
Satu Minggu Kemudian...
Hari ini, Bisma, dan, juga Jihan sudah pulang ke Indonesia. Selama satu Minggu ini, Jihan merasa bahagia. Begitu pula dengan Bisma, pria itu penuh dengan senyum . Tidak disangka, jika dia memutuskan untuk menjadikan Jihan, sebagai istri sahnya. Dia, akan memikirkan bagaimana caranya putus dari Karina. Akan tetapi, untuk saat ini dia masih belum mengatakannya pada Jihan, jika dia akan memilihnya. Biarlah, berjalan apa adanya.
Sudah ada Mama Dewi di rumah keduanya. Mama Bisma itu, baru saja mengantar Aqila, sampai gerbang. Sedangkan, Papa Bisma, Abimanyu pergi ke perusahaan pakaian muslim, yang baru saja diresmikan dan dipimpin oleh Charlie putra keduanya.
" Bisma, Jihan kalian sudah pulang? "
" Alhamdulillah, Ma Pa ! "
Bisma, dan, Jihan menyalami tangan Mama Dewi.
" Bisma, sepertinya, istrimu kelelahan. Sebaiknya, dia beristirahat saja dulu ! "
Bisma, melirik sang istri. Dia, kemudian, memperhatikan wanita cantik itu.
" Eh tunggu, kamu pucat sekali sayang ! Ayo, Mas antar ke kamar ya ! "
Tiba-tiba saja, Jihan merasa mual.
" Mas Bisma , Mama. Jihan permisi dulu! "
Jihan, menutupi mulutnya, dia benar-benar tidak tahan lagi, ingin mengeluarkan cairan muntah nya tersebut. Sampai lah dia di lantai 5, sedangkan Bisma yang panik berlari menyusuri anak tangga.
" Ada apa dengan istriku? Semoga dia baik-baik saja ! "
Dilihatnya, Lift sudah sampai di lantai 5. Bisma, segera menekan tombol 5 supaya lebih cepat, karena, dia masih di lantai 2.
Cling ...
Baru saja, dia memasuki lift. Ternyata, Jihan, istrinya sudah memuntahkan cairan tubuhnya.
" Astaghfirullah, Jihan ! "
Setelah sampai lantai atas, Bisma meminta para maid membersihkan muntahan sang, istri. Lalu, setelahnya, pria tampan itu, masuk ke dalam kamarnya.
" Hueekkk, hueekkk.... Aduh, mual sekali! "
" Sayang, kamu enggak apa-apa kan? "
" Hueekkk, hueekkk aduh Mas Bisma, pusing mual juga hiks ! "
Tiba-tiba saja, Jihan memeluk tubuh Bisma. Entah mengapa, wanita itu ingin sekali memeluk tubuh suaminya .
" Sepertinya, kamu hamil sayang ! "
Jihan, melepaskan pelukannya. Dia, menatap wajah sang suami, yang saat ini sama sedang menatapnya.
" Iya, ciri-cirinya kok sama ? Seperti orang hamil! "
" Mas, kalau aku hamil aku tidak mau menggugurkan kandunganku ! "
" Siapa yang mau menggugurkan kandunganmu? Aku justru ingin kau hamil, dan Alhamdulillah tercapai. Kita, akan merawat anak kita dengan baik, aku tidak akan pernah menceraikan kamu ! "
" Bukannya kamu sangat mencintai dia ya, mana mungkin kamu memilihku? . Jangan khawatir, mungkin aku hanya masuk angin saja ! "
" Jangan bahas itu lagi, aku malas berdebat sayang. Baiklah, Mas tanya, kamu telat enggak haidnya ? "
Jihan berpikir, dia kemudian menepuk jidatnya.
" I...iya, aku telat 1 Minggu Ya Ampun bagaimana ini? Seharusnya, aku sudah menstruasi saat di Amerika itu loh ! "
" Aku akan hubungi dokter Alfian, dia akan memeriksa kamu , sekalian aku akan meminta Julia, untuk membuatkan teh jahe untukmu. Supaya, kamu tidak mual lagi, tunggu sebentar ya sayang! "
Bisma, mengecup kening sang istri. Dia, segera menghubungi dokter pribadi keluarga Abimanyu. Dan, tidak lupa dia meminta Julia agar membuatkan teh jahe untuk istrinya.
" Untuk saat ini, aku akan bertahan. Mungkin, jika pernikahan Mas Bisma dan Mbak Karina sudah dekat. Maka, aku akan pergi dari rumah ini, Aqila maafkan Mama Nak ! " batin Jihan.
" Sayang, dokter Alfian sudah tiba ! "
" I...iya Mas . Terimakasih! "
" Pagi Dok, langsung saja periksa istriku Fian ! "
" Oke, Tuan. Sabar sedikit ya ! "
" Baiklah! "
Dokter Alfian, segera memeriksa Jihan, dia tersenyum manis setelahnya. Membuat Jihan mengerutkan keningnya, tapi tidak dengan Bisma . Dia tahu, istrinya pasti sedang hamil, karena seharusnya dia haid sebelum pergi ke Amerika. Kesimpulannya, Jihan telat menstruasi 1 Minggu.
" Anda harus banyak makan makanan yang bergizi, dan, jangan stress ya Nyonya. Untuk saat ini, anda beristirahatlah. Juga, Tuan Bisma, saya ingin berbicara dengan anda empat mata! "
" Baik Dok, Mari ! "
Setelah jauh dari Jihan, akhirnya dokter Alfian, meninju punggung Bisma. Membuat, pria itu meringis kesakitan.
" Apa yang kau lakukan? "
" Heh Maniak, berapa kali kau melakukan hubungan intim? "
" Setiap hari, kiranya 3 atau 4 ronde . Eh tidak, aku becanda hanya 4 hari dalam seminggu 3 hari aku dan istriku istirahat tidak melakukannya! "
" Dia sedang mengandung anakmu, usia kehamilannya sekitar 5 Minggu. Tapi jangan kaget, kau bilang dia telat 1 Minggu kan. Dalam medis dijelaskan... ! "
Dokter Alfian, menjelaskan tentang kehamilan Jihan, akan tetapi, Bisma memotong perkataannya.
" Aku paham, aku juga yakin anak itu 100 persen anakku. Gila saja , jika aku tidak mengakuinya, apalagi meminta dia tes DNA. Karena, Istriku hilang perawan setelah menikah denganku, dan setiap hari hanya aku yang menyentuhnya, tak ada yang lain! "
" Kau memang lelaki yang bertanggung jawab. Oke Bisma, jangan lupa ini trisemester pertama, jadi jangan melakukan hubungan intim dulu oke. Kalau kau sedang ingin, cukup berimajinasi dengan tubuhnya saja. Jangan, membuatnya stress juga, apalagi kau masih punya si l*n*e. Jadi, tolong jangan kau buat Nona Jihan, stress karenanya! "
" Sebegitu bencinya kau terhadap Karina, sampai-sampai kau katai dia. Baiklah, aku juga akan memutuskan hubunganku dengannya, karena aku hanya menginginkan Jihan, bukan Karina! "
" Pilihan yang tepat, kau tahu wanita itu banyak menyimpan misteri. Aku dulu pernah, menemukan pasien, dia hamil dia memeriksakan kesehatannya padaku. Sungguh, wanita itu begitu mirip dengan Karina. Hanya saja, dia ada tahi lalat di sekitar pelipisnya! "
Bisma, menatap wajah sahabat kecilnya, Alfian. Ya, pria itu adalah sahabat dari Bisma Abimanyu.
" Kau dan dia, hanya bertemu ketika SMA saja bukan, kemudian dia kuliah kebetulan sekali dia adik tingkat mu. Akhirnya, kalian bersama kembali. Tapi hanya sebentar, ketika kau lulus, kau menikah dengan wanita pilihan kedua orang tuamu ! "
" Kau benar, aku juga sebenarnya agak curiga dengan Karina. Saat aku di Amerika, dia terus menerus mend*sah seperti ada seseorang yang sedang menyentuhnya. Tapi, dia tidak mengakuinya. Dia bilang, sedang berimajinasi tentangku, jadi dia bilang sedang menggunakan sebuah alat kepuasan! "
" Kau harus selidiki tentang wanita itu, jangan gegabah meminangnya ! "
" Iya, kau benar. Dan kau tahu tidak, dia tidak pernah mau aku ajak dia video call dia bilang, sedang tidak memakai pakaian. Padahal, kami sudah sering melihat tubuh satu sama lain. Tapi, mendadak dia malu, dan, tidak ingin aku melihatnya ! "
" Astaghfirullah, sudahlah jangan membicarakan gaya pacaran kalian. Kalau ada yang mendengar, mereka pasti akan beristighfar. Bisma, Jihan itu halal kau sentuh, sedangkan Karina bukan istrimu, haram hukumnya menyentuh wanita yang bukan istrimu! "
" Iya, namanya zina kan. Charlie juga berkata seperti itu. Tapi, saat ini aku benar-benar ingin menjadi suami yang baik untuk istriku Jihan. Bagaimana caranya bertaubat, aku tidak tahu! "
" Kau sendiri tahu, aku hanya bisa shalat 5 waktu saja. Mana tahu bagaimana caranya bertaubat. Tapi, setahuku Allah Ta'ala itu maha pengampun. Aku selalu berdoa agar Allah Ta'ala mengampuni dosa-dosa yang telah aku perbuat ! "
" Caranya bagaimana? "
" Berdzikir padaNya, setiap hari sehabis shalat jangan lupa sempatkan berdzikir dan berdoa. Dari awalnya dipaksa, lalu kemudian terbiasa ! "
" Baik, terimakasih Fian, besok aku akan menemui Charlie, meminta dia mengajariku ! "
" Baiklah, kalau begitu aku akan menjemput mengantar istriku bekerja dulu. Nanti dia marah lagi, jika aku terlambat! "
" Dasar Bucin ! "
" Biar saja, namanya juga aku berpacaran setelah menikah dengan Zeeara tentu saja, aku bisa sebucin ini. Kau juga akan merasakannya, lihat saja nanti kalau kau punya anak dari Jihan. Sudahlah, jangan ajak aku berbicara lagi, kasihan Zeeara, dia sudah lama menunggu. Assalamualaikum! "
" Wa'alaikumusallam! "
Bisma, menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sahabatnya tersebut. Dia, jadi kepikiran ucapan sahabatnya tersebut." Kau juga pasti akan merasakannya,jika Jihan sudah memiliki anak darimu ! "
" Apakah benar seperti itu? " gumam Bisma.
Bersambung...