
"Cuppp" satu kecupan mendarat di bibir ranum milik Keisya.
Hal itu membuat Keisya langsung membulatkan kedua bola matanya, sedangkan Bryan memperlihatkan senyuman nya di depan Keisya.
"Tuan pergilah" ucap Keisya mendorong keras tubuh Bryan.
Hal itu membuat Bryan yang saat itu posisinya tidak seimbang langsung menarik tangan Keisya, membuat tubuh Keisya terjatuh di atas tubuh Bryan. Bahkan Keisya merasakan sesuatu yang mengganjal di bawah sana.
"Kamu mau menggoda ku dengan pakaian seperti ini?" ucap lembut Bryan.
"Maaf tuan" ucap Keisya akan berdiri.
Namun dengan cepat Bryan meraih tengkuk leher Keisya dengan satu tangannya, kedua bibir itu pun saling menyatu tanpa ada gerakan. Bryan langsung mengigit kecil bibir bagian bawah Keisya.
"Auww ehmmmm" umpat Keisya.
Bryan langsung ******* bibir Keisya dengan lembut, diwaktu yang sama mereka merasakan sengatan listrik di tubuh kedua nya, Keisya terus memberontak dan memukul dada bidang milik Bryan.
"Kamu yang memancing saya, sekarang tanggung jawab lah" ucap lembut Bryan mengusap lembut rambut Keisya, dan langsung menyerang kembali bibir itu dengan kelembutan.
Entah kenapa bibir Keisya sangat manis. Bahkan ketika ia bersama mantannya dulu, tidak pernah merasakan hal seperti ini. Walaupun Keisya terlihat sangat kaku, namun semakin lama Keisya ikut menikmati ciuman pertama nya ini.
Bryan langsung berdiri dan berjalan dengan posisi yang masih saling berpaut satu sama lain menuju kamar diruangannya. Entah kenapa Keisya tiba tiba saja terbuai oleh ciuman yang dilakukan Bryan, ia mengalungkan kedua tangan nya di leher milik Bryan.
'Bruk' Bryan menjatuhkan tubuh Keisya ke atas kasur.
"Tuan emmmm" ucap Keisya, namun dengan cepat Bryan langsung kembali ******* bibir Keisya.
Awalnya Keisya memberontak, namun makin lama Bryan merasakan tidak lagi ada gerakan dari Keisya. Tangan Bryan mulai liar, ia mulai menjelajahi inci demi inci tubuh Keisya yang cukup menggoda.
"Tuan berhentilah" ucap Keisya mendorong tubuh Bryan.
"Maaf tuan, saya harus pergi" ucap Keisya melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Bryan dengan kegugupannya.
"Apa yang terjadi tadi?? " batin Keisya.
Sedangkan Bryan ia sedikit kesal, ia harus menyelesaikan sendiri di kamar mandi karena ulah nya barusan.
"Oh shtttt, kenapa rasane enak sekali. Keisya kamu akan segera jadi milikku" batin Bryan.
.
.
.
.
Keesokan harinya.
Sudah seminggu lebih Brayen disibukkan dengan konser nya bersama Naya. Ia juga jarang sekali memberi kabar kepada Selin, bahkan Brayen sering pulang pagi dengan alasan meeting dengan Produser untuk konsernya.
"Sayang hari ini kita jalan yah, kan konsernya udah selesai?" ucap Selin.
"Maaf sayang hari ini aku udah ada janjian sama produser. Lain waktu aja ya" ucap Brayen.
"Yaudah gapapa sayang, ini kamu sama siapa?" ucap Selin.
"Ini aku sama Niko, Beben ada Naya juga" ucap Brayen.
"Ada Naya? bukannya udah selesai kerjaan kamu sama Naya?" ucap Selin.
"Apa hubungannya? Dia ngga punya temen jadi aku suruh gabung aja" ucap Brayen.
"Tapi aku ngga suka kamu temenan sama Naya" ucap Selin.
"Apa apaan sih kamu, kok jadi ngatur ngatur gitu" ucap Brayen.
"Bukan gitu tapii" ucap Selin terpotong.
"Aku mau temenan sama siapa aja itu urusan aku, Naya orang baik kok. Apa salahnya temenan sama Naya" ucap Brayen dengan tegas, dan langsung mematikan telfonnya.
Selin yang saat itu berada di cafe sendiri tiba tiba air mata nya keluar begitu saja. Untuk pertama kalinya Brayen berbicara seperti itu kepadanya.
Selin berjalan keluar dari cafe, ia bertemu dengan Frisil yang saat itu juga ada janji dengan seseorang di cafe itu.
"Eh Sel" ucap Frisil, dijawab senyuman oleh Selin.
"Kamu sama siapa? kak Bryan yah?" ucap Frisil.
"Ada apa dengan Selin?" batin Frisil.
Sedangkan di Studio, Brayen asik dengan obrolan nya bareng Naya dan yang lain. Naya juga duduk disamping Brayen sesekali memegang tangan Brayen.
"Nanti malam nonton seru deh kayanya" ucap Naya.
"Boleh tuh" ucap Niko.
"Gue nggabisa, nanti ada acara sama keluarga gue" ucap Beben.
"Gue nanti ngajak cewek gue, tapi beda ya biar gue bisa ituan hehehehe" ucap Niko.
"Ya ya terserah kamu kak, Brayen kamu ikut kan?" ucap Naya dengan tatapan memohon.
"Hemm boleh" ucap Brayen.
"Emm kamu mau ngajakin Selin yaa?" ucap Naya dengan raut muka sedih.
"Engga kok" ucap singkat Brayen membuat Naya tersenyum.
~
~
Di Perusahaan.
Keisya berjalan menuju ruang ganti, diruangan itu sudah tidak ada orang lagi selain dirinya seorang. Ketika selesai berganti pakaian tiba tiba saja pintu terbuka dan muncullah Bryan saat itu.
"Akhhhh tuan" ucap Keisya terkejut dengan seseorang yang ada di depannya.
Bryan berjalan mendekati Keisya, ia langsung meraih tengkuk leher Keisya dan melum*at lembut bibir milik Keisya. Tidak ada gerakan sama sekali dari Keisya, ia bahkan juga mengikuti permainan lid*h yang dipandu oleh Brayen.
Tangan Bryan mulai berjalan dan terhenti di dua gundukan milik Keisya yang terlihat menantang. Ukuran nya cukup besar hal itu membuat Bryan semakin terbenam oleh aura Keisya saat ini.
Bryan melepaskan pautannya dan beralih ke leher jenjang milik Keisya dengan posisi tangan yang masih berada di spot favorit Bryan.
Tanpa Keisya sadari dengan matanya yang saat ini terpejam, dua kancing sudah terlepas dan memperlihat kan gundukan yang terbungkus rapi disana.
Bryan langsung melepas bungkusan itu dan langsung menghis*p dengan lembut gundukan yang saat ini sangat terlihat menantang bagi Bryan.
"Ahhh tuan" ucap Keisya tidak tahan dengan apa yang dilakukan Bryan.
Bryan cukup lama bermain disana, setelah puas ia kembali merapikan pakaian milik Keisya. Ia menatap lekat kedua bola mata wanita yang ada di depannya ini.
"Menikahlah denganku" ucap lembut Bryan.
"Menikah?" ucap lirih Keisya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Haii semuanya
Jangan lupa Like, Coment, follow yaa
Makasih yang udah support Outhor sampai sekarang 😊
Instagram @linaa.pndk