One Night Surprise

One Night Surprise
EPISODE 82 - Aku Bukan Wanita Sempurna lagi



"Mah ayo bantu aku" ucap Frisil..


"Sini sayang" ucap Vero, sebagai cowok yang ada diruangan itu langsung mendekat ke arah Frisil. Ketika Vero akan menggendong tubuh Frisil tiba tiba saja dihentikan oleh Frisil.


"Kenapa harus digendong, i'm okeyy kak" ucap Frisil mulai menggerakkan kakinya, namun Frisil tidak merasakan apapun.


"Kak, kok ngga bisa digerakin" ucap Frisil, berusaha menggerakkan kakinya.


Cika dan Selin langsung menghampiri Mamah Airin yang tidak sanggup melihat kondisi putrinya, ia berusaha menahan tangisan nya melihat Frisil yang berusaha menggerakkan kakinya.


"Sayang kamu tenang dulu" ucap Vero menenangkan Frisil yang mulai panik.


"Kenapa ngga bisa digerakin?? kenapa ngga berasa" ucap Frisil memukul kaki nya bertubi tubi.


"Sayang udah" ucap lembut Vero memeluk Frisil yang terus saja memukul kaki nya


"Kak, kamu mengalami lumpuh" ucap Mamah Airin mendekati putrinya yang terlihat panik.


"Hahahaha Gak mungkin mah, kak ini bercanda kan" ucap Frisil masih tidak percaya dengan ucapan mamahnya.


"Kenapa kamu diam?? Cika Selin kalian bercanda semua kan" Ucap Frisil.


"Kakk jawab" Ucap Frisil dengan suara tinggi, dan dijawab anggukan oleh Vero.


"Benar yang dikatakan Tante" ucap Lembut Vero, membuat Frisil langsung meneteskan air matanya.


"Hahahaha lumpuh?? aku lumpuh??" teriak Frisil memukul keras kakinya.


"Sayangg kamu ngga sendirian, ada kita yang selalu support kami" ucap Vero memeluk tubuh Frisil yang terus memberontak.


"Gakk mungkin, gak mungkin aku lumpuhhh. akhhhh" teriak Frisil menangis sejadi jadinya.


Mamah Airin memeluk tubuh Ara yang terlihat sedih melihat kakaknya saat ini. Vero terus mendekap tubuh Frisil yang terus memberontak. Bryan dan yang lain mendengarkan teriakan Frisil langsung masuk ke dalam.


"Ada apa??" ucap Brayen dengan kepanikan.


"Kakk aku gak mungkin lumpuh, aku gak mungkin lumpuhhh iya kan kak??" Teriak Frisil.


Membuat Brayen seketika menundukkan kepalanya, dan langsung meneteskan air matanya. Ia merasa gagal menjaga Frisil, Selin langsung sigap menenangkan Brayen.


"Kenapa diammm??? Ayahhh Frisil gak mungkin lumpuh yahh" ucap Frisil menatap lesuh ke arah Ayah Alfa yang berjalan mendekati nya.


"Anak ayah harus kuat" ucap Ayah Alfa memeluk tubuh Frisil.


"Akhhh, hikss hikss hiksss. Ayah bohong, semua nya bohongg" ucap Frisil menangis dipelukan Ayahnya.


Bryan melangkah menuju sofa ia yang melihat kondisi Frisil saat ini karena ulah Melia, membuatnya semakin merasa bersalah.


Bryan mulai meneteskan Air matanya saat ini, Cika yang melihat kondisi kak Bryan yang begitu terpukul langsung mendekati kak Bryan.


Bryan tiba tiba memeluk tubuh Cika yang membuat Cika terkejut dengan kejadian itu, ia menangis di pundaknya membuat Cika tidak tega jika mendorong tubuh Bryan.


"Aku gak mungkin lumpuhhh, ayah aku gak mungkin lumpuh,, hikss hikss hikss" ucap Frisil terus memukul kakinya.


Ayah Alfa langsung menatap Vero, ia mengode untuk memanggilkan dokter segera. Vero langsung keluar dan memanggil kan Dokter. Dan Dokter datang dan langsung menyuntikkan obat bius untuk Frisil.


"Aku gamungkin lumpuh, ayah bohong" ucap Frisil yang mulai melemah akibat obat bius yang barusan disuntikkan.


"Kalian semua bohong, aku gamungkin lumpuh" ucap Frisil yang mulai menutup matanya.


Dan hanya butuh beberapa menit kemudian, Frisil tertidur akibat obat bius. Vero menatap lekat ke arah kekasihnya saat ini, namun Vero berusaha kuat dihadapan semua orang.


"Yah gimana ini?" ucap Mamah Airin, tidak tega jika melihat kondisi Frisil saat ini.


"Vero seperti nya hanya kamu yang bisa membuat Frisil menerima keadaan nya Sekarang" ucap Ayah Alfa melihat ke arah Vero.


"Saya akan terus berusaha mencobanya om" ucap Vero.


Hari semakin larut Ayah Alfa mengajak Mamah Airin dan Ara untuk pulang. Vero tetap memaksa untuk selalu ada disamping Frisil, hal itu membuat Brayen dan Bryan mengerti perasaan Vero saat ini.


"Biar aku antar" ucap Brayen.


"Gausah kak, kami bisa naik taxi" ucap Selin.


"Ngga ada penolakan okey, ini udah malam" ucap Brayen menggandeng tangan Selin.


"Yaudah kak kami permisi" ucap Cika kepada Bryan dan Vero.


"Hati hati" ucap Bryan.


Vero menitipkan Frisil kepada kakaknya Bryan, ia akan pergi sebentar ke toilet. Bryan mendekat ke arah Frisil yang masih tidak sadarkan diri akibat obat bius.


"Dek maafin kakak, karena kakak keadaan mu sekarang seperti ini" ucap Bryan menangis meraih tangan Frisil.


"Kakak janji, kakak akan nuruti apa katamu" ucap Bryan menyesal dengan apa yang ia lakukan kepada Frisil.


Selang beberapa saat Vero datang.


"Vero jagain Frisil, aku akan ke luar sebentar untuk mencari udara segar" ucap Bryan, dijawab anggukan oleh Vero.


Vero mulai mendekati kearah Frisil, mata indah yang selalu menatapnya dengan penuh cinta, kini bengkak akibat tangisan yang tak henti hentinya akibat kondisi nya sekarang.


"Sayanggg maaf aku gabisa jagain kamu" ucap lembut Vero mengusap rambut Frisil.


"Sayang bagaimana pun kondisimu, aku akan tetap ada disampingmu." ucap Vero mencium tulus kening Frisil.


Ke esokan harinya, Frisil mulai terbangun. Ia melihat Vero yang terus menggenggam erat tangannya, dan kedua kakaknya yang tertidur pulas di sofa.


Vero yang merasakan gerakan dari tangan Frisil, ia langsung segera terbangun dari tidur nya. Ia menatap lekat kearah Frisil yang mulai menangis.


"Sayang" panggil Vero lembut, mengusap air mata Frisil.


"Kenapa kamu masih disini? aku udah lumpuh" ucap Frisil.


"Aku bukan wanita sempurna lagi,, hikss hikss" ucap Frisil, air matanya sudah tidak bisa ia tahan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#Haii semuanya


Jangan lupa Like, Coment, Follow yaaa


Makasih yang udah support Outhor sampai sekarang


Instagram @linaa.pndk


Salam kenal semuanya 🤗🤗