
"Aunty Lala pendarahan" ucap Bryan membuat Airin langsung berdiri.
"Pendarahan??" ucap Airin terkejut.
"Siapin Mobil, kita kerumah sakit sekarang" ucap Alfa, membuat Hyper dan Bryan langsung menyiapkan mobil.
Mereka langsung memasuki mobil yang sudah disiapkan, Airin menitipkan Ara kepada Hyper. Alfa segera melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit tempat Lala.
Di Rumah Sakit.
Airin dan Alfa di ikuti ketiga anaknya berlari menuju ke dalam, dari kejauhan terlihat Farhan yang sedang mondar mandir di depan ruang operasi.
"Farhan bagaimana kondisi Lala?" ucap Airin, membuat Farhan menoleh ke belakang.
"Kakak ipar?? kak Alfa kalian Selamat??" ucap Farhan terkejut langsung memeluk Alfa.
"Kami selamat, nanti aku ceritain" ucap Alfa.
"Tiba tiba tadi Lala pendarahan ketika di dapur" ucap Om Farhan.
"Kita doakan semoga Lala sama anaknya selamat semua" ucap Mamah Airin.
"Aamiin" ucap semuanya.
Mereka menunggu di depan pintu dengan kekhawatiran mereka, setengah jam berlalu tiba tiba terdengar suara bayi yang membuat semuanya saling pandang. Dokter pun keluar.
"Selamat Operasi istri anda berjalan dengan lancar, anaknya laki laki" ucap Dokter kepada Farhan.
"Alhamdulillah, terimakasih dok" ucap Farhan.
"Selamat Farhan, penantian dan usaha kalian selama ini tidak menghianati hasil." ucap Airin.
"Aku jadi seorang ayah" ucap Om Farhan terharu.
"Jaga baik baik istri dan anakmu" ucap Alfa menepuk pundak Farhan.
"Pasti" ucap Om Farhan.
Selang beberapa saat Oma Laila dan Opa Gio datang, mereka melihat banyak orang yang ada di depan ruangan operasi. Ketika Alfa menoleh ke arah kedatangan kedua orang tuanya, ia langsung menghampiri orang tuanya.
"Alfaa ini kamu nakk?" ucap Oma Laila terharu.
"Iya mah, maafin Alfa mah." Ucap Alfa memeluk erat mamahnya.
"Nak kalian selamat dari kecelakaan?? syukurlahh" ucap Opa Gio ikut memeluk anaknya.
"Oma Opa maafin Airin ya,, kami tidak memberitahu kalian tentang kondisi kami selama ini" ucap Airin.
"Oma mengerti sayang, pasti ada alasan yang membuat kalian untuk menutupi dulu kondisi kalian" ucap Oma Laila memeluk menantu kesayangan nya.
"Eh yaa bagaimana dengan kondisi Lala?" ucap Oma Laila, kepada Farhan.
"Operasi berjalan lancar Tan" ucap Farhan.
"Anak nya laki laki atau perempuan?" tanya Opa Gio.
"Laki laki Om" ucap Farhan tersenyum.
"Sudah kuduga, jagoan ternyata" ucap Opa Gio.
"Mamah sama papah mu dalam perjalanan kesini, mungkin besok pagi mereka akan tiba di bandara" ucap Oma Laila.
"Iya Tan" ucap Farhan.
~
30 menit kemudian, Lala sudah dipindahkan di ruang Inap VIP. Mereka semua masuk untuk melihat kondisi Lala dan anaknya.
"Sayangg" ucap Farhan langsung memeluk dan mencium Lala bertubi-tubi.
"Sayang kita jadi orang tua Sekarang" ucap Lala tersenyum manis.
"Iya sayang, lihatlah anak kita tampan sekali" ucap Farhan mengusap lembut anaknya.
"Sama sepertimu" ucap Lala.
"Hehehehe" tawa Farhan.
"Nak selamat ya" ucap Oma Laila.
"Makasih Oma" ucap Lala.
Lala melihat sekeliling, tatapan nya tertuju pada seseorang yang ada di dekat sofa.
"Airinn?? Alfaa?? kalian selamat?" ucap bahagia Lala.
"Iya La, kami berdua selamat dari kecelakaan itu" ucap Airin memeluk sahabatnya.
Malam itu dipenuhi canda tawa mereka, hari semakin larut Farhan menyuruh Alfa dan anak anaknya untuk pulang saja. Dia yang akan menjaga istri dan anaknya dirumah sakit.
Ke Esokan harinya.
Airin dan Alfa sudah kembali dirumah nya, Ara juga sudah diantar Hyper kembali kerumahnya. Bryan dan Brayen sudah siap dengan jas hitam mereka.
"Ayah sama mamah bangga sama kalian" ucap Ayah Alfa, yang baru saja mengecek bersama istrinya kondisi perusahaan dan butik.
"Makasih ayah" ucap Brayen.
"Mamah ngga nyangka kalian bisa sejenius itu bekerja sama menjalankan bisnis keluarga" ucap Mamah Airin.
"Hehehehe makasih mah" ucap bersamaan ketiganya.
"Ayah" panggil Brayen.
"Iya Boy?" ucap Alfa.
"Apa aku boleh terjun ke dunia musik?" ucap Brayen.
"Kejar keinginan kalian masing masing, ayah sama mamah akan support apapun yang kalian inginkan untuk masa depan kalian" ucap lembut Ayah Alfa.
"Benarkah yah??" ucap Frisil.
"Iya sayang, untuk butik biar urusan mamah" ucap lembut Mamah Airin, mengusap lembut rambut Frisil.
"Tidak usah ayah, Bryan lebih nyaman dengan posisi Bryan sekarang" ucap Bryan tersenyum.
"Yaudah Ayah berangkat dulu" ucap Ayah Alfa, mencium kening istrinya, setelah itu anak anaknya.
Setelah itu Bryan juga berpamitan untuk pergi ke perusahaan nya. Sedang kan Brayen mengantarkan Ara untuk sekolah.
Di Perusahaan Aero Grub.
Bryan melangkah kan kakinya masuk ke dalam, semua karyawan menunduk melihat kedatangan CEO perusahaan.
"Pagi Tuan" ucap Alkas.
"Pagi, ada berapa meeting hari ini?" ucap Bryan di dalam lift.
"Empat kali meeting tuan" ucap Alkas.
Disisi Lain.
Seorang wanita yang sedang bersiap siap untuk pergi ke salah satu perusahaan yang baru saja memberitahukan jika hari ini ada interview untuknya.
Wanita itu ialah Keisya, seorang pelajar yang baru saja lulus dengan beasiswa yang ia punya. Ia tinggal sendiri di sebuah kontrakan kecil di daerahnya.
"Key mau kemana?" ucap Adit yang melihat Keisya berjalan terburu-buru.
"Bentar lagi ada intervensi di perusahaan Aero Grub. Yah walaupun sebagai OB tapi semoga saja aku di terima disana" ucap Keisya kepada sahabatnya itu.
"Sini naik, aku antar" ucap Adit.
"Gausah Dit, kamu mau kerja kan? nanti telat kalo nganter aku dulu" ucap Keisya.
"Kebetulan searah, ayo naik buruan" ucap Adit, membuat Keisya langsung naik ke sepeda motor Adit.
Adit segera melajukan sepeda motor nya menuju perusahaan Aero Grub. Selang beberapa menit mereka sampai di depan gerbang perusahaan Aero Grub yang cukup besar.
"Makasih Dit, aku ke dalam duluu dahhh" ucap Keisya langsung berlari karena waktunya hanya tinggal 5 menit saja.
Keisya langsung masuk ke dalam dan menemui resepsionis disana. Mereka memberitahu kan Keisya untuk langsung pergi ke ruangan HRD disana.
"Permisi tuan" ucap Keisya membuka pintu ruangan HRD.
"Silahkan masuk, dengan Keisya Ananta" ucap HRD.
"Iya tuan" ucap Keisya.
"Baiklah mulai hari ini kamu bisa langsung kerja" ucap HDR, memberikan surat kontrak kepada Keisya.
Keisya langsung membaca isi kontrak yang ada di depannya, dengan cepat ia menandatangani dan menyetujui peraturan yang ada di perusahaan.
"Baik sekarang kamu bisa pergi ke ruang ganti di belakang, nanti ada seseorang disana." ucap HRD.
"Baik tuan makasih, saya permisi dulu" ucap Keisya sopan.
Keisya langsung berjalan menuju ke belakang, banyak pasang mata yang melihat Keisya dengan tatapan sinis nya. Setelah berganti seragam OB ia melihat Beni teman SMP nya dulu.
"Beni? ini kamu?" ucap Keisya.
"Eh kamu Kei, ngga nyangka kita satu kerjaan" ucap Beni melihat Seragam Keisya yang sama dengannya.
"Aku baru hari ini masuk kerja" ucap Keisya.
"Syukurlah ada kamu, ajarin aku cara kerjanya dong" ucap Keisya memohon.
"Iya aku bantu, tenang okey" ucap Beni.
Keisya mulai mengepel di lantai 2, tentunya dengan arahan Beni. Keisya menjalankan pekerjaan nya dengan sangat bersemangat, penampilan rambut yang di ikat satu memperlihatkan leher putih mulusnya.
~
~
2 Minggu kemudian.
Brayen mulai disibukkan dengan beberapa tawaran konser, rekaman demi rekaman mulai ia lakukan dengan support Selin tentunya. Banyak orang yang menyukai suara Brayen yang sangat lembut dan tentunya romantis.
"Brayen kali ini akan ada partner duet mu untuk Konsel Minggu depan." ucap Niko, manajer Brayen yang usianya tidak jauh dari usia Brayen.
"Siapa?" ucap Brayen.
"Nana, ini permintaan produser yang ingin kalian berdua dalam satu panggung." ucap Niko.
"Nana?" ucap Brayen.
"Kamu ngga akan tau, dia penyanyi juga" ucap Niko.
"Ohh oke baiklah" ucap Brayen melanjutkan bermain gitarnya.
Ketika Brayen asik dengan gitarnya, tiba tiba saja seseorang datang dari belakang. Membuatnya langsung membalikkan badannya.
"Haii Brayen" ucap Naya tiba tiba datang di studio musik tempat Brayen.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Haii semuanya
Jangan lupa Like, Coment, follow yaa
Instagram @linaa.pndk