
"Ini Hp Frisil dan mereka juga menemukan Flashdisk di lokasi jatuhnya Frisil." ucap Vero memberikan Hp dan Flashdisk kepada Brayen.
"Flashdisk?? kenapa Frisil membawa Flashdisk?" ucap Brayen.
Flashback On.
"Bos semua rekaman kejahatan Melia sudah ada di dalam Flashdisk" ucap Kenzo menjalankan perintah Frisil.
"Baiklah terimakasih Kenzo" ucap Frisil melihat Flashdisk yang sekarang berada ditangannya dengan di ikuti senyum devilnya.
Malam Harinya.
"Yaudah mamah tinggal ke dapur sebentar" ucap Mamah Airin, meninggalkan Frisil yang memoles wajahnya sendiri.
"Hari ini, aku akan bilang kepada Vero soal Brayen dan Bryan." batin Frisil.
Setelah selesai make up, ketika Frisil mengambil dompet nya. Ia melihat Flashdisk yang menyimpan semua bukti penghianatan Melia.
"Hari ini Kak Bryan harus tau" ucap Frisil mengambil Flashdisk menaruh di kantong yang ada di dress nya.
Mamah Airin datang, dan melihat Frisil sudah sangat cantik dengan polesan tipis di wajah nya. Sungguh Perfect sudah penampilan anak nya kali ini.
"Mah apa kak Bryan di kamar?" ucap Frisil.
"Mamah kayanya ngga liat deh, nanti mamah coba tanya ke kakakmu Brayen" ucap Mamah Airin.
Namun ternyata Bryan sedang tidak ada dirumah. Frisil mengundurkan niat nya, ia akan memberitahu kakaknya nanti ketika pulang dinner.
Flashback off.
"Untuk apa Frisil membawa Flashdisk? Bryan Lo siapkan laptop" ucap Brayen masih bingung.
Bryan langsung menyiapkan laptop di sofa yang ada di ruang itu. Brayen dan Vero segera duduk di samping Bryan. Brayen langsung menancapkan Flashdisk ke laptop, muncullah File khusus.
"Coba lo buka" ucap Brayen, menyuruh Bryan untuk membuka File itu.
Ketika Bryan membuka File itu, ia melihat banyak sekali rekaman seseorang di dalamnya yang tidak lain ialah Melia kekasihnya.
"Melia" ucap lirih Bryan, mulai membuka satu persatu Rekaman yang ada disana.
Mereka bertiga membulatkan mata nya melihat isi rekaman yang memperlihatkan kelakuan Melia yang terus bergonta ganti laki laki setiap masuk hotel. Hal itu membuat Emosi Bryan seketika memuncak.
"Akhhhhh" teriak Bryan akan bangkit dari tempat duduknya.
"Jangan gegabah, bukan saat nya Lo balas kelakuan Melia. Yang terpenting Lo udah tau maksud Frisil sebenarnya" ucap Brayen membuat Bryan mengingat kejadian dimana ia membentak Frisil, bahkan memarahinya di depan umum.
"Bodoh nya gue lebih milih ****** itu dari pada adek gue sendiri" ucap Bryan terlihat penyesalan di raut wajahnya, ia berjalan mendekati tubuh Frisil.
"Dek maafin Kakak, cepat buka matamu!! tampar kakak mu ini" ucap Bryan memegang tangan Frisil.
"Udahlah Bryan, hubungi Kenzo untuk segera cari tau pelaku yang mendorong Frisil" ucap Brayen.
"Aku pergi dulu" ucap Bryan meninggalkan ruangan dengan raut wajah penuh penyesalan.
Di Siang hari, Airin sudah berada di dalam ruangan bersama Vero dan Brayen. Pintu terbuka dan muncullah mamah Sara, mereka berdua saling pandang.
"Sara" ucap Airin.
"Airin" ucap Sara.
"Sara ternyata Vero putramu, syukurlah anak ku kenal dengan lelaki baik seperti putramu" ucap Airin.
"Aku ngga nyangka, jika kamu orang tua Frisil" ucap Mamah Sara, memeluk Airin.
Sara ialah anak dari sahabat mamah Airin dulu, dari kecil Airin selalu bersama mereka ketika mamahnya sedang sibuk kerja. Bahkan kedua orang tua Sara menganggap Airin seperti anaknya sendiri.
Namun diusia mereka yang berumur 7 tahun, Sara dan keluarga nya pindah di luar kota. Dan mereka mulai tidak berkomunikasi sejak saat itu.
"Om sama Tante apa kabar?" ucap Airin.
"Mamah sama papah sudah tiada Rin, papah kena Serangan jantung dan tidak lama kemudian mamah juga menyusul papah" ucap Sara dengan kesedihan nya mengingat orang yang dia sayang meninggalkan nya.
"Udah udah,, gimana keadaan Frisil" ucap Mamah Sara, mengalihkan pembicaraan.
"Dia masih koma" ucap mamah Airin.
"Sayang segera buka mata mu, lihat lah banyak orang yang sayang padamu saat ini" ucap Mamah Sara mengusap rambut Frisil.
Cukup lama mamah Sara berada disana, Airin juga menceritakan kejadian yang membuat keluarga nya hancur. Mereka saling berpelukan dan menguatkan satu sama lain.
Disisi lain.
"Rencana kali ini jangan sampai gagal!!" Ucap Anez kepada anak buahnya.
"Syukurlah kau koma saat ini, memudahkan ku untuk menyingkirkan cewek seperti Lo" batin Anez melihat foto Airin yang ada ditangannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Haii semuanya
Jangan lupa Like, Coment, Follow yaaa
Makasih yang udah support Outhor sampai sekarang
Instagram @linaa.pndk
Salam kenal semuanya 🤗🤗