
"Lepas" bentak Vero melepaskan tangan cewek itu.
"Kok kamu sekarang berubah si,," ucap manja cewek itu, yang tidak lain ialah Anez mantan kekasih Vero saat ia sekolah dinegara X.
"Gue berubah atau enggak bukan urusan lo" jawab Vero berjalan mendekati Frisil yang terlihat bingung melihat keributan antara Vero dan Cewek itu.
"Ayo" ucap Vero menggandeng tangan Frisil yang saat itu tidak tahu apa apa.
"haa??" ucap Frisil bingung dan hanya mengikuti langkah Vero.
"Veroo, dia siapamu? inget ya kita belom putus!!" Bentak Anez menarik tangan Frisil dengan kasar.
"Lepas gak!" ucap Frisil masih dengan nada yang sopan.
"Gakkk,, lo udah ngrebut Vero dari gue,, jangan harap lo bisa lepas dari gue" bentak Anez.
"Anezz lepasin dia!!" ucap Vero berusaha melepaskan tangan Frisil dari Anez.
'Klekk'
"Auuwww,," teriak Anez.
"Mau gue patahin sekalian, dia cowok gue sekarang! dan lo hanya masalalu nya!!" Bentak Frisil memeluk pinggang Vero, dan menyembunyikan kepala nya di bidang kokoh milik Vero.
"Dasar cewek murahan!!" ucap Anez yang akan menampar Frisil.
Namun dengan sigap Vero langsung menghempas kan tangan Anez yang akan berusaha melukai Frisil. Dan memeluk erat Frisil kedalam pelukannya.
"Ayo sayang kita pergi, aku laper" rengek Frisil mendongak ke atas karena Vero lebih tinggi dari tubuh mungil Frisil.
"Yaudah ayo sayang" ucap Vero lembut mengusap pipi Frisil, dan merangkul tubuh mungil Frisil menuju ke dalam Cafe.
"Verooo" Panggil Anez dengan tatapan penuh kebencian.
Vero tidak menggubris lagi panggilan itu, ia fokus melangkah kan kaki nya menuju ke dalam Cafe. Namun berbeda dengan Frisil ia mendongak melihat ke arah Anez, dengan tatapan membunuh.
"Wihh ada yang baru jadian nih" ucap Leo tiba tiba muncul disamping pintu masuk.
Hal itu pun membuat Vero dan Frisil menyadari jika posisi nya saat ini masih berpelukan seperti layaknya orang berpacaran. Dengan spontan Frisil mendorong tubuh Vero.
"Lo yaa,, cari kesempatan banget" Ucap Frisil.
"Siapa juga, lo kali yang cari kesempatan!! siapa yang peluk duluan? lo kan!!" ucap Vero.
"Okeee,, gue bilangin tuh mantan lo kalo gitu, biar lo digangguin mulu" ucap Frisil yang akan melangkah kembali ke tempat yang tadi. Namun dengan cepat Vero langsung memegang tangan Frisil.
"Lo mau apaa!! jangan macem macem deh" ucap Vero membuat Frisil tersenyum penuh kemenangan.
"Lo itu harusnya makasih sama gue!" sindir Frisil dengan melipat kedua tangannya.
"Makasih" ucap cuek Vero, duduk di depan Leo dan Cika.
"Kalian romantis bangett!! gue jadi pengen" ucap Cika menyatukan kedua tangannya untuk menjadikan tumpuan.
"Apaan sih Cika, siapa juga yang pacaran sama dia" ucap Frisil duduk disamping Vero.
"Siapa juga yang mau sama lo haa" ucap Vero sinis.
"Jadian aja deh kalian, cocok juga" ucap Leo.
"Bener tuh,, sama sama dingin pas" ucap Cika.
"Ngaco banget" ucap Frisil.
"Brayen mana?" tanya Vero.
"Tuh lagi pdkt sama Selin" ucap Leo.
"Ver, lo pesenin gih!! tuhh ngambek nanti baru tau rasa" ucap Cika melihat wajah Frisil yang cemberut.
"Biar dia pesen sendiri lah" ucap Vero menatap Frisil.
"Tuhhhh kann" ucap Leo melihat tatapan tajam Frisil.
"Iya iya, lo mau pesen apa?" tanya Vero, karena melihat tatapan tidak bersahabat Frisil.
"Emm Es Choco Cheese sama nasi ayam bakar ya, dan lo yang bayarin okey! makasih" ucap Frisil tersenyum manis dan memainkan hp nya kembali.
"Gila nih cewek, moodyan banget" batin Vero.
Vero berjalan menuju kasir untuk memesan pesanan Frisil dan diri nya. Selang beberapa menit akhir nya pesanan mereka pun datang. Frisil dengan lahap memakan makanan itu.
"Sill lo lapar banget ya" tanya Cika.
"Bangett, gara gara tuh bola basket makanan gue jadi kebuang kan" ucap Frisil cemberut.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Haii semuanyaa
Jangan lupa LIKE, COMENT, VOTE YAAA
thanks udah support Outhor sampai saat ini🤗
Instagram @Linaa.pndk