
"Aku bukan wanita sempurna lagi,, hikss hikss" ucap Frisil, air matanya sudah tidak bisa ia tahan.
"Sayang tatap aku" ucap lembut Vero menatap tulus ke arah Frisil.
"Apapun kondisimu, tidak akan bisa merubah rasa sayangku ke kamu. Aku ngga akan ninggalin kamu, aku akan tetap ada disamping kamu" ucap Lembut Vero, mencium kening Frisil.
Frisil semakin menangis mendengarkan ucapan Kak Vero barusan, dengan cepat ia langsung memeluk erat tubuh Kak Vero.
"Kak Vero janji ngga akan ninggalin aku?" ucap Frisil.
"Janji sayang" ucap lembut Vero mengusap rambut Frisill.
Selang beberapa saat Bryan dan Brayen terbangun, mereka langsung panik ketika tidak melihat keberadaan Frisil dan Vero diruangan itu.
"Dimana Frisil??" ucap Bryan.
"Sus dimana adek saya?" ucap Brayen kepada suster yang barusan masuk membawa makanan untuk pasien.
"Pasien sedang ada di taman dengan seorang laki laki" ucap suster.
Bryan dan Brayen langsung berjalan menuju taman, mereka mencari keberadaan Frisil. Dan mereka melihat kearah Vero yang sedang mendorong Frisil yang berada di kursi roda.
"Jangan kita ganggu dulu, biarkan mereka berdua" ucap Brayen, merangkul pundak Bryan yang menatap Frisil dengan rasa bersalah.
Setelah membersihkan diri mereka, Mamah Airin datang membawa kan makanan untuk anak anaknya.
"Dimana Frisil?" tanya Mamah Airin, tidak melihat keberadaan putrinya.
"Di taman mah, sama Vero" ucap Brayen.
"Syukurlah" ucap Mamah Airin.
•
Semakin hari kondisi Frisil mulai membaik, ia diperbolehkan untuk rawat mandiri dirumah. Ayah Alfa mencarikan guru home schooling untuk putrinya, dia tidak ingin putrinya terbully ataupun terluka lagi.
Vero juga sering menjenguk Frisil setelah selesai dikantor ayahnya. Vero sudah mulai fokus dengan bisnis ayahnya kali ini.
"Vero titip Frisil dulu ya, Tante mau pergi ke kantor om sebentar" ucap mamah Airin.
"Iya Tante" ucap Vero lembut.
"Kakak sama adek kamu kemana?" tanya Vero kepada kekasihnya.
"Kakak lagi di markas, Ada udah tidur tadi" ucap Frisil.
"Kak Vero" panggil Frisil.
"Iya sayang" ucap Vero.
"Main PS bisa kak?." ucap Frisil.
"Kamu ngremehin kemampuan ku?" ucap Vero.
"Ayo kita buktikan saja, seberapa kemampuan kamu" ucap Frisil dengan sinis.
"Okey siapa takut" ucap Vero mendorong kursi roda Frisil menuju ruang keluarga.
Disisi lain.
Sudah lama sekali Alfa tidak datang langsung ke perusahaan RZ Grub, ia sibuk dengan perusahaan nya di luar kota. Itu membuat Alfa tidak lagi bertemu dengan Abel.
Namun hari ini ia harus kembali ke perusahaan RZ Grub karena adanya meeting dengan klien penting. Alfa juga sudah memberitahukan Frisil untuk datang nantinya.
Sedangkan Abel yang mengerti jika Alfa akan datang ke kantor, dan mendapatkan informasi jika Airin akan menyusul suaminya nanti malam.
"Nikmatilah kebahagiaan mu terakhir mu malam ini Airin" batin Abel melihat kedatangan Airin.
Diruangan.
"Sayang" ucap Airin melihat suaminya yang sedang fokus dengan berkas berkas yang ada di depannya.
"Sayang kamu udah sampai" ucap Alfa berdiri dan langsung memeluk istrinya.
"Sayang ada yang perlu aku bantu?" ucap Airin lembut.
"Tidak perlu sayang, hanya tinggal tanda tangani ini semua" ucap Alfa.
Selang beberapa menit, Alfa sudah selesai menyelesaikan semuanya. Ia berjalan mendekati istrinya.
"Sayang ayo" ucap Alfa lembut.
"Iya bentar" ucap Airin menutup laptopnya.
Mereka berjalan keluar dari perusahaan menuju parkiran, disisi lain Abel terus melihat keduanya memasuki mobil dengan tersenyum kemenangan.
"Jika gue ngga bisa dapetin Alfa, Lo juga ngga berhak dapetin kekayaan nya. Lo ngga bisa bahagia diatas penderitaan yang bokap Lo berikan saat ini sama gue." Batin Abel menatap mobil Alfa dan Airin dengan penuh kebencian.
Sedangkan dimobil.
"Yah kita mau kemana?" ucap Airin melihat suaminya menjalankan mobilnya menuju arah bukit.
"Aku punya kejutan buat kamu" ucap Alfa lembut mengusap rambut Airin.
"Ayah tadi aku cuma bilang ke anak anak pergi sebentar Lo" ucap Airin.
"Telfon orang rumah sekarang, bilang ke mereka kita akan ke puncak untuk melihat langsung proyek ku disana" ucap Alfa lembut.
"Okey baiklah" ucap Airin menelfon Frisil yang saat ini di rumah.
"Halo mah" ucap Frisil.
"Mamah sama papah ke puncak sayang, besok pagi mau ngecek proyek ayah disana" ucap mamah Airin.
"Jagain Ara ya sayang" ucap Mamah Airin tiba tiba.
"Ohh iya mah, hati hati. Kalo ada apa apa jangan lupa ngabarin" ucap Frisil.
"Yah pelanin itu macet banget?" ucap Mamah Airin masih tersambung dengan Frisil.
"Sayanggg" ucap panik Ayah Alfa menatap lekat Airin.
"Ada apa yah?? rem yah" ucap Mamah Airin panik.
"Remnya blong sayanggg" ucap Ayah Alfa berusaha keras menginjak rem.
"Mahhhh??? rem blong?? yahhhh mahhh" panggil Frisil di telfon.
"Ayahhh gimana terus???" Ucap panik Mamah Airin.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Haii semuanya
Jangan lupa Like, Coment, Follow yaaa
Makasih yang udah support Outhor sampai sekarang
Instagram @linaa.pndk
Salam kenal semuanya 🤗🤗