
"Ngapain lo lihat lihat gue, naksir kan lo" Goda Frisil.
"Dihh pede banget" ucap Vero masih berusaha terlihat cool di depan Frisil.
"Sumpah demi apa!!! kalian itu cocok bett dah" ucap Cika.
"Ngaco" ucap sinis Frisil.
Disisi lain
"Kak Brayen kenapa kita ngga gabung sama yang lainnya aja" tanya Selin.
"Selinn" panggil Brayen memegangi kedua tangan Selin.
"Emmm iya, ada apa kak?" tanya gugup Selin.
"Enggakk,, ini terlalu cepat untuknya" batin Brayen.
"Gajadi, kamu udah makan siang belom?" tanya Brayen.
"Emm belom kak" ucap Selin.
"Yaudah ayo kita gabung sama yang lain" ucap Brayen menggandeng tangan Selin.
"Kak Brayen aneh banget, kenapa juga perlakuan nya jadi manis banget" batin Selin.
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka berdua sampai di meja yang di pesan Cika.
"Wihh pasangan satu nya lagi udah balik nih" ucap Leo.
"Lo berdua cocok juga" ucap Cika.
"Apasih" ucap Selin malu malu.
"Tuh kan muka lo jadi merah" Goda Cika.
"Udah lah Cika, kasian tau" ucap Frisil.
Sore pun tiba.
"Eh btw ini jam berapa?" tanya Cika yang mulai sadar hari semakin sore.
"jam set 5" jawab enteng Leo.
"Whattt,, pasti mamah nyariin" ucap Selin panik.
"Berhubung rumah Selin, Leo, Cika searah mending tetep bareng gue aja" ucap Brayen, membuat Frisil dan Vero saling tatap.
"Terus Frisil gimana?" tanya Selin.
"Tenang dia sama Vero,, ya kan Ver?? Rumah lo kan searah sama dia?" tanya Brayen, mengedipkan mata nya.
"Iya gampang" ucap Vero.
"Kakak nyebelin banget sih,, kan rumah kita sama,, dasar kakak ndak ada akhlak,, awas ajaa" batin Selin sambil menatap tajam kakak nya.
"Gue udah panggilin orang buat nganter mobil lo, palingan bentar lagi datang" ucap Brayen tersenyum penuh kemenangan. Dijawab anggukan oleh Vero.
"Frisil gue sama Cika duluan ya" ucap Selin.
"Iya hati hati kalian sama mereka berdua" ucap Frisil.
"Gue orang baik,, Jadi gue pastiin mereka akan baik baik saja" ucap Brayen terlihat cool.
"Awas aja sampe temen gue lk lecet." ucap Frisil.
"Tenang aja, kan ada gue yang bakal jagain terus Selin" ucap Brayen tiba tiba membuat semua orang menatapnya.
"Wihhh, romantis banget" ucap Cika bersamaan dengan Leo.
"Emm maksud guee..." ucap Brayen mencari alasan.
"Gue tau Bro,, Yuk pulang, kasian tuh anak orang dicariin mommy nya" ucap Leo.
"Oke, Ver duluan ya,, jagain dia" ucap Brayen.
"Tenang" ucap Vero cuek.
Tinggallah mereka berdua, Vero sibuk memainkan hp nya. Sedangkan Frisil menghabiskan camilannya.
Tringg Tringg' bunyi hp Frisil.
"Halo yah" ucap Frisil.
"Frisil kakak kamu dimana?" tanya Ayah.
"Dirumah yah" jawab Frisil.
"Kamu belom pulang?" tanya Ayah.
"Belom yah, ini lagi makan diluar" ucap Frisil.
"Yaudah nanti pulang nya hati hati, Mamah sama ayah hari ini ngga pulang. Ada pekerjaan mendadak di luar." ucap Ayah.
"Mamah mana yah?" tanya Frisil.
"Mamah lagi tidur, kecapean tadi" ucap Ayah Alfa.
"Dan satu lagi, jaga Ara ya" ucap Ayah.
"Iya yah" jawab Frisil mematikan ponsel nya.
Setelah mematikan ponsel nya, Frisil menjadi pendiam. Vero yang merasakan perubahan dari Frisil berusaha membuka pembicaraan.
"Lo kenapa?" tanya Vero.
"Gue gapapa kok" ucap Frisil.
"Beneran?" tanya Vero.
"Iya bawel" jawab Frisil membuat Vero tersenyum.
Seorang Vero yang terlihat sangat angkuh, seperti es kutub. Hari ini hanya karena jawaban dari Frisil mampu membuat senyuman manis itu dengan mudah nya terpancar jelas di wajah Tampan Vero.
"Napa lo senyum" ucap Sinis Frisil, entah kenapa Frisil merasakan detak jantung nya terasa sangat cepat ketika melihat senyum Vero.
"Ihhh lo tadi manggil gue apaaa!!!!" Teriak Frisil melihat Vero yang sudah jalan duluan menuju parkiran.
"Tadi dia manggil gue, macan betinaa kan?? emang mirip yah?" ucap lirih Frisil berjalan menuju parkiran.
"Lama banget, panas tau" ucap Vero yang sudah menunggu nya di ambang ambang pintu mobil Sport nya.
"Iya iya bawel ih" ucap Frisil masuk kedalam mobil mewah milik Vero.
"Lumayan juga koleksi lo" ucap Frisil melihat dalam mobil Vero.
"Rumah lo dimana?" tanya Vero.
Tringgggg' Suara telfon Vero.
"Emm di ......" ucap Frisil terpotong karena suara telfon dari hp Vero.
"Halo mah." ucap Vero, menghidupkan Speaker telfon nya.
"Sayang kamu jemput Marcel di rumah tante ya,," ucap Mamah Sara.
"Iya mah, nanti aja ya" ucap Vero, melihat ke arah Frisil.
"Sekarang Vero, Marcel nangis lo nanti. mamah tungguin sekarang okee" ucap Mamah Sara, yang didengar oleh Frisil.
Frisil yang berada di samping Vero, ketika mendengarkan pembicaraan antara Vero dan mamah nya. Ia tidak tega jika harus membuat Vero membantah perkataan mamah nya.
"Stttt" Ucap Frisil menyenggol lengan Vero. Dan menganggukkan kepala nya.
"Emm yaudah, Vero jemput sekarang mah" Ucap Vero, mematikan telfon nya.
"Lo gapapa kan ikut gue jemput adek gue" ucap Vero.
"Gapapa kok" Jawab Frisil tersenyum ramah, entah kenapa senyum itu membuat hati Vero tenang.
Vero segera menancapkan gas menuju rumah tante nya. Frisil memainkan hp nya sesekali melirik ke arah Vero yang sedang fokus nyetir.
"Dari samping aja udah kelihatan ganteng,, ehhh apasih Sil" batin Frisil.
Selang beberapa menit akhirnya mereka sampai dirumah Tantenya Vero.
Brumm Brmmmm 'bunyi klakson mobil Vero.
Marcel langsung berlari, di ikuti tantenya dari belakang.
"Vero ngga mampir duluan" ucap Tante Hesty.
"Kapan kapan aja ya tan, Mamah udah nungguin" ucap Vero menggendong tubuh Marcel naik ke kursi belakang.
"Lohh tante cantik ada disini" ucap Marcel melihat Frisil untuk kedua kalinya.
"Eh Marcel ya ini,, emm jangan bilang kalo dia kakak kamu" ucap Frisil.
"Iya Tante cantik, dia kakak Marcel" ucap Marcel.
"Beda banget" ucap Frisil, membuat Vero melirik ke arah Frisil.
"Beda apa nya?" tanya Vero kepo.
"Yang satu ganteng, murah senyum, baik lagi. Lahh yang satunya ganteng sih ganteng tapi kayak es kutub" ucap Frisil.
"Apa maksud lo ha?" ucap Vero sedikit emosi.
"Gue kan bilang kenyataan, wleee." ucap Frisil mengejek Vero.
"Udah udahh,, ada anak dibawah umur loh disini. Kalo mau pacaran nanti aja kalo aku udah turun okee" ucap Marcel, membuat Frisil dan Vero saling bertatapan.
Sesaat kemudian.
Mereka akhirnya sampai di rumah mewah milik Vero, rumah itu 2 kali lipat rumah Frisil. Gerbang terbuka ketika mobil sampai di depan, dan langsung masuk ke dalam. Di teras Mamah Sara sudah menunggu sambil meminum teh bersama papah Vero.
"Loh Marcel mana?" tanya Mommy melihat Vero keluar sendirian.
Di dalam mobil.
"Tante cantik ikut Marcel yuk, nanti Marcel kenalin ke Mommy Marcel yang baikkk banget." ucap Marcel dengan tatapan memohon.
"Iya iya" ucap Frisil tidak tega menolak kemauan Marcel.
Ketika pintu samping terbuka muncullah Frisil yang terlihat sangat cantik memakai seragam sama seperti Vero. Di ikuti Marcel di belakang nya, kedatangan Frisil membuat Mamah dan papah Vero terlihat Syok.
"Haii Mommy,, Marcel bawa tante cantik" ucap Marcel menggandeng tangan Frisil, sedangkan Frisil malu karena ini pertama kali nya bagi nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Haii semuanya
Jangan Lupa LIKE, COMENT, VOTE yaa
Makasih buat kalian yang support Outhor sampai sekarang
Instagram @linaa.pndk