One Night Surprise

One Night Surprise
EPISODE 45 - Kiya Dkk



"Hmmm ada mangsa baru ni kayanya" ucap Leo menatap ke arah Frisil dan teman temannya.


"Liat lah adek kelas kita, bibit unggul ini mah" ucap Leo. Namun Brayen hanya sekolah melirik Adeknya.


Sedangkan Vero terlihat acuh, ia memilih memainkan Hp nya dari pada menanggapi para siswi yang terus menggoda nya.


"Vero lo mau pesen apa?" tanya Leo.


"Es jeruk sama soto aja" jawab Vero.


"Gue samain aja" ucap Brayen.


Leo menjawab dengan mengacungkan jempol nya, dan langsung menuju warung soto Mbok Yati. Diwaktu yang bersamaan Kiya Dkk berdiri dan melangkah menuju meja Vero dan Brayen.


"Haii sayangg" ucap Kiya mengalungkan tangannya di leher Vero.


"Apaansih, lepas" ucap Vero melepaskan tangan Kiya.


"Lo gak capek apa, gangguin kita?" ucap Brayen risih dengan kedatangan Kiya dkk.


"Aku kan nyamperin pacar aku" ucap Kiya duduk disamping Vero dan berglayutan di tangan Vero.


"Lo bukan pacar gue, dan stop gak usah deketin gue lagi" bentak Vero menghempaskan tangan Kiya.


"Auww,," rintih Kiya.


"Quenn lo gapapa kan" ucap Salma.


Seketika seisi kantin langsung mengarah ke arah Kiya Dkk. Frisil dan lainnya yang sedang makan juga terusik karena kegaduhan di samping meja nya.


"Dasar ganjen" ucap Frisil spontan karena sedari tadi ia mendengar percakapan Kiya, Brayen dan Vero.


Kiya yang berada tepat di belakang Frisil, ketika dirinya mendengarkan kata ganjen, seketika Kiya dkk kaget dan mencari asal suara itu.


"Apa maksud loo?" teriak Kiya menjambak rambut Frisil.


"Apaan sih lo, lepasin" ucap Frisil menahan sakit di rambut nya.


"Lo bilang gue ganjenn?? Lo anak baru lahir kemaren sore aja udah sok berani ngatain gue" bentak Kiya semakin menarik keras rambut Frisil.


Kedua sahabat Frisil langsung mendorong tubuh Kiya agar segera melepaskan rambut sahabatnya.


"Kalian emang ganjen, dasar gak tau malu" ucap Cika.


"Dasarrr kalian" teriak Kiya dkk langsung menarik rambut Cika, dan Frisil.


"Lo sebagai cowok bantuin, bukan malah liatin doang!! ini semua juga karena loo pada" Bentak Selin kepada Brayen dan Vero yang bengong.


Ketika Brayen melihat bola mata Selin, entah kenapa ia langsung terdiam dengan perasaan yang entahlah Brayen tidak mengerti. Brayen terus saja menatap lekat bola mata indah Selin yang sedang marah.


"Hentikann" bentak Vero menarik paksa tangan Kiya.


"Aku harus beri pelajaran sama tuh cewek," bentak Kiya.


"Lo pergi dari sini atau lo mau gue aduin ke bk biar lo di DO karena kelakuan lo selama ini" ucap Vero mengancam Kiya dkk.


Kiya yang melihat kemarahan Vero menjadi diam seribu bahasa, ia tau jika sekolahan ini milik Vero. Kiya tidak ingin di keluarkan dari sekolahan ini.


Dengan segera Kiya mengajak Salma dan Lusi cabut dari kantin dengan penampilan Kiya yang sudah acak acak an karena ulah Frisil.


"Lo gapapa kan?" tanya Vero kepada Frisil, karena ia melihat rambut Frisil yang sedikit acak.


"Gapapa" ucap singkat Frisil langsung merapikan rambutnya dan duduk di tempat nya lagi untuk melanjut sesi makannya.


"Dasar masih aja kaya es batu" batin Brayen, melihat Frisil masih saja bersikap dingin terhadap cowok.


Vero yang melihat Adek kelas nya itu baik baik saja, ia segera kembali duduk di bangkunya.


"Semuaa kembali ke tempatnya" bentak Brayen seketika membuat siswa siswi yang berada di kantin kembali ke tempat nya masing masing. Leo pun datang dengan membawa pesanan kedua sahabatnya itu.


"Ehh btw, itu Adek kelas keren juga berani nglawan Kita Dkk" ucap Leo melirik ke arah Frisil yang sedang asik makan.


"Emang good sih" ucap Brayen.


Kedua sahabatnya sedang asik melihat ke arah Frisil dan teman temannya. Namun berbeda dengan Vero ia malah asik makan dan bermain ponsel nya tanpa melirik siswi yang ada di kantin.


"Liat sang idola kita, walaupun dingin tetep aja terlihat Cool"


"Hatiku selalu untuk mu Kak"


Frisil dan lainnya selesai makan langsung menuju ke kelas nya tanpa melihat ke arah Brayen dan lainnya. Mereka berjalan menuju ke kelas nya untuk memulai pelajaran.


Bel pulang sekolah pun berbunyi.


"Sill lo bareng kita aja" ucap Cika.


"Ngga usah gapapa, aku udah pesen ojek ini" ucap Frisil.


"Yaudah kapan kapan bareng kita aja, kita pamit duluan ya" ucap Cika menuju parkiran, sedangkan Frisil berjalan menuju Halte.


"Pak nanti turunin di supermarket depan sana ya" ucap Frisil kepada abang ojek.


"Siap neng." jawab abang ojek.


Frisil turun dari ojek dan mengeluarkan satu lembar uang 50 ribu untuk di kasihkan abang ojeknya.


"Ini buat Abang, makasih ya. Kembaliannya buat abang aja" ucap Frisil langsung berlari memasuki supermarket.


"Ehh neng, kebanyakan atu ini mah" ucap Abang Ojek.


"Gapapa bangg" teriak Frisil masuk kedalam supermarket.


Para pegawai laki laki seketika langsung melihat ke arah Frisil yang masih memakai pakaian seragam SMA dan memiliki aura kecantikan yang sangat luar biasa.


Frisil sangat senang bisa ke supermarket di dekat rumah nya. Terakhir ia kesini ketika masih SD sebelum lanjut sekolah di Paris. Dan sekarang ia kembali lagi kesini sudah umur 17 tahun.


Frisil mengambil Trolly dan langsung menuju ke arah Snack. Ia mengambil beberapa snack yang ia suka untuk di taruh di lemari khususnya.


Sebelum pulang Frisil meminta mamahnya untuk memesankan lemari khusus untuk Snack dan beberapa minuman untuk di taruh di dalam kamar nya.


Brukkk


"Ehhh kamu gapapa dek, mana yang luka" ucap Frisil membantu anak laki laki berusia sekitar 5 tahun yang terjatuh karena menabrak tubuh Frisil.


"Tidak apa tante, maaf Marcel gak sengaja tadi" ucap sopan anak laki laki itu.


"Tidak papa Marcell, beneran gak ada yang luka?" tanya lembut Frisil memastikan sekali lagi.


"Tidak ada tante cantik,, yaudah Marcel kesana dulu ya, takut Mamah sama kakak nyariin,,,, Cupp" ucap Marcel mencium pipi Frisil dan langsung berlari meninggalkan Frisil yang mematung karena ulah anak kecil itu.


"Gemes banget" ucap Frisil berdiri mendorong Trollynya menuju tempat minuman.


Namun ketika akan mengambil menuman tiba tiba saja ada seseorang wanita seumuran mamahnya berada tepat di sampingnya dan bersamaan ingin mengambil minuman yang sama.


Seketika Frisil langsung memundurkan langkahnya menghindari wanita itu yang tidak lain ialah Tiara yang dulu menyiksanya hingga membuat nya trauma sampai sekarang.


"Tidak tidakk, jangan jangan" ucap Lirih Frisil berjalan mundur dengan keringat yang sudah membasahi kulit wajah, tangan dan kakinya.


'Brukk'


Tanpa sengaja Frisil menabrak seseorang, yang membuat nya langsung memutarkan tubuhnya dan ternyata itu adalah Vero, teman Kakanya di sekolahnya yang saat ini memperlihatkan exspresi datar dan dinginnya.


"Lo ngapain jalan mundur?" tanya Vero cuek.


.


.


.


.


.


.


.


.


#Haii Semuaanyaaa


Jangan lupa VOTE,


BANTU LIKE, COMENT, FOLLOW YAAA


Instagram @linaa.pndk