One Night Surprise

One Night Surprise
EPISODE 62 - Tara Dan Gley



Frisil mengajak kedua anak laki laki dengan pakaian yang menurut Frisil sangat tidak layak menuju masuk ke dalam Taxi yang ia tumpangi.


"Pak jalan" perintah Frisil.


"Baik non" Jawab Pak sopir taksi.


"Nama kalian siapa?" Tanya Frisil kepada mereka bertiga.


"Nama aku Tara dan ini Gley" ucap Tara yang berusia 12 tahun dan Gley 10 tahun.


"Kalian sodara kandung?" tanya Frisil.


"Iya kak" Jawab Tara.


"Kenapa kalian bisa kerja seperti ini? dimana orang tua kalian?" tanya Frisil dengan lembut nya.


"Orang tua kami sudah meninggal, dan kami tinggal dirumah paman kami" ucap Tara menundukkan kepala nya, terlihat jelas menahan air mata nya di depan adek nya.


"Jadi preman tadi? paman kalian?" ucap Frisil, dijawab anggukan oleh ketiga bocah itu.


"Sekarang kalian ga perlu kerja seperti tadi, kalian tinggal saja di panti asuhan milik keluarga kakak" ucap Frisil mengelus rambut ketiga anak itu.


"Tapi kak? kami ngga punya biaya buat ...." ucap Tara terpotong.


"Ssstttt kalian ngga usah mikir masalah biaya, kakak juga akan menyekolahkan kalian bertiga. Kalian mau kan?" ucap Frisil.


"Benarkah kak? kami bisa sekolah?" ucap Gley dengan senyum yang terpancar di wajah nya.


"Benar,, ada syarat nya tapi?" ucap Frisil tersenyum manis.


"Apa kak syarat nya?" tanya Tara dan Gley bersamaan.


"Kalian harus rajin belajar, ga boleh bolos dan jadi orang sukses okey" ucap Frisil.


"Baikk kak, akan kami laksanakan" ucap kedua anak itu dengan penuh semangat.


"Pinterr" ucap Frisil memeluk kedua anak itu, penuh kasih sayang.


Selama diperjalanan di penuhi canda tawa antara Frisil dan kedua anak itu. Frisil memang sangat menyukai anak anak, apalagi ia memiliki adek seusia mereka.


10 menit kemudian.


Taxi sudah berhenti di depan pintu masuk Mall yang begitu besar. Frisil mengajak masuk kedua anak itu tanpa memperdulikan banyak pasang mata yang melihat ke arah nya, karena membawa kedua bocah dengan penampilan pemulung.


"Cantik sih kok mau Deket Deket sama pemulung."


"Bau banget"


"Jijik ih"


Banyak sekali orang yang memandang dari fisik saja.


"Jangan di dengerin orang kaya gitu, kalian itu keren dan kalian bisa lebih dari mereka." ucap Frisil memberi semangat kepada Tara dan Gley.


Frisil memasuki toko baju yang cukup bermerk. Namun para pegawai disana ketika melihat kedatangan Frisil dan ketiga anak dengan pakaian yang sangat kotor, mereka langsung mendekati Frisil yang sedang memilih beberapa baju untuk Tara dan Gley.


"Maaf mbak sebelumnya. Disini pemulung dilarang masuk" ucap salah satu pegawai perempuan dengan melirik sinis ke arah ketiga bocah itu.


"Mereka bukan pemulung mba, mereka adek saya" ucap Frisil dengan senyum sopan nya.


"Baju yang mba pegang, itu baju yang lagi Best Seller ditoko kami dan harganya tidak main main." ucap Pegawai itu dengan tatapan mengejek karena melihat penampilan biasa Frisil.


"Yaudah carikan baju yang Best Seller untuk mereka berdua" ucap Frisil dengan lembut nya, membuat pegawai itu kaget.


"Kalo mbak mau main main, gak usah datang kesini. Nanti mbak malu sendiri loh" ucap pegawai itu.


Frisil menahan emosi nya ketika mendengarkan perkataan pegawai wanita itu yang memandang rendah seseorang dari penampilan nya saja.


Frisil tidak menjawabnya, ia langsung mencari beberapa baju untuk Tara dan Gley, dengan tatapan sinis para pegawai disana. Setelah Frisil mendapat kan beberapa pasang baju untuk anak anak, ia langsung berjalan ke kasir.


"Mbak yakin belanja segini banyak nya?" ucap Pegawai bagian kasir.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#Haii semuanya


Jangan Lupa LIKE, COMENT, FOLLOW yaaa


Bantu VOTE dong biar Outhor semangatđŸ¤—


Instagram @Linaa.pndk