One Night Surprise

One Night Surprise
EPISODE 90 - Secangkir Kopi



"Haii tuan Brayen" ucap Naya tiba tiba datang ke studio musik nya.


"Eh hai, bukannya kamu sekretaris pengganti Hyper dulu" ucap Brayen.


"Ya benar, aku ngga nyangka partner ku kali ini tuan Brayen" ucap Naya duduk disamping Brayen.


"Jadi Nana itu kamu?" ucap Brayen.


"Yapss benar tuan" ucap Naya.


"Jangan panggil tuan, panggil aja Brayen" ucap Brayen.


"Hehehehe oke Brayen" ucap Naya.


"Haii Nana, udah lama sampainya?" ucap Niko yang barusan datang.


"Barusan kak" ucap Naya.


"Cantik bener dari deket" ucap Niko.


"Makasih kak Niko" ucap Naya.


"Yaudah kalian bisa mulai latihannya, kalian juga harus membangun chemistry kalian." ucap Niko.


"Karena lagu ini romantis, dan kalian harus profesional nantinya" ucap Niko, dijawab anggukan oleh keduanya.


Brayen mulai melatih chemistry dengan Naya, suara Naya tidak jauh berbeda dengannya. Mereka berdua memiliki suara yang sangat bagus jika dipadukan.


"Keren kerenn, lanjut" ucap Niko, mendengar kan suara keduanya.


Disisi lain.


Sore hari Frisil dan kedua sahabatnya berada di Cafe Astro yang letaknya dekat dengan rumah Selin. Sudah lama mereka bertiga tidak bertemu.


"Sil gimana hubungan Lo dengan Vero?" ucap Cika.


"Baik baik saja, Kak Vero juga selalu nelfon ngabarin" ucap Frisil.


"Gilak sih,, kalo gue LDR paling gabisa" ucap Cika.


"Itu kan Lo Cika" ucap Selin.


"Emang Lo bisa LDR?" ucap Cika kepada Selin.


"Gabisa juga sih? tapi gatau yah takut gue kalo LDR" ucap Selin.


"Hahahaha" tawa Cika dan Frisil.


"Eh ya Brayen makin terkenal, Lo ngga takut apa?" ucap Cika.


"Iya tuh, di rumah aja suka ada kiriman kado buat Kak Brayen dari penggemarnya" ucap Frisil.


"Berarti banyak orang yang suka dengan kemampuan Kak Brayen" ucap Selin.


"Eh ya katanya Minggu depan aku dapat kabar, ada konser Kak Brayen dengan siapa ya namanya??" ucap Cika mengingat nama seseorang yang akan berduet dengan kak Brayen.


"Siapa?" ucap Selin, karena Brayen tidak memberitahukan tentang hal ini.


"Nana, yaa Nana namanya! Lo ngga dikasih tau sama Kak Brayen?" ucap Cika, membuat Selin langsung mengecek hp nya yang sedari tadi tidak ia buka.


Selin melihat beberapa pesan dari kekasihnya, ia memberitahukan kepada Selin jika Minggu depan akan ada konser, Brayen juga memberitahukan jika dia ada partner duet yang bernama Nana.


"Huhh selamat tuh kak Brayen" ucap Cika, melihat pesan yang dikirim kan Kak Brayen.


"Tenang aja, siapapun partner nya. Secantik apapun dia pasti Lo yang tetep jadi pemenang nya" ucap Frisil, membuat Selin tersenyum.


"Makasih Sil" ucap Selin.


Di Perusahaan.


Bryan datang bersama Alkas, mobil berhenti tepat di depan lobby. Disaat Bryan melewati para karyawan yang saat ini menunduk memberi hormat, tatapannya terhenti disalah satu OB yang berada di lorong.


Disaat itu Keisya sedang asik dengan pel yang ia bawa, tiba tiba Beni datang.


"Keii lihat lah, dari tadi bos besar lihatin Lo" ucap Beni.


Namun Keisya hanya bisa melihat tubuh kekar bos besarnya dari samping ketika masuk lift.


"Ngaco gak mungkin lah" ucap Keisya.


"Bocah ngga percayaan banget" ucap Beni.


"Udah sana kerja, nanti kalo Bu Retno tau bisa potong gaji kita" ucap Keisya melanjutkan pekerjaannya.


Diruangan CEO.


"Alkas buatkan kopi" ucap Bryan yang sibuk dengan berkas berkas yang ada di depannya.


"Baik tuan" ucap Alkas berjalan keluar dari ruangan.


Alkas segera memberitahukan kepada Bu Retno yaitu atasan yang diberi amanah untuk memegang OB. Bu Retno langsung menuju ke dapur, disaat itu hanya ada Keisya yang baru saja mengambil air minum.


"Keisya buatkan kopi untuk bos besar" ucap Bu Retno.


"Tapi Bu" ucap Keisya.


"Ini juga bagian kerjaan mu, cepat buat dan antarkan ke lantai atas" ucap Bu Retno meninggalkan Keisya sendiri.


"Nanti kalo rasanya ngga enak gimana?? akhhh" ucap lirih Keisya mulai membuatkan kopi.


Dulu ketika ayahnya masih hidup, Keisya sering membuatkan kopi kesukaan Ayahnya. Namun ketika Ayah nya pergi untuk selamanya, ia sudah tidak pernah membuat kan kopi lagi.


Setelah selesai membuatkan kopi, ia berjalan menuju lantai atas. Ia bertemu tuan Alkas, dengan cepat Alkas mengambil kopinya.


"Terimakasih" ucap Alkas langsung masuk kedalam ruangan.


"Sama sama tuan" ucap Keisya kembali ke tempatnya.


Di Dalam.


"Ini tuan" ucap Alkas menaruh secangkir kopi di atas meja Bryan.


Alkas terus memandangi kopi itu, ia takut jika rasa kopinya tidak seperti biasanya. Karena bukan Karyawan biasanya yang membuat kopi hari ini.


Bryan mulai mengambil kopi, satu tegukan membuat nya langsung memandang ke arah Alkas. Batin Alkas habis sudah nasib karyawan baru itu jika kopi yang ia bawakan tidak sesuai dengan keinginan tuan Bryan.


"Maaf tuan jika rasanya tidak seperti biasanya, karena bukan karyawan biasanya yang membuat nya" ucap Alkas.


"Siapa yang membuatnya?" ucap dingin Bryan.


"OB baru tuan" ucap Alkas.


Bryan hanya terdiam dan meneguk kembali kopi itu, dengan senyum kecil di sudut bibirnya. Alkas dibuat bingung, Bryan menggerakkan tangannya dengan artian menyuruh Alkas untuk kembali keruangannya.


"Kenapa rasanya bisa pas seperti ini" batin Bryan menikmati kopi yang dibuat kali ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


#Haii semuanya


Jangan lupa Like, Coment, follow yaa


Instagram @linaa.pndk