
Hari ini ialah hari yang ditunggu Selin, ia ingin menunjukkan bakatnya dalam make over. Para Siswi yang mengikuti lomba akan diberi waktu 2 jam untuk make over model nya masing masing. Yang akan dimulai jam set 5 sore.
"Cika mana sih?" ucap Frisil.
"Gimana nih Sil, waktunya tinggal 3 menit lagi" ucap Selin dengan khawatir.
Tringg' suara telfon Frisil.
"Cika Lo dimana sih? perlombaan akan segera mulai" ucap Frisil.
"Frisil gue mohon Lo mau ya jadi model nya, perut gue mules banget ini" ucap Cika.
"Gak gakk gue gamau" ucap Frisil.
"Sil Lo ga kasihan sama Selin, dia akan di diskualifikasi. Dan itu akan membuat nya merasa sedih" ucap Cika.
"Tapii..." ucap Frisil, terpotong.
"Akhhh gue mules lagi, gue harap Lo mau jadi model nya, ini demi persahabatan kita" ucap Cika mematikan ponselnya.
"Gimana Sil?? Cika udah kesini?" ucap Selin, ia sebenarnya tau akan rencana ini.
"Cika gabisa datang" ucap Frisil, membuat Selin langsung terduduk lemas.
"Selin Lo gausah sedih, gue bersedia jadi pengganti model nya" ucap Frisil tidak tega melihat Selin yang terlihat sangat sedih.
"Benarkah?? Lo yakin Sil?" ucap Selin langsung terlihat senyum di bibir nya, dijawab anggukan oleh Frisil.
"Perlombaan akan dimulai dalam hitungan 3 ------ 2 ------- 1" ucap salah satu pembawa acara di sore hari itu.
Selin dengan tlaten me make over Frisil dengan hati hati, bahkan ketika masih 1 jam berlalu Frisil sudah sangat terlihat cantik. Frisil juga sudah berganti kostum yang sudah di pesan khusus untuk Cika dari butik mamahnya langsung.
Airin dengan senang hati, Airin langsung membuatkan Desain khusus untuk anaknya. Yah Cika sudah memberitahukan kepada Mamah Airin tentang rencananya, dan Airin mendukung rencananya.
"Kepana gaunnya bisa pas kaya gini" ucap Frisil.
"Kebetulan mungkin tubuh Lo emang sama kaya Cika" ucap Selin.
"Yahh mungkin" ucap Frisil percaya.
Disisi lain.
"Leo apa sudah siap semuanya?" ucap Vero sedikit gugup dengan rencana nya.
"Udah siap semuanya bro" ucap Leo.
"Acara nya sudah akan mulai, ayo kita kedepan" ucap Brayen.
"Wih yah mau liat gebetan nya tampil" ucap Leo.
Mereka bertiga duduk di barisan depan yang sudah disiapkan. Malam itu halaman sekolahan terlihat sangat padat oleh semua para pelajar dari berbagai sekolah. Bahkan ketika Vero datang ia langsung diserbu oleh siswi dari sekolah lain.
"*Selamat malam semuanyaa" ucap pembawa acara dengan semangat.
"Malammm" jawab para murid.
"Sebentar lagi acara akan kita mulai, untuk para juri dipersilahkan untuk ke tempat yang sudah di siapkan" ucap pembawa acara*.
Sedangkan Selin sudah berhasil membuat Frisil terlihat sangat cantik malam ini. Selin tidak menyangka jika sahabat nya ini memiliki aura yang luar biasa.
"Sil Lo cantik banget sumpah" ucap Selin, masih mengagumi hasil make up nya.
"Ini juga karena bakat yang Lo punya" ucap Frisil.
Tiba tiba Cika datang,
"Ya ampun cantik bener sahabat gue" ucap Cika.
"Gak salah pilih gue emang" ucap Cika.
"Haa? jangan jangan ini rencana kalian kan?" ucap Frisil, membuat keduanya cengengesan.
"Maaf Sil, ini memang rencanku." ucap Cika.
"Pantes aja, gue disuruh nemenin. Padahal kan kata panitia cuma 2 orang yang ada di bilik" ucap Frisil.
"Hehehehe tapi sumpah Lo cantik banget Sil, ditambah body goals yang Lo miliki" ucap Selin
"Kalo bukan demi kalian, aku ga akan mau" ucap Frisil.
"Makasih ya Sil, Lo penyelamat buat gue" ucap Selin memeluk Frisil.
"Iya sama sama" ucap Frisil.
Mereka bersiap siap, Selin juga memoles sedikit penampilannya. Dan Cika membantunya untuk merapikan rambut panjang milik Selin.
"Kita panggilkan para MUA muda dari berbagai sekolahan" ucap pembawa acara.
Saat itu muncul lah beberapa orang dengan pakaian rapi, membuat semua orang bertepuk tangan. Ketika Selin berjalan di atas panggung, Brayen tidak lepas dari kecantikan Selin malam ini.
"Cantik dan berbakat" batin Brayen kagum dengan Selin.
"Selin capek bener malam ini" ucap Leo, membuat Brayen langsung menatap nya dengan tajam.
"Tenang broo" ucap Leo.
"Dan sekarang yang kita tunggu tunggu,, ledies tunjukan pesona kalian" ucap pembawa acara dengan bersemangat.
Alunan musik mulai dimainkan, riuh penonton semakin memenuhi halaman sekolahan malam itu. Kiya mulai keluar dengan anggunnya di ikuti suara riuh para siswi.
Selin mendapatkan nomer yang terakhir, hal itu membuat Frisil akan tampil juga yang terakhir. Ketika Vero dan lainnya sedang melihat beberapa model mereka dikagetkan dengan datangnya Cika.
"Loh bukan nya Lo yang jadi model nya Selin?" tanya Brayen.
"Bukan, Frisil yang jadi model nya" ucap Cika, membuat Vero yang awalnya fokus memainkan hp nya langsung melihat ke arah Cika.
"Apaa? Frisil?" ucap Vero.
"Lihat aja bentar lagi" ucap Cika.
"Kita panggilkan peserta terakhir, Frisilla dari SMA Tunas Bangsa" ucap Pembawa Acara dengan di ikuti tepuk tangan dari para siswa dan siswi.
Frisil dengan santai nya berjalan anggun dan senyum di bibirnya membuat nya kecantikannya semakin terpancar malam ini. Airin berjalan tanpa rasa gugup sama sekali, ia terlihat sangat profesional.
"*Ya ampun cantik banget"
"Cakep bener"
Ucap beberapa murid yang kagum melihat kecantikan Frisil*.
"Lihat lah, cantik kan?" ucap Cika.
"Cantik banget" ucap Vero tiba tiba membuat Bryan dan yang lain langsung menatap nya.
"Kenapa? ada yang salah" ucap Vero.
"Ga ada yang salah bro, cuma sedikit kaget aja" ucap Leo.
"Wah wah wahhh, akhir yang sangat indah." ucap pembawa acara juga terkesima melihat Frisil.
Sedangkan Kiya dan Anez yang melihat Frisil seketika langsung melihat Frisil dengan kebencian. Mereka iri dengan kecantikan yang dimiliki Frisil, bahkan penampilan Frisil memang sangat profesional.
Frisil melihat sekeliling nya, matanya terhenti ketika melihat Vero yang terus menatap nya dengan senyuman. Frisil langsung membalas senyuman itu, membuat Vero sedikit salting.
Acara pun semakin meriah ketika para juri sudah memutuskan siapa pemenangnya. Suara Riuh penonton semakin ramai, mereka memiliki idola masing masing.
"Baiklah yang kita tunggu tunggu sekarang, siapa yang akan menjadi Queen malam ini?" ucap Pembawa Acara, membuat semua para murid menyebutkan macam macam idolanya.
"Untuk juara Harapan ketiga selamat untuk Naina dari SMA Merdeka.
Harapan kedua selamat untuk Kiki dari SMA Merdeka
Untuk Harapan pertama selamat untuk Anez dari SMA Tunas bangsa." Tepuk tangan penonton semakin ramai.
"Kita lanjut?" tanya Pembawa acara.
"Lanjuttt" teriak para murid tidak sabar.
"Untuk juara ketiga selamat untuk Nisa dari SMA Garuda
Untuk juara kedua selamat untuk Kiya dari SMA Tunas Bangsa" ucap Pembawa acara terhenti membuat semua orang terdiam..
"Dann untuk juara pertama dan Queen malam ini ialahhhh Selamat untuk Frisilla dari SMA Tunas Bangsa" teriak pembawa acara di ikuti tepuk tangan para murid.
Frisil berjalan anggun melewati Anez dan Kiya,, Vero juga tidak melepaskan tatapan nya terhadap Frisil. Para juri memberikan mahkota kepada Frisil.
"Terimakasih kak" ucap Frisil.
"Kalo boleh tau siapa perancang gaun yang sekarang kamu pakai?" ucap Juri karena dibuat tidak fokus dengan Gaun Spesial yang dipakai Frisil.
"Gaun ini dirancang khusus oleh mamah ku langsung" ucap Frisil dengan bangga nya.
"Keren sekali, selamat ya sekali lagi" ucap Juri.
Acara pun dilanjut dengan kedatangan musisi yang cukup terkenal untuk menghibur para penonton malam ini dan memeriahkan acara malam ini.
Frisil sudah berganti dres biasa yang masih saja terlihat elegan untuk nya. Ketika keluar Vero langsung memeluknya, membuat Frisil syok dengan apa yang Vero lakukan.
"Selamat, kamu cantik malam ini" bisik Vero.
"Makasih kak" ucap Frisil.
"Ehmmm" datanglah Brayen di ikuti yang lainnya.
"Eh kalian" ucap Frisil melepaskan pelukan Vero.
"Dunia memang milik berdua" ucap Cika, membuat semuanya tertawa.
"Eh ya Vero, bentar lagi kita tampil" ucap Leo.
"Kalian tampil?" tanya Frisil.
"Kalian ngga tau suara merdu kita bertiga" ucap Leo.
"Dihh" ucap Cika.
"Aku pergi dulu" ucap Vero kepada Frisil.
"Aku kesana dulu ya" ucap Brayen kepada Selin.
"Ya ampun gue berasa obat nyamuk sumpah" ucap Cika.
"Yaudah ayo ayo kita kesana" ucap Selin mengajak kedua sahabatnya duduk di barisan terdepan.
"Kita panggilan kan Vero, Bryan dan Leo" ucap pembawa acara, membuat para kaum hawa berteriak histeris melihat kedatangan para idolanya.
"Sebelumnya saya ucapkan terimakasih untuk para siswa dan siswi yang bersedia ikut serta dalam event malam ini" ucap Vero terlihat sangat tegas.
"Dan lagu yang akan saya bawakan ialah lagu spesial untuk wanita yang ada disana" ucap Vero menunjuk ke arah Frisil.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Haii semuanya
Jangan Lupa Like, Coment, Follow yaa
Makasih yang udah support Outhor sampai sekarang
Instagram @linaa.pndk
salam kenal buat kalian semua🤗