
"Ayo ikut gue" ucap Vero.
"Gue gak bisa, gue masih nemenin sahabat gue" ucap Frisil.
"Emmm Sil ini udah selesai kok,, Lo pergi aja sama kak Vero gapapa kok" ucap Selin, ia senang jika melihat Frisil bersama Kak Vero.
"Tapi.." ucap Frisil terpotong.
"Gak ada tapi tapi an,, sekarang Lo harus pergi sama kak Vero. Nih kak bawa dia pergi" ucap Cika membuat Vero tersenyum dan meraih tangan Frisil agar ikut dengan nya.
"Ya ampun tadi kak Vero senyum ke guee,, jantung gue gak aman Lin" ucap Cika Salting. Karena ini pertama kali nya melihat senyum kakak kelas nya yang dingin itu.
"Alay dehh," ucap Selin biasa saja, karena hanya Kak Brayen yang sangat tampan baginya saat ini.
"Iya iya yang udah pdkt sama kak Brayen" ejek Cika.
"Ihhh Cikaaa, ngomong nya jangan kenceng kencengg" ucap Selin malu malu.
"Lo sama Kak Brayen, Frisil sama kak Vero. Lahh kui nanti sama siapa?" ucap Cika.
"Tuh Kak Leo" ucap ucap Selin.
"Ihhh mendingan juga gue jomblo, dari pada sama tuh orang" ucap Cika langsung pergi meninggalkan Selin.
"Kok ditinggal si,, tungguin gue" ucap Selin berlari mendekat ke arah Cika.
Diparkiran.
"Naik" Perintah Vero kepada Frisil.
"Entar pacar Lo ngambek lagi" Ejek Frisil.
"Dia itu mantan,, bukan pacar gue." ucap Vero dengan sedikit nada tinggi.
"Gitu aja ngegas" ucap Frisil.
"Siapa yang ngegas, buruan naik" ucap Vero.
Namun ketika akan naik. Tiba tiba dari belakang ada yang mencoba menarik rambut Frisil yang tidak lain ialah Anez, dengan cepat Frisil langsung memutar tangan Anez yang mencoba menyentuh nya.
"Awwww, lepasin sakit" Rintih kesakitan Anez.
"Frisil lepasin, kasian" ucap Vero, membuat Frisil menatap Vero dengan tajam.
"Veroo sakit" Rintih kesakitan Anez mendekat ke tubuh Vero.
"Kamu gapapa kan?" tanya Vero kepada Anez. Hal itu pun membuat Frisil semakin emosi dibuatnya.
"Rasain Lo,,," batin Anez penuh kesenangan.
"Emm ini sakit" ucap Anez dengan raut muka seolah olah dia yang sangat tersakiti.
"Dasar banyak drama" ucap sinis Frisil langsung pergi meninggalkan Vero dan Anez dengan perasaan yang kacau.
Entah kenapa dengan perasaannya saat ini, melihat kedekatan antara kak Vero dan Anez membuat mood nya sangat buruk. Vero yang melihat Frisil pergi, langsung melepaskan tangan Anez dan menyusul Frisil yang sudah jauh dari posisi nya.
"Veroo" panggil Anez, namun tidak digubris sama sekali oleh Vero.
"Silll tungguin" teriak Vero berlari mendekati Frisil.
Frisil memberhentikan taxi. Namun ketika ia sudah masuk dalam taxi, tiba tiba Vero datang dan langsung masuk ke dalam taxi lewat pintu sebelah Frisil.
"Lo ngapain kesini? ini kan taxi gue" ucap sinis Frisil.
"Lo kenapa pergi, kan gue udah nyuruh Lo bareng sama gue" ucap Vero menatap lekat kedua mata indah Frisil.
"Lo urus aja tuh cewek, sekalian Lo bawa dia kerumah sakit" ucap sinis Frisil.
"Ngga jadi pak, ini ongkos buat ganti rugi nya" ucap Vero memberikan uang 50 ribu buat sopir taxi nya. Vero langsung menarik lembut tangan Frisil untuk keluar dari dalam taxi.
"Lepasinnn" ucap Frisil berusaha melepaskan tangan nya dari genggaman Vero.
"Lo bareng gue." perintah Vero. Entah kenapa ketika berhadapan dengan kak Vero, Frisil selalu kalah, baik dari segi kekuatan ataupun sikap.
Vero menggandeng tangan Frisil menuju ke parkiran, sudah tidak ada tanda keberadaan Anez disekitar montor Vero. Namun Frisil tetap saja bersikap cuek, karena entah kenapa sejak kejadian tadi membuat moodnya turun.
"Nih helm pake" ucap Vero memberikan helm kepada Frisil.
"Ayo naik" perintah Vero, membuat Frisil langsung naik dan memegang pundak Vero.
"Lo beneran mau pegangan disitu" ucap Vero.
"Beneran lah" jawab Frisil.
"Okeyy" ucap Vero. Ia tau karena kejadian tadi pasti membuat mood Frisil turun.
Ketika mereka keluar dari gerbang sekolah, Vero menambah kecepatan montor nya dengan tiba tiba. Hal itu membuat Frisil yang semula berpegangan di pundak Vero langsung beralih memeluk Vero.
"Lo gilaa yaa" teriak Frisil memeluk erat pinggang Vero. Tidak ada jawaban dari Vero, namun ada senyum lebar yang di tampilkan Vero dibalik Helm nya.
"Kan rencana gue berhasil" batin Vero senang.
Vero memberhentikan montornya di warung bakso pinggir jalan langganan nya. Frisil masih bingung dengan apa yang akan dilakukan Vero, Ia turun mengikuti Vero dibelakang nya.
"Mang Bakso 2 porsi sama es jeruk nya 2 ya" ucap Vero.
"Baik Den Vero" ucap Tukang Bakso.
"Lo gapapa kan makan disini?" tanya Vero kepada Frisil.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Haii semuanya
Jangan lupa LIKE, COMENT, FOLLOW Yaa
Bantu VOTE dong biar Outhor semakin semangat ngetik nya 🤗
Follow Instagram @Linaa.pndk
Salam kenal semuanyaa 😊