One Night Surprise

One Night Surprise
EPISODE 55 - Makan Malam



"Ada tamu ternyata?? ayo masuk masuk" ucap mamah Sara, karena untuk pertama kalinya Vero membawa seorang wanita ke rumah.


"Ehh lain kali aja tante, ini juga udah malem. Takut mamah nyariin" ucap sopan Frisil, terlihat raut wajah sedih mamah Sara.


"Yahhh,, sebentar saja tante cantik.. Plisss" ucap Marcel dengan tatapan memohon.


"Ikut lah makan malam dengan keluarga kami" ucap Mamah Sara.


"Baiklah tante." ucap Frisil karena tidak tega jika menolak kemauan Marcel.


Tante Sara langsung menggandeng tangan Frisil masuk kedalam kediaman nya. Frisil merasa malu atas perlakuan Tante Sara kepada nya padahal ia hanya orang asing dirumah ini, tapi perlakuan Tante Sara sangat baik kepada Frisil.


"Diam diam pinter juga nyari mantu" ucap Papah Harsa.


"Apaan sih pah,, dia bukan pacar Vero. Dia hanya adek kelas Vero." ucap Vero.


"Kayanya bakal jadi menantu dirumah ini, tuh lihat mamahmu suka banget sama siapa namanya?" ucap Papah Harsa.


"Frisil Pi" ucap Vero.


"Oh iya,, lihat tuh,, kamu tau kan kalau mamahmu udah suka sama satu barang dia ngga akan mau barang lain.. kamu paham kan" ucap Papah Harsa berjalan menuju kamar nya.


Sedangkan Vero hanya mematung mendengar kan perkataan papah nya. Memang benar jika mamahnya suka dengan satu pilihan, ia tidak akan pernah suka dengan pilihan lainnya.


"Tante biar aku bantu" ucap Frisil membantu mengangkat makanan untuk di tata di meja makan.


"Ngga usah sayang, kamu kan tamu disini. Jadi kamu duduk manis aja sama Marcel." ucap Mamah Sara.


"Gapapa kok Tan, udah biasa Frisil" ucap Frisil tetap membantu Mommy Sara menyiapkan makan malam.


Jam Menunjukkan 18.30 WIB


"Vero mana mah?" tanya Papah Harsa


"Palingan bentar lagi turun Pah" ucap mamah Sara.


"Eh iyaa, Tante boleh minta nomer kamu ngga?" ucap Mamah Sara.


"Boleh kok Tan" jawab Frisil memberikan nomer nya kepada mamah Sara.


Beberapa menit kemudian.


"Yang ditunggu akhirnya datang juga" ucap Papah Harsa. Seketika membuat Frisil menoleh kearah datang nya Vero.


"Ini beneran Vero? beda banget kalo ngga pake seragam" batin Frisil.


"Lo ngapain liatin gue" ucap Vero pelan memecahkan lamunan Frisil dan duduk disamping Frisil.


"Ihh pede banget, tuh semua orang liatin Lo. Bukan cuma gue" ucap lirih Frisil.


"Udah lengkap kan, selamat makan Frisil" ucap Mamah Sara.


"Eh iya Tan" ucap Frisil malu malu.


"Vero nggak diucapin mah" ucap Vero.


"Noo,, kakak nda usah diucapin mah,, yang terpenting Tante cantik sekarang bukan kakak. Wleee" ucap jail Marcel, membuat semua yang ada di ruangan itu pun tertawa.


"Suasananya beda banget ya Pah kalo ada Frisil, jadi anget gitu,, Kamu sering sering main kesini sayang" ucap Mamah Sara.


"Insyaallah Tan" ucap Frisil.


"Mah kan biasanya juga gini" cetus Vero.


"Kayak gini gimana? kamu aja pagi pagi udah kayak es batu. Ngga anak ngga bapaknya sama sama kaya es batu" ucap Mommy Sara melirik kedua lelaki disampingnya.


"Betul tuh kata mamah Tante cantik, Kak Vero itu orang nya cuek banget. Tapi diam diam perhatian sama mamah." ucap Marcel, dijawab senyuman sama Frisil.


"Jadi sikap angkuh nya nurun bokap nya, dirumah aja dingin apalagi disekolah" batin Frisil.


"Tante, om Frisil langsung pulang ya, barusan kakak nyariin" ucap Frisil sopan.


"Iya sayang, makasih ya udah mau makan malam dirumah kami. Sering sering msin kesini" ucap Mamah Sara, dijawab anggukan oleh Frisil.


"Verooo!!! kemana itu anak" panggil Papah Harsa, yang tidak melihat Vero.


"Hemmm, apa pah?" jawan Vero tiba tiba muncul di ambang ambang pintu.


"Kamu anterin Frisil, inget jangan sampai lecet sedikit pun" ucap Mamah Sara.


"Jangan ngebut ngebut, awas aja sampai lecet. Papah akan kasih hukuman ke kamu" ucap Papah Harsa.


"Iya iya, emang Vero anak kecil apa. Cuma jagain yang beginian mah gampang" ucap Vero, segera mengambil kunci montornya.


"Naik mobil aja aman" ucap Mommy Sara.


"Ini malem Minggu mah, nanti pasti jalannya macet." ucap Vero.


"Gapapa kok Tan. Frisil pamit duluan ya" ucap Frisil menyalami Om Harsa dan Tante Sara.


"Hati hati ya" ucap Mommy dan papi.


Frisil melangkahkan kaki nya mengikuti Vero di belakang nya sambil memainkan Hp nya yang sedari tadi tidak ia buka.


Banyak sekali notif dari Kenzo seorang yang dipercayai Frisil dan kakaknya untuk mengurus Algadra Blue, tiba tiba ada penyerangan namun untung sekali sudah di tangani oleh kedua kakaknya.


"Brukk" suara tubuh frisil yang menabrak tubuh kekar Vero.


"Lo gak liat?" ucap Vero.


"Ya maaf, gue fokus hp tadi" ucap Frisil.


"Nih pakai" ucap Vero memberikan helm kepada Frisil, segera Frisil pakai.


Frisil menaiki montor milik Vero Neiman Marcus, montor limited edition. Hanya ada beberapa stok di dunia. Setelah duduk Frisil kembali membuka isi WhatsApp nya dan mengirimkan pesan kepada kedua kakak nya.


"Taruh ponsel Lo di tas, dan pegangan" ucap Vero.


"Ihh Lo modus yaa" ucap Frisil. Membuat Vero memberi sedikit gas.


brummm brummmm' suara kenalpot montor Vero.


"Lo Gilaaa yahh" ucap Frisil dengan posisi tangan yang sudah berada di pinggang Vero.


"Makanya kalo dibilangin nurut" ucap Vero tersenyum penuh kemenangan karena berhasil mengerjai Frisil.


.


.


.


.


.


.


.


#Haii semuanya


Jangan Lupa LIKE, COMENT, VOTE yaaa


Makasih yang udah support Outhor sampai sekarang.


Instagram @linaa.pndk