
Sesampainya di UKS, Selin segera di periksa oleh petugas UKS disana.
"Makasih kak" ucap Selin memberanikan diri.
"hmm, gue cabut dulu" ucap Brayen, dijawab anggukan oleh Selin.
"ihhh kenapa sihh ini jantung" batin Selin memegang detak jantungnya yang berdetak cepat ketika menatap kedua bola mata Brayen.
"Lupakan lupakan, mending sekarang gue hubungin Cika sama Frisil." ucap lirih Selin mengambil Handphone nya di tas.
tut tutt tuttt
"Mana sih Frisil, tumben hpnya mati" ucap Selin, ganti mencoba menghubungi Cika.
"Iya halo Sel, btw lo kok belom sampe? tumben banget?" tanya Cika yang sekarang sudah berada di dalam kelas menunggu kedua sahabatnya.
"Gue di UKS, kesini dong temenin" ucap Selin.
"Apaaa?? lo di UKS?? Lo kenapa??" tanya Cika khawatir.
"Nanti aja gue jelasin, cepetan kesini" ucap Selin menutup telfonya.
Tidak berapa lama, Cika datang dengan nafas yang sudah tidak beraturan lagi. Karena jarak kelas nya dengan UKS yang lumayan membuatnya harus lari larian di pagi ini.
"Lo gapapa?" tanya Cika penuh khawatir.
"Gue gapapa, tadi udah ada tukang pijet yang kesini buat mijet kaki gue yang ke kilir." ucap Selin.
"Lo jatuh sendiri?" tanya Cika.
"emm gue tadi ga sengaja nabrak kakak kelas kita yang kemaren ribut di kantin...." ucap Selin langsung dipotong.
"Dia cari masalah lagi,, gak bisa di diemin, gue harus kasih pelajaran sama dia" ucap Cika penuh emosi dan mulai akan melangkahkan kakinya keluar.
"eittttss,, gak usahh ini salah gue, tadi gue nglamun terus es gue tumpah kena seragam dia" ucap Selin dengan menunjukkan giginya sambil senyum.
"Pantesan tuh Nenek lampir langsung marah,, kemaren aja dikatain ganjen langsung kaya orang kerasukan, malah sekarang lo numpahin es ke seragamnya.. gue udah bayangin sih" ucap Cika.
"Gue kan gak sengaja,, untung aja tadi ada kak Brayen" ucap Selin sambil senyum senyum sendiri.
"Haaa?? Siapaa?? gue gak salah denger kan?" tanya Cika kaget ketika mendengar nama Brayen.
"Iya bener kak Brayen, dan lo tau gak tadi gue digendong sampai ke uks,, malu banget gue" ucap Selin menutupi wajahnya.
"Ya ampunn Selll,, lo orang yang paling beruntung di sekolah ini," ucap Cika Excited.
"ihh apaan sih lo" ucap Selin malu malu, Cika terus saja menggoda sahabatnya itu.
Di Gerbang
"Haii" sapa salah satu cowok kepada Frisil.
"ehh iya hai" balas Frisil menunjukkan senyum manisnya yang membuat semua para kaum adam mulai banyak yang menyukai Frisil.
"Gue Rio dari kelas 10 A IPA , Nama lo siapa?" tanya Rio menyalurkan tangannya.
"Frisil kelas 10 B IPA " jawab Frisil menjabat tangan Rio.
"Lo mau ke kelas kan?" tanya Rio, dijawab anggukan oleh Selin.
"Yaudah bareng aja, sekalian sejalur" ucap Rio.
Kedua mata itu pun bertemu, namun momen itu pun tidak lah lama. Ketika Vero melihat Frisil bersama cowok ia segera memilih untuk pergi.
"Kenapa tuh cowok? untung aja gue gak senyum, bisa malu gue" batin Frisil.
"Ehemm,, Kenapa bengong? lo kenal sama kak Brayen?" tanya Rio memecahkan lamunan Frisil.
"Haa? enggak gue gak kenal, gue ke kelas duluan ya" ucap Frisil langsung berlari menaiki tangga meninggalkan Rio.
Di Dalam Kelas.
"Lo kemana aja Sil, tumben baru dateng" Tanya Selin yang sudah berada di dalam kelas.
"Tadi mampir beli buku, ehh kaki lo kenapa?" tanya Frisil.
"Gapapa kok, cuma jatuh kekilir dikit tadi" ucap bohong Selin karena tidak ingin membangunkan singa di dalam tubuh Frisil.
"Beneran?" tanya Frisil melirik ke arah Cika.
"Iya bener kok, tadi ke kilir di tangga" ucap Cika bohong, karena permintaan Selin.
Jam pelajaran pun di mulai. Seluruh siswa dan siswi segera memasuki kelas nya masing masing.
Sedangkan Di Perusahaan RZGrub
"Maaf tuan, akan ada rapat dengan Ceo perusahaan Azahra sebentar lagi" ucap Hyper dengan sopan.
"Siapkan segera berkasnya" Perintah Alfa kepada Hyper.
"Baik Tuan" Jawab Hyper.
Hanya butuh waktu 5 menit, Hyper sudah selesai menyiapkan berkas berkas milik tuannya. Alfa segera bergegas keluar dari ruangan di ikuti Hyper di belakangnya.
Brughhhhh'
"Akhhh" ucap Alfa melihat jas nya kotor.
"Maaf tuan saya tidak sengaja,," ucap wanita itu yang tidak lain ialah Abel sodara tiri Airin.
Namun karena penampilan nya yang berbeda, membuat Alfa tidak mengenalinya. Ia pernah melihat sekilas biodata keluarga Istrinya beserta foto, namun karena penampilan Abel yang berbeda dengan di foto membuat Alfa tidak mengenalinya.
"Bagus dia tidak mengenalku" batin Abel.
-
-
-
-
#Haii semuanya
Jangan lupa LIKE, COMEN, FOLLOW YAAA
Makasih yang udah support Outhor sampai sekarang.
Coment sebanyak banyaknya yaa..
Instagram @linaa.pndk