
"Vero ini kamu ya?" ucap cewek yang tiba tiba saja datang.
"Eh Lo Nad" ucap Vero mengenali cewek itu.
"Apa kabar Lo" ucap Nadia.
"Yah seperti yang Lo lihat" ucap Vero.
"Eh ya kenalin, ini Nadia temen SMP gue" ucap Vero.
"Gue Bryan" ucap Bryan.
"Brayen." ucap Brayen.
"Gue Leo" ucap Leo.
"Gue ngga nyangka kita ketemu disini" ucap Nadia, dijawab senyuman oleh Vero.
"Yaudah gue pergi dulu" ucap Vero langsung cabut di ikuti yang lainnya.
"Lo hati hati aja" bisik Brayen.
"Engga engga, tenang aja" ucap Vero.
Selang beberapa saat ketika acara akan mulai, Om Farhan bersama aunty Lala datang dan duduk di tempat yang sudah di siapkan. Acara pun terpaksa dengan sangat lancar. Brayen dan yang lainnya berjalan mendekati Aunty Lala dan Om Farhan.
"Selamat ya atas kelulusan kalian" ucap Aunty Lala kepada Brayen dan yang lainnya.
"Selamat yah" ucap Om Farhan.
"Makasih Aunty, Om" ucap bersamaan mereka.
"Frisil ngga ikut om?" ucap Vero tidak melihat keberadaan kekasih nya.
"Katanya tadi kami disuruh duluan, dia nyusul" ucap Om Farhan.
Secara bersamaan.
"Kakkk" panggil Frisil tiba tiba datang di ikuti salah satu anak buahnya yang membawa beberapa buket.
"Sayangg, kamu bisa jalan??" ucap Vero terkejut.
"Yaa aku bisa, ini kejutan buat kamu" ucap Frisil cengengesan.
"Aku seneng banget, makasih udah datang" ucap Vero lembut memeluk tubuh Frisil.
"Ini buat kak Vero, selamat buat kelulusan nya" ucap Frisil memberikan buket bunga untuk Vero.
"Makasih sayang" ucap Vero sangat bahagia.
"Eh ya ini buat kak Brayen, Kak Bryan sama kak Leo" ucap Frisil memberikan buket bunga untuk mereka.
"Adek gue emang ga pilih kasih" ucap Bryan mengusap lembut rambut Frisil.
"Yaudah aku kesana dulu ya sama Kak Vero" ucap Frisil berpamitan kepada kakaknya dan Aunty nya.
Vero menggandeng tangan Frisil mencari keberadaan Mamah Sara sama papah Harsa. Mereka sangat senang melihat kondisi Frisil saat ini yang sudah membaik.
"Om Tante" ucap Frisil sopan.
"Makin cantik aja kamu" ucap Tante Sara.
"Hehehehe makasihh Tan" ucap Frisil malu.
"Pilihan Vero ngga pernah salah mah" ucap Vero merangkul pundak Frisil di depan kedua orang tuanya.
"Kakkk" ucap Frisil dengan raut muka seperti kepiting rebus.
"Hehehehe iya iya sayang" ucap Vero mengusap lembut rambut Frisil.
"Siang Tante om" ucap Nadia tiba tiba saja datang bersalaman dengan Tante Sara dan Om Harsa.
"Eh Nadia ya ini" ucap Tante Sara.
"Iya Tan, apa kabar Tante Om?" ucap Nadia.
"Kami baik, udah lama Lo kamu ngga main ke rumah" ucap Tante Sara.
"Hehehehe, eh ini siapa Tan?" ucap Nadia melihat keberadaan Frisil diantara mereka.
"Dia calon mantu Tante. Cantik kan" ucap Mamah Sara tersenyum manis ke arah Frisil.
"Frisil" ucap Frisil bersalaman dengan Nadia.
"Nadia teman SMP Vero dulu" ucap Nadia, dijawab Frisil dengan senyuman manisnya.
"Vero beruntung dapat cewek secantik Frisil" batin Nadia.
Nadia ialah teman baik Vero, karena memang orang tua mereka bersahabat baik. Membuat hubungan mereka juga baik dulunya, namun Vero tidak pernah memiliki perasaan lebih buat Nadia.
"Kak aku ke toilet dulu ya" ucap Frisil.
"Aku temani" ucap Vero.
"Aku bisa sendiri tenang aja, kamu disini aja okey" ucap Frisil lembut.
"Yaudah hati hati" ucap Vero.
Frisil langsung berjalan menuju Toilet yang ada di sana, disisi lain Kiya yang melihat Frisil masuk ke toilet sendiri membuat tersenyum puas.
"Kali ini aku akan beri Lo pelajaran" batin Kiya.
"Kalian tunggu disini, aku akan beri balas dendam kepada anak ingusan yang ngrebut Vero dari aku" ucap Kiya kepada kedua temannya.
"Kalo butuh bantuan kita, tinggal panggil aja okey" ucap Salma.
Ketika Kiya akan berjalan masuk ke dalam, tiba tiba saja ada seseorang yang menariknya dan membawanya pergi. Mereka adalah pasukan black yang ditugaskan langsung oleh Alfa.
"Siapa kalian??" Bentak Kiya melihat 2 orang laki laki berpakaian serba hitam.
"Tolonggg" teriak Kiya, namun tidak ada seorang pun yang mendengarkannya.
Disisi lain.
Frisil selesai dari toilet, ketika keluar ia langsung dihadang oleh Salma dan Lusi.
"Dimana Kiya?" ucap Lusi.
"Kiya?? Lo cari aja sendiri" ucap Frisil memutar bola matanya, dan langsung pergi meninggalkan keduanya.
"Dasar adek kelas gak punya sopan santun" ucap Salma emosi.
~
~
"Iya om, makasih udah datang" ucap Brayen sopan.
Aunty Lala dan Om Farhan pergi meninggalkan hotel. Tiba tiba datang seseorang dari belakang nya.
"Kak Brayen" panggil Selin datang bersama Cika.
Namun Brayen hanya terdiam melihat penampilan Selin kali ini, sungguh auranya kali ini sangat terpancar jelas.
"Selin" ucap lirih Brayen menghampiri Selin.
"Selamat ya kak atas kelulusan kak Brayen" ucap Selin lembut.
"Makasih Sel udah datang" ucap Brayen terus menatap ke arah Selin.
"Ehmmmm" ucap Cika, membuat kedua nya langsung mengalihkan tatapannya.
"Leo" panggil Brayen mengode sesuatu yang sudah ia rencanakan.
Leo langsung pergi mengambil sesuatu, Bryan langsung menarik tangan Cika untuk menjauh dari Brayen dan Selin.
"Ada apa sih?" ucap Cika kepada Kak Bryan.
"Lihat aja" ucap Bryan.
Leo datang membawa buket bunga spesial untuk Selin. Hal itu membuat Selin tersenyum karena perlakuan manis kak Brayen. Banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka berdua.
"Selin mungkin kamu udah tau perasaanku sama kamu dengan perlakuan ku selama ini ke kamu" ucap lembut Brayen menggenggam erat tangan Selin.
"Aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu." ucap Brayen tersenyum manis kepada Selin yang saat ini menahan diri.
"Apa kamu bersedia menjadi pendamping hidupku untuk kedepannya?" ucap Brayen tulus.
"Yaa aku mau" ucap Selin, membuat Brayen reflek memeluk erat Selin.
"Makasihh Selin" ucap lembut Brayen.
"Uhuyyyy jadian nihh" ucap Leo.
"Uuu sosweet bangettt" ucap Cika.
"Ada apa ini? Kalian udah jadian?? wahh selamat yaa" ucap Frisil baru saja bergabung.
"Hehehehe makasih Sil" ucap Selin.
"Awas ya Lo sampe nyakitin perasaan sahabat gue" ucap Frisil menatap sinis ke arah Brayen.
"Tenang aja, Selin aman ditangan gue" ucap Brayen merangkul pundak Selin.
"Eh ya ini kayanya pertemuan terakhir kita" ucap Leo.
"Lo omong apasih" ucap Bryan.
"Gue akan menetap di negara X sama nyokap bokap" ucap Leo.
"Yahh ga seru ni bocah" ucap Bryan.
"Gue ngga akan pernah lupain kalian" ucap Leo memeluk Vero, di ikuti Bryan, Brayen.
~
~
Sejak hari itu, mereka menjalani kehidupan mereka masing masing. Brayen dan Bryan langsung turun tangan memegang perusahaan Aero Grub dan juga RZ Grub milik ayahnya.
Sedangkan Frisil ia fokus dengan bisnis butik milik mamahnya yang harus ia ambil alih. Perusahaan dan juga bisnis butik semakin meningkat karena ke kompakan mereka bertiga yang harus mempertahankan bisnis kedua orang tuanya.
Malam Hari
"Halo sayang" ucap Vero.
"Iya sayang ada apa?" ucap Frisil.
"Bersiaplah aku akan jemput kamu bentar lagi" ucap Vero.
"Kok dadakan banget" ucap Frisil.
"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan" ucap Vero.
"Yaudah okey sayang, hati hati dijalan" ucap Frisil.
Frisil segera bersiap, ia berjalan menuruni tangga. Dan melihat Bryan yang baru saja pulang dengan kondisi lelah.
"Kamu mau kemana?" ucap Bryan.
"Pergi sebentar sama Kak Vero." ucap Frisil.
"Hati hati, pulang nya jangan malam malam" ucap Bryan.
"Iya kak" ucap Frisil, berjalan keluar rumah.
Frisil langsung naik ke mobil Vero, mereka menuju ke salah satu cafe tempat favorit mereka. Vero menggandeng lembut tangan Frisil untuk masuk ke dalam.
"Sayang apa yang ingin kamu bicarakan?" ucap Frisil, melihat Vero yang sedikit berubah.
"Kenapa kamu sedih gini?" ucap Frisil mengusap kedua pipi Vero.
"Sayang besok aku harus ke Amerika, untuk memajukan perusahaan ku disana." ucap Vero, tidak berani menatap Frisil.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Haii semuanya
Jangan lupa Like, Coment, follow yaa
Instagram @linaa.pndk