
Sudah beberapa hari para tim evakuasi sudah mencoba menelusuri sekitar jurang yang cukup curam, namun mereka tidak menemukan keberadaan Airin dan Alfa.
Orang suruhan Abel sudah tertangkap oleh Hyper, Opa Gio menyerahkan semua kepada Hyper orang kepercayaan putranya. Hyper langsung membawa anak buah Abel ke sebuah ruangan.
"Aunty apa sudah ada kabar?" ucap Frisil kepada Lala.
"Belom ada Sil" ucap Lala lembut.
"Kak Frisill" panggil Ara yang baru saja pulang sekolah.
"Eh adek kakak udah pulangg" ucap Frisil tersenyum manis.
"Emm kak, ayah sama mamah masih lama ya kerjanya?" ucap Ara, membuat Frisil langsung menatap Aunty Lala yang ada disana.
"Sayang mamah sama ayah lagi kerja buat masa depan kamu juga" ucap lembut Aunty Lala.
"Boleh nggak Ara telfon mamah? Ara kangen" ucap Ara lesuh.
"Mamah sama ayah lagi meeting dek, disana juga sinyalnya sulit katanya" ucap Frisil mencoba mencari alasan.
"Yahhh" ucap Ara kecewa.
"Yaudah ayo sini ganti baju sama Aunty" ucap Lala menggandeng tangan Ara.
Sedangkan Bryan ia harus mengambil alih perusahaan RZ Grub dengan bantuan Brayen. Semua pasukan sudah dikerahkan, namun tidak ada dari mereka yang berhasil menemukan orang tuanya.
"Om Hyper apa sudah ada kabar dari kepolisian?" ucap Bryan, kenapa Hyper yang baru saja datang.
"Masih belom ada tuan" ucap Hyper sedikit gugup.
"Yahh kalian ngga mungkin ninggalin kita" ucap Bryan lirih, membuat Hyper melihat sedih dengan keadaan Bryan sekarang.
"Yakin lah, mereka pasti selamat. Dimana pun mereka berdua sekarang kita doakan saja" ucap Hyper menenangkan Bryan.
"Mereka pasti selamat" ucap Bryan optimis.
•
Flashback On.
Ketika mobil Alfa masuk ke jurang, ia berusaha membuka pintu samping mobil dengan kekuatan nya.
"Sayang hitungan ketiga kita loncat!!" perintah Alfa.
Airin terus menggenggam erat tangan Suaminya, ia pasrah dengan apa yang akan terjadi kepada nya dan suaminya.
"1.....2....3.... loncatt" perintah Alfa, mereka berdua langsung lompat dari dalam mobil.
Tubuh keduanya terpental keluar, dan tidak lama kemudian terdengar suara ledakan yang berasal dari mobil Alva.
"Sayangg" panggil Alfa mencari keberadaan istri nya.
"Tolongg" terdengar rintihan Airin.
Alfa segera bergegas mencari keberadaan Istri nya. Airin terkena benturan kecil di kepalanya dan luka goresan yang ada di bagian tubuhnya, dengan cepat Alfa langsung menggendong tubuh istrinya.
"Sayang bertahanlah" ucap Alfa, berjalan menuju tempat yang lebih aman.
Mereka menemukan gubuk kecil, Alfa segera membaringkan tubuh istrinya yang penuh dengan darah di bagian kepala. Alfa segera mencari daun daun yang bisa ia buat obat sementara.
Malam Hari.
"Tuannn" teriak Hyper, diikuti anak buah lainnya.
"Itu suara Hyper" ucap lirih Alfa, langsung berlari keluar dari gubuk.
"Hyperrr aku disini" teriak Alfa yang langsung di dengar oleh Hyper.
"Itu tuan Alfa" ucap Hyper berlari mendekati Alfa di ikuti anak buahnya.
"Bagaimana kondisi tuan??" ucap Hyper khawatir.
"Hanya luka kecil, cepat kalian bawa istriku. Dia membutuhkan pertolongan secepatnya" ucap Alfa panik.
Hyper langsung membawa kedua nya ke markas Kevin yang hanya Alfa dan Hyper yang mengetahui nya. Bahkan Airin tidak pernah tau tentang markas Kevin sebelum nya.
Namun karena Alfa lebih fokus dengan dunia bisnisnya, membuatnya tidak pernah datang lagi ke markas. Disana ada beberapa pasukan hitam yang cukup berbahaya, mereka semua dipilih langsung oleh Alfa dulu saat usianya 17 tahun.
"Hyper jangan beritahukan mereka semua jika kami masih hidup" ucap Alfa yang ada disamping tubuh Airin yang masih belom siuman.
"Kenapa tuan? Semuanya khawatir dengan kondisi kalian?" ucap Hyper.
"Ini demi kebaikan anak anak, kami akan mengawasi anak anak dari kejauhan." ucap Alfa.
"Baiklah, jika itu kemauan tuan" ucap Hyper.
"Kami sudah menangkap seseorang yang sudah membuat mobil tuan rem blong, sekarang dia ada di ruang bawah tanah" ucap Hyper.
"Okey baiklah, biarkan disana dulu. Aku akan fokus penyembuhan istriku" ucap Alfa menatap kearah istrinya.
"Baik tuan" ucap Hyper.
"Sayang dimana kita?" ucap Airin melihat sekeliling nya yang menurut nya sangat asing.
"Sayang kamu sudah Siuman, syukurlah." ucap Alfa lembut mencium kening istrinya.
"Apa yang terjadi?" ucap Airin, mencoba mengingat kejadian membuatnya dan suaminya terjun ke jurang.
"Sayang kita masih selamat??" ucap Airin tidak menyangka.
Alfa menyuruh pasukan hitam untuk mengawasi semua anak anak nya, ia tidak ingin terjadi apa apa dengan putra dan putrinya.
Flashback off
Hari demi hari Bryan, Brayen dan Frisil mulai menjalani kehidupan nya tanpa kedua orang tuanya. Mereka harus tetap bangkit, tidak boleh terus menerus terpuruk atas hilangnya kedua orang tuanya.
Tepat hari ini, kelulusan Bryan dan Brayen. Frisil juga sudah bersiap dengan pakaian rapi nya. Aunty Lala dan Om Farhan juga akan datang sebagai wali dari Brayen dan Bryan nantinya.
"Dekk kamu bisa jalan lagi??" ucap Brayen yang sudah rapi dengan pakaian jas hitam nya, di ikuti Bryan dibelakang.
Keduanya terkejut melihat kondisi adeknya yang sudah bisa berdiri, bahkan keduanya juga terpana dengan penampilan Frisil saat ini.
"Hehehehe, sebenarnya aku sudah bisa jalan sejak seminggu yang lalu" ucap Frisil cengengesan.
"Syukurlah" ucap Bryan dan Brayen bersamaan langsung memeluk Frisil.
"Bagaimana penampilanku?" ucap Frisil, berputar memperlihatkan dress nya.
"Perfect" ucap Bryan dan Brayen bersamaan.
"Hahahaha" tawa Frisil.
"Pagi kak, pagi Aunty" ucap Ara dengan keceriaan nya.
"Pagi sayang" ucap Aunty Lala.
"Pagi Adek kakak yang cantik banget" ucap Bryan menggendong tubuh Ara.
"Aunty udah berapa bulan ini?" ucap Frisil mengusap lembut perut Lala yang sudah membesar.
Setelah pernikahan Farhan dan Lala tidak langsung diberi momongan, namun hal itu tidak membuat rasa sayang dan cinta Farhan berkurang sedikit pun.
Farhan selalu mensupport istrinya, keduanya menghabiskan waktu berdua mereka yang cukup lama. Doa dan usaha selalu mereka lakukan.
Setelah penantian yang panjang, 8 bulan yang lalu kebahagiaan datang di keluarga kecil keduanya. Buah hati yang mereka nantikan selama ini akhirnya datang juga.
"8 bulan jalan sayang" ucap Aunty Lala.
"Semoga lancar ya bentar lagi lahirannya" ucap Brayen lembut.
"Aamiin" ucap Aunty Lala.
"Kalian berangkat dulu aja, nanti om sama Aunty nganter Ara dulu. Setelah itu kesekolah kalian" ucap Om Farhan yang sudah rapi dengan pakaian nya.
"Iya om, kami berangkat dulu." ucap Bryan berpamitan kepada Aunty Lala dan Om Farhan.
"Kak jangan bilang ke kak Vero sama yang lain ya soal kondisi ku. Biar jadi kejutan" ucap Frisil tersenyum manis.
"Okey tuan putri" ucap Bryan.
Bryan menjalankan mobilnya menuju salah satu hotel tempat wisuda nya kali ini. Mobil sampai di depan lobby, banyak pasang mata yang melihat kedatangan mobil Sport yang dikendarai Bryan dan Brayen.
Wisuda kali ini terdapat 3 sekolah sekaligus yang dijadikan satu tempat, karena ruangan yang sangat luas di hotel itu.
"Keren banget mobilnya."
"Ganteng banget ya ampun"
"Gilakk cool banget"
"Pengen kenalan rasanya"
Brayen dan Bryan turun dari mobil, mereka melangkah kan kakinya mendekati Leo dan Vero yang baru saja datang.
"Frisil ngga bareng kalian?" ucap Vero.
"Engga, katanya nanti bareng sama Tante, om gue" ucap Brayen.
"Sabar broo, bucin amat jadi orang" ucap Leo.
"Vero ini kamu ya" ucap cewek yang tiba tiba saja datang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Haii semuanya
Jangan lupa Like, Coment, Follow yaa
Instagram @linaa.pndk