
Pagi Hari
"Kak mamah sama papah belom pulang?" tanya Frisil kepada Bryan dan Brayen.
"Belom, Ara udah bangun dek?" tanya Bryan.
"Udah tadi, lagi nyisir rambut" ucap Frisil duduk dikursinya.
"Ya ampun adek kakak cantik banget sih" ucap Brayen melihat Ara yang sudah siap pergi ke sekolahan.
"Yaudah sarapan dulu terus nanti berangkat okey" ucap Brayen mengelus rambut adik nya itu.
Ketika asik makan tiba tiba saja salah satu pelayan berlari mendekati Bryan.
"Maaf tuan mengganggu sarapan pagi tuan" ucap Pelayan itu.
"Ada apa?" tanya Bryan.
"Di depan ada laki laki yang mencari non Frisil." ucap Pelayan.
"Apa?? aku" Ucap Frisil kaget.
"Motornya apa??" tanya Brayen.
"Moge tuan" ucap Pelayan.
"Yahh udah pasti si Vero itu, temuin sana dek. Kasihan anak orang Lo buat nunggu" ucap Brayen menyenggol lengan Frisil.
"Apasihh!! Lo temuin aja, kan temen Lo" ucap sinis Frisil.
"Okeyy jadi gue ni yang harus temuin, gamasalah sih.!!" ucap Brayen melirik ke arah Frisil.
"Eitsss iya iya gue yang nemuin, kalian tunggu disini" ucap Frisil cemberut, karena ia tidak ingin identitas nya terbongkar.
"Kenapa tuh anak?" tanya Bryan.
"Lo lupa, jika Vero tau jika gue kakaknya Frisil. Tamatlah riwayat kita" ucap Brayen. Memang masalah bela diri Frisil lah yang paling jago dibanding kan Brayen dan Bryan.
Sedangkan Diluar
"Ngapain lo kesini?" ucap Frisil.
"Lo gak sekolah?" Tanya Vero melihat Frisil dengan pakaian santai.
"Enggak, gue gak enak badan" ucap Frisil Mecari alasan.
"Apa karena bola kemaren?" tanya Vero sedikit khawatir.
"Iya mungkin, ini masih sedikit pusing" jawab Frisil memegang i kepala nya.
"Yaudah Lo istirahat sana" ucap Vero.
"Lo ngapain kesini?" tanya Frisil.
"Gue disuruh nyokap buat nganterin ini" ucap Vero memberikan bingkisan kepada Frisil.
"Ini beneran dari Tante Sara?" ucap Frisil senang.
"Gue juga gak akan kesini kalo bukan karena paksaan nyokap gue" ucap Vero.
"Iya iya... Btw bilangin ke nyokap lo, makasih ya" ucap Frisil.
"Yaudah gue cabut dulu, Lo jangan lupa minum obat biar cepet sembuh" ucap Vero langsung menancapkan gas pergi dari rumah Frisil.
"Tuh bocah kenapa?" ucap Frisil geleng geleng melihat tingkah laku Vero yang berubah.
Frisil segera masuk kedalam membawa bingkisan dari Tante Sara. Ia tidak menyadari jika ketiga saudaranya melihat nya sedari tadi.
"Ehemmmm" suara batuk Brayen.
"Kakakkkkkkk" teriak Frisil kesal karena ledekan Brayen.
"Yaudah kita berangkat dulu, kamu siap siap langsung ke perusahaan" ucap Bryan.
"Let's go tuan putri Ara" ucap Brayen menggandeng tangan mungil Ara.
"Kak Ara berangkat dulu ya" ucap Ara melambaikan tangan terhadap Frisil.
"Dahhh adek paling cantik, yang rajin ya sekolah nya" jawab Frisil melambaikan tangan kepada adeknya.
"Siap kak,, ayo kak Brayen kita berangkat" ucap Ara.
Frisil segera mempersiapkan diri nya, ia hanya memakai seragam kantoran yang sangat biasa saja. Ini adalah pertama kali nya ia turun langsung kelapangan untuk membasmi langsung hama yang berani berani nya mengotori perusahaan nya.
"Alkas jangan sampai ada yang tau jika aku akan kesana" ucap Frisil memberitahukan kepada Alkas.
"Baik Bos" ucap Alkas.
Frisil segera memesan taxi, ia tidak ingin membawa mobil nya yang nanti nya akan merusak rencananya. Hanya membutuhkan waktu 15 menit ia sudah sampai di depan perusahaan AeroGrub yang begitu besar dan mewah.
"Ternyata besar juga" batin Frisil.
"Siang non, mau cari siapa ya?" tanya sopan pak satpam yang bernama Pak Tono yang sudah lama bekerja sebagai satpam AeroGrub.
"Saya sudah ada janji sama Tuan Alkas" ucap Frisil bohong kepada Pak Tono.
"Oh Tuan Alkas, baiklah non masuk kedalam aja,, nanti langsung saja ke resepsionis." ucap Pak Tono sopan.
"Terimakasih pak" jawab Frisil sopan.
Frisil segera masuk ke dalam Perusahaan AeroGrub. Terlihat semua para karyawan sedang sibuk dengan pekerjaan nya masing masing. Ia mendekati meja resepsionis.
"Mau cari apa ya? disini gak buka lowongan kerja" ucap sinis bagian resepsionis, yang melihat penampilan Frisil dari atas sampai bawah terlihat biasa saja.
"Saya ada janji sama Tuan Alkas" jawab Frisil masih menjalankan rencananya.
"Mbakkk, disini banyak sekali yang mengaku ngaku ada janji bersama tuan Alkas, mending mbak pergi aja deh" ucap sinis resepsionis yang memakai pakaian sangat minim.
"Bagaimana mungkin Alkas masih mempekerjakan wanita seperti ini! merusak moral perusahaan aja" batin Frisil menatap sinis sang resepsionis.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Haii semuanya
Jangan lupa Like, Coment dan Vote yaaa
Follow Instagram @Linaa.pndk
Salam kenal🤗