One Night Surprise

One Night Surprise
EPISODE 61 - Sekolah Yang Sama



"Emmm ini tadi punya temen, dia lagi istirahat jadi minta bantuan aku" Ucap kak Dela tersenyum ramah.


"Tapi ini kan pekerjaan mereka kak?" ucap Frisil.


"Ini pekerjaan aku juga kok, kamu tenang aja udah biasa ini mah" ucap Kak Dela.


"Yaudah Frisil pergi dulu ya kak" ucap Frisil pergi meninggalkan Kak Dela.


"Hati hati ya" ucap Kak Dela.


Frisil berjalan keluar dari ruangan Kak Dela. Ia melewati resepsionis, ditatap nya dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.


"Pasti dia di tolak, penampilan nya aja kayak gitu. Gak akan bisa kerja disini" ucap Resepsionis itu, yang masih bisa di dengar oleh Frisil.


"Bersenang senang lah untuk hari terakhirmu" batin Frisil langsung keluar dari perusahaan nya dan menaiki taxi yang udah ia pesan.


Sedangkan di sekolahan.


"Auwwww" Pekik Selin bertabrakan dengan seseorang yang ada di depan nya.


"Maaf ngga se...." ucap Selin terpotong ketika melihat Brayen di depan nya.


"Makanya jalan tuh lihat ke depan" ucap Brayen mengacak rambut Selin.


"Ihhh kakk, malu tau diliatin murid lain" ucap Selin menata rambut nya.


"Kenapa malu?" tanya Brayen.


"Yah kakak kan idola di sekolahan, mending jauh jauh deh kak liat tuh semua orang natap sinis ke aku" ucap Selin cemberut.


"Biarin" ucap cuek Brayen.


"Cikaaa" teriak Selin melihat Cika sahabat nya yang baru aja datang.


"Eh Sel, Lo kok sama kak Brayen?" tanya Cika.


"Gak usah mikir aneh aneh deh. Ayo ke kelas" ucap Selin ingin menghindari Brayen.


"Selll" panggil Brayen, melihat Selin yang menarik langsung tangan Cika meninggalkan Brayen.


"Wihh kayak nya ada yang lagi memperjuangkan cinta sejatinya nih" ucap Leo dari belakang di ikuti Vero.


"Apaan sih, ayo ke kelas" ucap Brayen langsung mengalihkan pembicaraan.


"Haiii Veroo" suara dari belakang, membuat mereka bertiga langsung membalikkan tubuh nya.


"Anez" ucap Vero kaget dengan kedatangan Anez mantan kekasih nya.


"Wihh murid baru nih" ucap Leo.


"Lo ngapain disini?" tanya sinis Vero.


"Gue kan sekolah disini" ucap Anez masih berusaha mencari perhatian Vero.


"Lo kenal bro" tanya Leo.


"Emmm kenalin gue Anez, pacar nya Vero" ucap Anez memperkenal kan dirinya kepada Leo dan Brayen.


"Lo kok gak bilang sama gue kalo Lo udah punya pacar" ucap Leo.


"Bukan, gue udah putus sama dia" ucap Vero langsung meninggalkan Anez.


"Ehh Lo mau kemana?? tungguin" ucap Leo menyusul di ikuti Brayen di belakang nya.


Anez tidak menyerah sama sekali, ia bahkan semakin semangat melihat sikap Vero yang sekarang. Dari penampilan pun Vero sudah berubah sangat tampan membuat Anez semakin tergila gila kepada Vero.


Frisil hanya menguncir satu rambutnya dan tidak lupa memakai headset bluetooth nya yang menambah keren penampilan nya saat ini.


Di lampu merah Frisil melihat dua orang anak laki laki seusia adeknya yang sedang menjual tisu dan mengamen. Seketika Frisil memiliki ide, walaupun idenya nanti akan ada resiko yang harus ia tanggung.


Tutttt tuttt 'Frisil menghubungi bodyguard nya untuk lebih dekat dengan posisinya.


Sejak Alfa mengetahui anak anak nya terjun di dunia ayahnya, Alfa langsung menyuruh beberapa pasukan ayahnya untuk memantau masing masing dari anak nya, dan Frisil mengetahui hal itu.


"Pak berhenti dipinggir dulu ya nanti" ucap Frisil kepada Pak supir.


Mobil taxi yang di tumpangi Frisil mulai berhenti di pinggi jalan, Frisil segera turun dan langsung menghampiri anak anak yang sedang sibuk menjual tisu dan mengamen.


"Dimana bos nya" Batin Frisil melihat sekitar mencari keberadaan bos preman yang memperkerjakan anak anak dibawah umur.


Akhirnya Frisil melihat posisi bos preman itu, ia segera memberitahukan kepada pasukan yang ia tugaskan khusus menangani bos preman tanpa campur tangan Frisil.


"Haii anak anak" panggil Frisil.


"Hai kak, kakak mau beli tisu" tanya salah satu anak yang terlihat sangat lemas.


"Kalian lapar ngga?" tanya Frisil kepada ketiga anak itu.


"Kaa,,,kami" ucap gugup salah satu anak itu.


"Kalian ga usah takut,, kalian sekarang udah aman" ucap Frisil.


"Tapi kak, dia ada disitu" ucap Anak itu melihat kearah posisi bos preman, namun anak itu sudah tidak melihat perginya preman itu.


"Dia udah pergi, ayo ikut kakak" ucap Frisil kasihan dengan ketiga anak itu.


"Kalian jangan takut, kakak orang baik kok" ucap Frisil meyakinkan kedua bocah itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#Haiii Semuanyaa.


Jangan lupa LIKE, COMENT, VOTE YAAA


Follow Instagram @Linaa.pndk


Salam kenal 🤗