
"Dia wanita ****** kak, aku sering liat Melia bergonta ganti cowok di hotel?" ucap Frisil menahan air mata nya, karena ini untuk pertama nya kakak yang sangat dekat dengan nya membentaknya.
"Semakin ngaco kamu dek, sebaiknya urus saja urusanmu sendiri. Jangan urus urusan kakak" ucap Bryan dengan tegas, membuat air mata Frisil menetes namun segera Frisil hapus dan pergi ke kamar nya.
"Habis dari mana Sil?" tanya Brayen tidak ada jawaban dan melihat raut muka adek nya sedang menahan emosi.
"Dia kenapa? tumben banget" batin Brayen berjalan mendekati Bryan.
"Tuh anak kenapa tadi? sampai keluar tanduk nya begitu" ucap Brayen melihat Bryan saudara nya sibuk memainkan ponsel nya.
"Gak tau, aneh emang" ucap cuek Bryan.
"Yaudahlah, yok mabar" ajak Brayen kepada Bryan.
"Lo login aja dulu, nanti gue nyusul" ucap Bryan.
"Okey" jawab Brayen.
Di Pagi Hari.
"Mah ayah udah berangkat ya?" ucap Ara yang sudah rapi dengan pakaian seragamnya pergi kesekolah.
"Ayah ada meeting, jadi berangkat nya awal sayang" ucap Mamah Airin menyiapkan makanan untuk anak anak nya.
"Pagii semua" ucap Brayen datang di ikuti Bryan di belakang nya.
"Pagi anak ganteng mamah" ucap Mamah Airin.
"Frisil belom bangun mah?" tanya Brayen.
"Palingan bentar lagi juga turun" ucap Mamah Airin.
Setelah beberapa saat, Frisil datang tanpa ada senyuman manis yang biasanya ia tunjukkan. Frisil sudah berpakaian biasa rapi. Ia langsung duduk di dekat Ara berhadapan dengan Bryan.
"Eh ya mah nanti aku mampir ke perusahaan bentar, kak bilangin ke Bu Dian aku datangnya agak telat" ucap Frisil.
"Iya sayang hati hati" ucap Mamah Airin.
"Ya okey" ucap Brayen.
"Tumben banget anteng" cetus Brayen melihat Frisil yang notabennya paling cerewet tiba tiba menjadi pendiam.
"Kamu gapapa sayang? atau kamu sakit?" tanya Mamah Airin melihat perubahan Frisil.
"Gapapa mah. It's Okey" ucap Frisil dengan senyum paksa nya.
Frisil makan tanpa menatap Bryan. Ia hanya sesekali menatap Brayen ataupun Ara saja, dan menghindari tatapan dengan kakak nya Bryan.
"Frisil kenapa? apa karena masalah kemaren?" batin Bryan terus menatap adek nya.
"Sil kamu gapapa?" tanya Bryan, karena sedari tadi Frisil tidak melihat nya sama sekali.
"Eh mah udah jam segini aku berangkat dulu yah" ucap Frisil langsung bersalaman dengan mamah nya dan langsung pergi.
"Bryan!!" panggil Mamah Airin.
"Hemmm?" jawab Bryan.
"Kamu lagi bertengkar sama adek kamu?" tanya mamah Airin yang tau betul tentang anak nya.
"Gak ada kok mah, palingan juga lagi PMS tuh anak" ucap cuek Bryan.
"Gatau aku juga mah" ucap Bryan.
"Mamah harap kalian bisa saling menjaga satu sama lain. Dan Bryan segera baikan sama Frisil" ucap Mamah Airin.
"Iya mah" jawab Bryan.
Di Perusahaan Aero Grub.
Semua karyawan tengah sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing. Frisil langsung turun dari Taxi menuju masuk ke dalam.
"Berhenti? Kamu kenapa lagi kesini?" ucap Resepsionis itu bernama Elza.
"Saya??" ucap Frisil cuek.
"Siapa lagi? kamu itu cuma karyawan magang jadi kamu gak boleh pakai pakaian seperti ini" ucap Elza, karena ia merasa kalah saing.
"Takut kalah saing?" tanya Frisil.
"Apa Lo bilang!! Lo berani banget yah!!" bentak Elza yang akan menampar Frisil. Namun dengan cepat Langsung Frisil tangkis.
"Kayak nya perusahaan ini gak butuh deh karyawan kaya Lo" ucap sinis Frisil.
"Lo siapaa? Lo hanya karyawan magang dan secepatnya gue akan memecat Lo" ucap Elza dengan sombong nya.
"Coba aja kalo berani" ucap cuek Frisil.
Elza segera menelfon tuan Alkas. Ia mengadukan kejadian ini semua, dengan cepat Alkas langsung turun menuju ke lantai dasar dimana bosnya saat ini sedang terlibat perselisihan dengan karyawannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Haii semuanyaa
Jangan lupa LIKE, COMENT, FOLLOW Yaa
Bantu VOTE Dong biar Outhor makin semangat 🤗
Follow Instagram @Linaa.pndk
Salam kenal semua nyaaa🤗