
"Haloo" ucap Gori kepada istrinya.
"Pahhh rumah kita pahh,,,hikss,,hiksss" Tangis istrinya.
"Ada apaa? kenapa kalian menangis? rumah kita kenapa?" Tanya Gori semakin panik, mendengar tangisan istrinya dan anaknya.
"Rumah kita beserta isinya sudah di sita oleh pihak bank pah,,,hikss hikss" jawab istrinya.
"Kenapa bisa, uang untuk lunasi bank sudah aku berikan kemaren" bentak Gori.
"Maaf pah, uangnya aku buat ikut arisan sama beli perhiasan" ucap Istrinya.
"Bodoh kau" ucap Gori langsung mematikan ponselnya.
"Sudah tau kan keadaan istrimu dan anakmu" ucap Frisil memutar bolpoin yang berada di jari lentiknya.
"Bos maaf kan saya bos,, Saya khilaf bos" ucap pasrah langsung berlutut dihadapan Frisil.
Ia tahu akan akibat dari ulahnya itu. Gori tidak tahu jika akibatnya akan sebesar ini, sedangkan ketiga rekan kerjanya yang sudah ikut dalam pengambilan uang perusahaan secara diam diam, seketika mati kutu.
"Kalian kira saya tidak tau berapa kali kalian melakukan hal kotor seperti ini" bentak Frisil menggema di seluruh ruangan.
"Maafkan kami Bos, kami hanya tergiur karena ajakan dari manager Gori" ucap salah satu dari ketiga rekan Gori.
"Kalian tau gak? uang 10 ribu saja sudah mampu memberi makan satu keluarga yang hidupnya di bawah jembatan" ucap Frisil ingin mereka mengerti arti kehidupan sebelum riwayatnya akan tamat.
"Dan kalian sudah mengambil hampir 1M uang perusahaan untuk diri kalian sendiri" Bentak Frisil, membuat mereka berempat menundukkan kepala nya tidak ada yang berani menatap langsung bos nya.
"Alkas mana surat nya" ucap Frisil.
"Ini Bos" ucap Alkas memberikan surat pemecatan + ganti rugi yang harus masing masing mereka ganti.
"Jangan pernah menginjakkan kaki kalian di perusahaan ini lagi, kalian hanya mengotori perusahaan saja" ucap Frisil menaruh ke empat surat di atas meja.
"Bos jangan pecat saya bos, saya janji tidak akan mengulangi kesalahan kedua kalinya." ucap Gori berusaha meyakinkan bos nya.
"Tidak ada kesempatan untuk kalian semua di perusahaan ini, Pergi!!!" ucap tegas Frisil.
"Setidaknya bos hanya memecat saja, tidak mengikut sertakan hukum" batin Gori masih bisa bersenang senang di luar sana.
"Alkas jalankan." ucap Frisil kembali duduk ditempatnya, Ia mengerti apa yang dipikirkan oleh Gori.
Seketika masuklah ke empat polisi yang sudah disiapkan Alkas, membuat Gori dan ketiga rekan nya yang awalnya senang seketika langsung panik.
"Saya tidak bersalah, lepaskannn" teriak Gori berusaha melepaskan tangannya dari salah tau polisi yang mengunci kedua tangannya.
"Permisi tuan" ucap salah satu polisi kepada Alkas.
"Baiklah, terimakasih" ucap Alkas. Ia segera mendekati Bos nya.
"Non Frisil maaf kan saya sudah lalai dengan masalah sebesar ini" ucap Alkas merasa bersalah.
"Tidak apa Alkas, aku mengerti kamu sangat sibuk mengurus kerja sama dari perusahaan lain dan masih banyak lagi." ucap Frisil memaklumi hal itu.
"Terimakasih non Frisil" ucap Alkas sedikit lega.
"Alkas kamu tau Kak Della?" tanya Frisil.
"Tau bos, dia hanya karyawan biasa." Jawab Alkas.
"Non Frisil yakin?" ucap Alkas kaget.
"Kasih dia gaji berkali lipat dari gajinya yang sekarang, jika dia mau" ucap Frisil.
"Baik Non" ucap Alkas.
"Dan satu lagi, saya minta kamu cari karyawan baru di bagian resepsionis" ucap Frisil.
"Yang memiliki etika bagus, dan mengenakan pakaian yang sopan" ucap Frisil.
"Saya akan cari secepatnya bos" ucap Alkas.
"Saya pergi dulu, dan inget apa yang saya suruh tadi" ucap Frisil mengambil tas nya keluar dari ruangan CEO.
Semua karyawan tersenyum ramah ketika Frisil lewat di depan nya. Ia masih tidak tau siapa Frisil sebenarnya, tapi sikap mereka membuat Frisil senang karena mereka tidak memandang rendah siapapun yang datang di perusahaan itu.
Frisil memilih melewati lift khusus karyawan biasa. Ketika sampai di lantai bawah, Ia melihat kak Della yang sedang fokus mengerjakan pekerjaan nya dengan setumpuk berkas dimeja nya.
"Hai kak Dela" ucap Frisil mendekati meja kerja kak Della.
"eh Hai Frisil, udah selesai?" ucap kak Dela.
"Udah kok, Berkas ini? Banyak banget?" tanya Frisil penasaran dengan berkas sebanyak ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Haiii semuanyaa.
Sehat selalu yaaaa buat kalian semua
Jangan lupa LIKE, COMENT, VOTE YAA
Follow Instagram @Linaa.pndk
Salam kenal 🤗