One Night Surprise

One Night Surprise
EPISODE 44 - Awal Kehidupan Baru



Alfa menyekolahkan ketiga anak nya di Paris ketika kelulusan Sekolah Dasar untuk memberikan pendidikan yang lebih tinggi. Hal itu pun tidak masalah bagi anak anak, ia malah senang.


Bryan dan Brayen tumbuh dewasa dengan ketampanan dan juga kecerdasan yang mereka miliki. Frisil juga semakin cantik dan menunjukkan keahlian nya di dalam permodelan.


Dan diusia ketiga anak nya yang sudah 17 tahun. Mereka sudah berhasil mendapatkan Predikat terbaik di sekolah mereka dengan nilai yang sangat memuaskan. Mereka memilih untuk kembali lagi bersekolah di Indonesia.


Karena kecerdasan yang di miliki Bryan dan Brayen, mereka memilih untuk langsung meloncat ke kelas 3 SMA. Sedangkan Frisil ia ingin kembali ke kelas 1 SMA.


Airin menuruti kemauan anak anak. Alfa juga langsung mengurus surat pindah ketiga anak nya di salah satu SMA yang cukup Favorit di kotanya. Bryan dan Brayen lebih dulu masuk seminggu sebelum Frisil


"Mahhhhh, Dasinya mana??" teriak Frisil yang sedang buru buru karena hari ini ia pertama masuk sekolah lagi.


"Di atas meja belajar" ucap Airin.


"Pagi Mah, Frisil belom siap?" ucap Bryan sudah rapi dengan seragamnya.


"Pagi sayang, tuh lagi sibuk sendiri! Padahal udah mamah ingetin kemaren buat siapin biar hari pertama masuk ngga telat" ucap Airin mendandani anak bungsunya.


"Mah kita berangkat dulu ya!" ucap Bryan yang sudah dewasa dan semakin tampan, di ikuti Brayen di belakangnya.


"Yaudah, sekalian antar Ara kesekolah ya." ucap Mamah Airin, karena sekolahan Bryan dan Brayen melewati sekolahan Ara.


"Baik mah, let's go tuan putri" ucap Brayen langsung menggendong tubuh kecil Ara yang masih kelas 4 SD.


"Kakakk, turuninn" teriak Ara memukul tubuh kekar kakaknya Bryan. Nama lengkapnya Ara Amelia anak Bungsu Airin yang memiliki paras sangat cantik.


Brayen dan Bryan sudah 1 bulan lebih awal masuk, sedangkan Frisil akan masuk hari ini gabung dengan murid baru lainnya.


Selang beberapa menit.


"Mahh udah jam berapa?" tanya Frisil.


"Tuh lihat jam nya" ucap Airin.


"Whatttttt,,, mahhh Frisil langsung berangkat ya" ucap Frustasi Frisil langsung memesan ojek online.


"Hati hati, ingatt jika terjadi sesuatu langsung saja hubungin kakakmu" ucap Airin, dijawab Frisil dengan mengacungkan jempolnya.


Dari kejauhan Frisil melihat gerbang sekolah yang sebentar lagi akan tertutup. Ketika sampai Frisil langsung berlari untuk menahan gerbang nya agar tidak tertutup.


"Pak tolong izinin aku masukk,, ini masih ada satu menit pakkk, aku mohonnn plisss" ucap Frisil dengan tatapan memohonnya dan mengedip ngedip kan matanya.


Seketika Pak Agus, satpam di SMA 1 Bangsa, tidak kuat melihat tatapan Frisil yang sangat menggemaskan walaupun di usianya yang sudah dewasa.


"Masih hari pertama udah telat aja, cepat masuk" ucap Pak Agus.


"Hehehehe, makasih pak" ucap Frisil langsung berlari masuk ke dalam halaman sekolah.


Frisil mulai bergabung dengan murid baru yang saat ini berkumpul di lapangan basket.


"Hai" ucap cewek disamping Frisil.


"Ehh,, iya Haii" ucap Frisil kaget melihat dua orang wanita


"Kenalin Gue Cika dan ini sahabat gue Selin" ucap Cika.


"Frisil, senang bisa kenalan sama kalian" ucap Frisil menunjukkan senyum manisnya.


Pembagian kelas pun terjadi, entah kebetulan atau keberuntungan. Mereka bertiga mendapatkan kelas yang sama. Itu membuat Frisil, Cika dan Selin sangat senang. Mereka akhirnya melangkahkan kaki menuju kelasnya.


"Gue sendiri aja ya!" ucap Frisil memilih untuk duduk sendiri di belakang Cika dan Selin.


"Lo gapapa sendiri? gak sama Selin aja?" ucap Cika tidak enak.


"Santai aja,, gue lebih suka sendiri dari dulu" ucap Frisil duduk di belakang kedua teman baru nya.


Banyak tatapan mata yang menatap ke arah Frisil dan kedua temannya, pasalnya ketiga nya sama sama memiliki paras yang cantik dan body yang sangat bagus.


"Biasa kali liatnya" Ucap Frisil membuat semua siswa di kelas langsung mengalihkan tatapannya.


"Lo pede banget jadi orang" ucap sinis salah satu cewek di kelas itu yaitu Krisa.


"Udah gak usah di ladeni orang kaya gitu mah" ucap Selin, karena ini hari pertama mereka. Ia tidak ingin jika Frisil terkena masalah.


"Huhh untung udah selesai" ucap Cika merebahkan tubuhnya di kursi.


"Ke kantin yuk" ucap Selin.


"Let's go. Btw kita belom pernah ke kantin" ucap Frisil. Memang ketika mereka MOS, mereka selalu menitipkan es dan makanan lewat teman teman yang lain.


"Hayyuk meluncur lah, kepo gue keadaan kantin disini" ucap Cika.


"Kita duduk disana saja" ucap Selin menunjukkan ke arah bangku kosong.


Bahkan mereka terlihat biasa saja ketika banyak kakak kelas yang mencoba menggoda mereka. Ketiga nya sama sama memiliki sikap dingin dan cuek, namun semua itu dikalahkan dengan paras cantik yang mereka miliki.


Suasana kantin pun sangat ramai siang itu, kedatangan mereka bertiga membuat semua cowok dikantin heboh.


"Wihh bidadari dari mana tuh"


"Ternyata ada bidadari kecil"


"Mangsa baru tuh"


"Ternyata ada yang lebih cantik dari pada Kiya"


Tanpa disadari ucapan tersebut di dengar langsung oleh Kiya Dkk yang berada di kursi paling tengah.


"Siapa yang mampu menandingi kecantikan ku" ucap Kiya mengepalkan kedua tangannya.


"Tenang, hanya Queen yang paling cantik di sekolah ini" ucap Salma sahabat Kiya.


"Itu mereka yang telah membuat seisi kantin menjadi heboh" ucap Lusi menunjuk ke arah Frisil dan teman temannya.


"Hahh cuma bocah ingusan ternyata" ucap remeh Kiya.


Di sisi lain.


Di waktu yang bersamaan, setelah Frisil dan lainnya duduk. Datanglah Vero, Brayen dan Leo membuat para kaum hawa yang berada di kantin langsung heboh.


"Kita duduk disana aja" ucap Leo menunjuk ke salah satu bangku kosong di dekat Frisil.


"Oke" ucap Brayen, ia melihat sekilas ke arah Frisil. Namun ia langsung mengalihkan pandangannya ketika melihat tatapan mengerikan Frisil.


"Ehhh itu kan idola di SMA ini" ucap Cika.


"Awas aja sampai kakak buka rahasia" batin Frisil menatap tajam ke arah Brayen.


Vero Putra Renaldy ialah Idola SMA satu kelas dengan Brayen. Vero memiliki sikap yang dingin, cuek terhadap cewek. Padahal banyak sekali siswi yang berlomba lomba untuk mendapatkan hati Vero, namun tidak pernah tercapai karena sikap cuek Vero.


Brayen memilih tidak satu kelas dengan Bryan dan ketika pertama memasuki kelas baru nya Brayen satu bangku dengan Vero dan di depannya Leo.


Hari demi hari karena mereka memiliki sifat yang hampir sama yang membuat mereka saling terbuka satu sama lain dan menjadi idola para siswi karena ketampanan yang mereka miliki.


Sedangkan Kiya Dkk selalu mengaku ngaku pacar Vero di semua para siswi, namun usaha nya selalu gagal untuk mengajak Vero berkencan.


.


.


.


.


.


.


"**Maaf yaa buat kalian menunggu lama.


Jangan lupa VOTE


LIKE, COMENT, FOLLOW YAAA


@Linaa.pndk**