu, hanya saja. Shalat, masih belum bisa, pria itu akan selalu pergi ke masjid. Kebetulan, mansion mereka dekat masjid. Jadi, tidak perlu repot-repot harus memakai mobil, 5 menit jalan kaki juga sudah sampai .


" Jihan, Mas berangkat dulu ya. Assalamualaikum ! "


" Wa'alaikumusallam! "


" Masyaallah, jam segini sudah rapi pake Koko sama kopiah lagi . Calon suaminya Mbak Karina emang ganteng, aduh tahan Jihan jangan sampai kamu jatuh cinta padanya! " batin Jihan.


Selepas Bisma keluar dari kamar, Jihan, segera mengambil air wudhu dan menyucikan diri dari hadas kecil. Setelahnya, dia melaksanakan ibadah wajibnya.


Berapa menit kemudian, Bisma datang sembari mengucapkan salam. Jihan, menjawab salamnya, kemudian menutup Al-Qur'an yang baru saja dibacanya.


" Jihan, apalagi itu ? "


" Membaca Al-Qur'an Mas ! "


" Hah, itu kan huruf Arab semua kok kamu bisa bacanya sih ? "


" Dulu, saya belajar ngaji sejak kecil. Jadi sudah bisa baca, walaupun masih terbata-bata! "


" Ajarin Mas dong. Tadi, dari balik pintu mas dengerin kamu, kok merdu banget suaranya. Indah sekali, untuk di dengar, sangat menyejukkan hati! "


" Masyaallah, nanti Jihan beliin iqro dulu deh. Soalnya, enggak mungkin langsung bisa baca Mas. Harus mengenal hurufnya dulu, dimulai dari Alif sama Ya ! "


" Alif? Bukannya, itu nama boss kamu dulu ? "


" Yeh itu mah beda lagi ! "


" Ah begitu ya, kalau ini di baca apa Jihan ? "


Bisma menunjuk, ayat pertama surat Al-Fatihah .


" Oh itu , masa enggak bisa baca sih? Kan biasa dipakai sehari-hari ! "


" Ih, jangan meledek. Kamu bisa baca enggak ? "


" Oke, jadi ini bacanya begini


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


Bismillahirrahmanirrahim.


Artinya : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang "


Bisma, menangis ketika mendengar ayat suci Al-Quran tersebut. Jihan segera menutup mushaf Al-Qur'an, dan, meletakkannya di lemari khusus. Dia, segera memeluk tubuh sang suami, Bisma begitu sedih. Mengapa membaca Basmallah saja tidak bisa. Saking sibuknya dia, dan terlena urusan duniawi. Sehingga, membuatnya buta akan agama.


" Sudahlah, nanti saya ajarin Mas Bisma sampai lancar ! "


" Terimakasih Ji ! "


" Sudah ya, jangan menangis lagi. Malu sama brewoknya tuh ! "


" Jihan, kamu memang yang terbaik. Aku jadi bingung harus memilih kamu atau Karina ! "


" Itu sih terserah anda, saya hanya istri kontrak anda saja. Tapi, saya janji, selama menjadi istri. Saya, akan menuruti perintah dari suami saya ! "


Bisma, kembali memeluk tubuh sang istri, dia mengeratkan pelukannya sampai-sampai suara perut Bisma mengganggu acara romantis keduanya.


" Mas lapar ya ? Alhamdulillah kemarin kita beli bahan. Tunggu sebentar, aku masak dulu buat Mas ! "


" Terimakasih Jihan ! "


Jihan mengangguk, dan, segera membuka mukenanya, dan, menyimpannya dalam lemari.


" Ya Allah, aku harus bagaimana? " batin Bisma.


Bersambung...