
Di dalam mobil, Airin semakin bertingkah aneh. Bahkan Airin tidak merasakan AC di dalam mobil Alfa karena keringat Airin semakin berkucuran.
"Sayang panass sekali" ucap lembut Airin yang mulai mengekspose bagaian dadanya karena sudah tidak tahan dengan panas yang menjalar di tubuh nya.
"Tunggu sebentar sayang" jawab Alfa semakin melajukan mobil nya.
Alfa tidak lupa menghubungi Hyper untuk menyiapkan ruangan di hotel miliknya yang dekat dengan perusahaannya. Hanya membutuhkan beberapa menit saja, mobil milik Alfa sudah sampai di lobby hotel miliknya.
Para pegawai pun menyambut kedatangan bos nya, yang mungkin hanya 1 kali dalam sebulan mendatangi hotel. Karena kesibukannya, membuat Alfa jarang sekali mendatangi hotel dan cabang restoran yang ia bangun bersama Airin.
Alfa yang melihat pakaian istri nya sudah tidak serapi tadi, segera ia melepaskan kemeja milik nya dan memakaikan nya di tubuh istrinya.
Alfa segera keluar dari mobil milik nya membukakan pintu samping mobil dan langsung menggendong tubuh istrinya.
"Apakah semua sudah di siapkan?" tanya Alfa kepada Hyper yang sudah berada disana karena perintah tuannya.
"Sudah semua tuan" jawab Hyper.
"Bagus" ucap Alfa langsung berjalan menuju life khusus untuk nya yang langsung tertuju di ruangan kamar pribadi milik nya.
Tingg 'suara life sampai di lantai 7
"Sayangg" ucap Airin membuat Alfa mempercepat langkahnya.
Alfa segera membuka kamar khusus untuk nya. Ia berjalan menuju bathub yang sudah terisi kan air hangat, dengan pelan pelan ia melepaskan pakaian milik istrinya dan menurunkan pelan tubuh istrinya kedalam bathub.
"Cari tahu siapa yang berani mencampuri minuman yang baru saja diminum istriku!" perintah Alfa kepada anak buahnya.
"Baik tuan" jawab nya.
Alfa merebahkan tubuhnya di kasur, ia membiarkan Airin berendam di dalam kamar mandi untuk menghilangkan efek samping dari obat pe******ng.
Tingg' suara pesan masuk dari hp Alfa.
Alfa melihat semua yang terjadi di restoran, ia menatap dengan tatapan yang mampu membuat orang lain ketakutan. Senyum devil nya pun tiba tiba saja terpancar jelas bibirnya.
"Berani sekali, bermain main denganku." ucap Alfa dengan menatap data pribadi Abel yang ternyata ialah saudara tiri istrinya.
Di Sekolahan.
Bell istirahat pun berbunyi, semua para siswa dan siswi langsung berhamburan keluar dari kelas nya masing masing.
"Yuk ke kantin!" ajak Cika.
"Emm gue nitip ya, gue tunggu di samping lapangan basket" Ucap Selin.
"Yaudah Sil lo mau pesen apa?, biar gue yang beli. Lo nemenin Selin aja" ucap Cika.
"Gue es jeruk sama Chiki, nih uangnya sekalian punya lo sama Selin" Jawab Frisil memberikan selembar uang 100 ribuan.
"Ihhh tumben banget" ucap Cika kegirangan.
"Buruan ke kantin, keburu berubah pikiran nih" ucap Frisil.
"Siapp bos" jawab Cika langsung berlari menuju kantin dan meninggalkan Frisil dan Selin.
"Ayo Sel, gue bantu" ucap Frisil membantu Selin yang masih kesulitan berjalan.
Mereka berjalan mendekati kerumunan para siswi yang sedang melihat latihan basket. Selin dan Frisil memilih tempat yang lumayan nyaman karena bisa melihat secara jelas latihan basket yang dimainkan oleh para idola SMA.
"Pantesan yang liat seheboh itu, yang main aja orang cakep semua" ucap Selin melihat kakak kelas nya yang tidak lain ialah Brayen dan sohib nya yang lain.
Tidak berapa lama kemudian Cika sudah datang dengan membawa pesanan kedua sahabat nya itu.
"Huhh pinter banget kalian cari tempatnya" ucap Cika sangat senang karena bisa melihat langsung para idola di sekolahannya itu.
"Biasa aja kali" cetus Frisil.
"Kakk Brayennn semangattt"
"Tuhh liat demage nya gak ngotak"
"Veroo semangattt"
Teriakan para adek kelas dan kakak kelas yang mendukung idola nya masing masing.
Disisi lain.
"Kiya mereka bukannya yang kemaren cari masalah sama kita" tanya Lusi menunjuk ke arah Frisil dan yang lain.
"Gue punya ide" ucap Kiya menatap tajam ke arah Frisil.
Kiya berjalan menuju bola basket yang saat ini berada di dekat nya. Para pemain mengira Kiya ingin membawakan bola itu, namun ternyata setelah Kiya memegang bola itu, ia langsung melayangkan bola itu dengan sangat keras ke arah Frisil.
Dan di saat Frisil akan memakan cemilannya, tiba tiba saja datanglah bola basket secara tiba tiba. Bahkan para pemain dan penonton menyaksikan bola itu melayang menuju ke arah Frisil.
Brukkkk. 'suara bola mengenai langsung ke kepala Frisil.
"Frisilll" teriak Cika dan Selin bersamaan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Hai semuanya
Jangan lupa Like, Coment, Follow yaaaa
Makasih usah support Outhor sampai sekarang.
Instagram @linaa.pndk