One Night Surprise

One Night Surprise
EPISODE 56 - Lawan baru



Vero segera melajukan montor nya membelah keramaian ibu kota yang memang saat ini sangat ramai karena malam Minggu.


Keputusan Vero untuk memakai montor sangat tepat karena di setiap lampu merah selalu macet, hanya montor saja yang bisa berjalan sedangkan mobil terjebak macet.


"Veroo" panggil Frisil menepuk pundak Vero.


"Apa?" jawab Vero.


"Nanti berhenti di supermarket bentar" ucap Frisil.


"hmmm" ucap cuek Vero.


Mereka sudah berada di supermarket mini di daerah dekat rumah Frisil. Dengan sangat cepat Frisil langsung turun dan masuk ke dalam minimarket. Hanya membutuhkan 10 menit saja Frisil sudah keluar dari supermarket.


"Lo beli apaan?" tanya Vero.


"Es krim" ucap enteng Frisil.


"Segitu banyaknya??" Ucap Vero kaget, karena ia melihat di dalam kresek tidak hanya satu atau dua buah es krim. Melainkan lebih dari 10 es krim.


"Terserah gue lah, stok dirumah gue itu habis" ucap Frisil sudah diposisi nya.


"Ayoo jalann" ucap Frisil mengagetkan Vero yang masih terheran heran melihat es krim sebanyak itu.


Vero sudah menjalankan kembali montornya menuju alamat rumah yang dituju. Untung saja Brayen maupun Bryan tidak ada yang berani memberi tahukan alamat rumah aslinya kepada satu pun temannya.


"Stopp disini aja" ucap Frisil.


"Ini rumah Lo" tanya Vero melihat rumah yang cukup besar tapi tak sebesar rumahnya. Terlihat sederhana namun mewah itulah yang terlihat.


"iya, makasih kak," ucap Frisil langsung masuk ke dalam rumah nya. Vero melihat pundak Frisil yang semakin menghilang dan langsung melajukan montornya.


"Ehmmm,, " suara dari balik pintu.


"Ngapain kalian disini?" tanya Frisil.


"Cie yang baru aja dianter cowok nya" ejek Bryan.


"Akhirnya adek kesayangan aku ni udah nggak jones lagi" ucap Brayen suka sekali membuat adik nya marah.


"Kalo bukan demi kakak, juga aku gak bakalan mau bareng dia" ucap Frisil melangkah menuju dapur, di ikuti kedua kakaknya dan adeknya.


"Wihh itu es krim buat Ara kak??" ucap Ara senang, ketika melihat kakak nya menaruh semua es krim ke dalam kulkas.


"Nih buat adek kesayanganku" ucap Frisil memberikan es krimnya kepada Ara.


"Kakak manaa?" ucap bersamaan Brayen dan Bryan.


"Tegaa banget dek,, Kakak janji gak akan gangguin kamu lagi janjii" rengek Brayen kembali seperti anak kecil. Bahkan sikap angkuh, dinginnya di sekolahan seketika hilang lenyap.


"Dahlah Brayen, kita borong aja es krim di pabriknya." ucap Bryan.


Memang ke empat anak Frisil sangat menyukai apapun macam es krim. Mereka akan kembali seperti anak kecil ketika mendengar kata es krim dan melupakan sikap dingin dan angkuh nya diluar sana.


Tok tok tok 'Suara ketukan pintu Bryan.


Ceklek'.


"Kakakk" ucap Frisil berjalan mendekati kakak nya yang sedang fokus dengan komputernya.


"Apaa?" jawab Bryan tetap fokus dengan komputernya.


"Pihak BlackAR sudah mulai menjalankan berbagai misi nya kak." ucap Frisil.


"Kamu tau dari mana?" ucap Bryan.


"Tadi Om Kenzo telfon,, mereka tidak menyerang langsung. Tapi mereka berusaha mencuri data data markas ALGADRA Blue." ucap Frisil.


"Siapa ketua mereka sebenarnya? Sepertinya kita tidak boleh lengah sedikit pun" ucap Bryan.


"Tapi tenang aja kak, masalah markas sudah beres. Tinggal masalah perusahaan kita kak" ucap Frisil sedikit ragu.


"Apaa!!! siapa yang berani main main sama perusahaan kita dek" ucap Bryan dengan suara tinggi nya.


.


.


.


.


.


.


#Haii semuanya


Jangan lupa Like, Coment , follow yaaa.


Instagram @linaa.pndk