One Night Surprise

One Night Surprise
EPISODE 88 - Kebersamaan



"Apa yang kalian lakukan" ucap seseorang yang membuat Brayen langsung mendorong tubuh Naya.


"Maaf tuan" ucap Naya.


"Sayang kamu udah datang, kenalin dia Naya pengganti sementara Hyper" ucap Brayen.


Selin berjalan mendekati Brayen, ia menatap Naya dengan tatapan tidak suka. Hal itu membuat Brayen langsung tau jika Selin tidak suka dengan kehadiran Naya diruangan nya.


"Kamu bisa keluar sekarang" ucap Brayen kepada Naya.


"Baik tuan" ucap Naya melangkah kan kakinya keluar dari ruangan Brayen.


"Sayangg" panggil Brayen kepada Selin.


"Kamu marah?? maaf sayang" ucap Brayen mendekati kekasihnya.


"Kenapa kamu biarin dia dekat dekat sama kamu" ucap Selin cemberut, hal itu membuat Brayen mengulurkan senyumannya.


"Kenapa kamu senyum?? kamu suka digituin" ucap Selin.


"Kamu makin cantik kalo pas lagi cemburu gini" ucap Brayen mencubit hidung Selin.


"Siapa yang cemburu" Ucap Selin memalingkan wajahnya.


"Hahahaha lucu banget sih kamu" ucap Brayen.


"Sayangg tadi kopi nya tumpah di jas ku, dia refleks ngebersihin pake tisu" ucap Brayen lembut.


"Kenapa kamu ngga menghindar?" ucap Selin.


"Aku udah mau menghindar, secara bersamaan kamu datang" ucap lembut Brayen memeluk tubuh Selin.


"Tenang sayang" ucap Brayen mengusap lembut rambut Selin.


"Aku percaya sama kamu" ucap Selin tersenyum manis.


"Yaudah ayo kita makan" ucap Brayen merangkul pundak Selin.


Disisi Lain.


Ketika Hyper sedang melajukan mobilnya menuju sekolahan Ara, Handphone nya tiba tiba saja berdering.


"Hyper kau dimana?" ucap Alfa.


"Menjemput Non Ara tuan" ucap Hyper.


"Hyper kau langsung ajak Ara kesini saja nanti" perintah Alfa.


"Baik tuan" ucap Hyper.


Sesampainya di sekolahan, Ara yang melihat Om Hyper di depan gerbang langsung saja menghampiri nya.


"Om Hyper" panggil Ara.


"Silahkan masuk non Ara" ucap Hyper membukakan pintu mobil.


"Makasih om" ucap Ara.


Hyper melajukan mobilnya, dan berhenti di depan gerbang tempat Airin dan Alfa tinggal.


"Ini rumah siapa om?" ucap Ara.


"Masuklah, ada kejutan untuk non Ara di dalam" ucap Hyper.


"Kejutan?? benarkah?" ucap Ara langsung turun dari mobil.


Gerbang terbuka, Ara melihat taman yang indah disana. Namun tatapan nya tertuju kepada dua orang yang Ara rindu kan selama ini.


"Mamahh Ayahhh" panggil Ara langsung berlari memeluk Ayah dan Mamahnya.


"Sayang mamah kangen banget sama kamu" ucap Mamah Airin.


"Mamahh Ayahh kenapa lama sekali kerjanya" ucap Ara, membuat Airin dan Alfa saling melempar pandang.


"Hehehehe maaf in ayah sama mamah yaa" ucap ayah Alfa mengusap lembut kepala Ara.


"Yaudah ayo masuk, mamah udah masakin makanan kesukaan Ara" ucap Mamah Airin.


"Okey mahh" ucap Ara senang bisa bertemu kembali mamah dan ayahnya.


Seperti nya sudah saat nya mereka kembali lagi, Alfa menyuruh Hyper untuk membuat kejutan kepada anak anaknya.


Malam Hari.


"Ara dimana? kenapa belom pulang?" ucap Frisil cemas menunggu kedatangan kedua kakaknya.


"Sebentar lagi pasti datang" ucap Aunty Lala berjalan pelan mendekati Frisil yang sedari tadi mondar mandir.


Selang beberapa saat, terdengar suara mobil kakaknya di depan. Benar sekali Kedua kakaknya datang bersama dengan om Farhan.


"Ara manaa?" ucap Frisil tidak melihat keberadaan Ara diantara kakanya.


"Bukannya Ara sudah diantar pulang om Hyper?" ucap Brayen.


"Mana?? Dari siang aku nungguin!! aku kira Ara ikut kalian" ucap Frisil membuat semuanya saling lempar pandang.


"Sebentar aku telfon on Hyper dulu" ucap Brayen mencoba menelfon om Hyper, namun nomer tidak aktif.


"Akhhhhhhh siap" ucap Brayen panik.


"Kenapa?" ucap Om Farhan.


"Nomernya tidak aktif" ucap Brayen.


"Halo" ucap Frisil.


"Kakak tolong Ara" ucap Ara menangis.


"Araaaa, ini kamu dekk?? dimana kamu?m" ucap panik Frisil.


"Kakakkkk hikss hikss hikss" ucap Ara membuat semua orang semakin panik dengan kondisi Ara saat ini.


"Ara kamu dimana sayang??" ucap Om Farhan merebut ponselnya.


"Bryan lacak nomer ponselnya" bisik om Farhan kepada Bryan, dijawab anggukan oleh Bryan.


"Kak Ara takutt segera jemput Ara" ucap Ara ketakutan.


"Dekk kamu yang tenang, kakak akan segera jemput kamu" ucap Brayen.


Telfon tiba tiba saja dimatikan.


"Araa,,, Dekkkk" panggil Brayen.


"Aku udah dapat lokasinya, kita kesana sekarang." ucap Bryan.


"Om Farhan dirumah saja jagain Aunty Lala" ucap Frisil sopan.


"Hati hati kalian" ucap Aunty Lala, dijawab anggukan oleh ketiganya.


Bryan segera menjalankan mobilnya menuju lokasi yang ia dapat. Setelah satu jam perjalanan mereka sampai di depan gerbang, Frisil juga membawa beberapa pasukan untuk berjaga jaga.


"Masuklah" perintah seorang laki laki berpakaian serba hitam.


Frisil terus menatap laki laki itu, seperti tidak asing baginya. Ketiga nya melangkahkan kaki mengikuti laki laki itu dengan tetap waspada. Ketika laki laki itu membuka pintu dan muncullah kedua orang yang selama ini mereka cari.


"Ayahhh mamahhhh" ucap ketiganya bersamaan.


"Yahh ini kami" ucap Mamah Airin.


Secara bersamaan ketiga nya langsung memeluk erat tubuh Mamah dan Ayahnya. Mereka sangat rindu akan pelukan dari kedua orang tuanya.


"Mamah sama ayah kemana aja hikss hikss" ucap Frisil tangisannya pecah melihat kedua orang tuanya selamat dari kecelakaan besar.


"Masuklah dulu" ucap Ayah Alfa mempersilahkan ketiga anaknya masuk.


"Sekarang jelasin yah" ucap Brayen.


"Kondisi mamah kalian saat itu terluka parah, butuh waktu lama untuk kesembuhan nya. Jadi Ayah memutuskan untuk fokus menyembuhkan luka mamah kalian dulu" ucap Lembut Ayah Alfa.


"Apa om Hyper tau soal ini?" ucap Brayen, dijawab anggukan oleh Ayah Alfa.


"Maaf tuan, sudah menutupi ini semua." ucap Hyper datang bersama Ara.


"Udah sekarang kita bisa kumpul lagi, kalian makan lah. Mamah sudah menyiapkan makanan spesial untuk kalian" ucap Mamah Airin.


Mereka semua makan dengan lahapnya, kebahagiaan kembali hadir di keluarga Airin. Ia bersyukur dengan kehadiran anak anaknya membuat kebahagiaan nya terasa lengkap sudah.


'Tringgg' suara telfon Bryan.


"Siapa Bryan?" ucap Ayah Alfa.


"Om Farhan, aku permisi angkat dulu" ucap Bryan berjalan menjauh dari meja makan dan mengangkat telfon Om Farhan.


"*Halo om" ucap Bryan.


"Bagaimana kondisi Ara?" ucap Om Farhan.


"Ara baik baik saja om, dimana sekarang rame sekali disekitar om" ucap Bryan.


"Om ada dirumah sakit, Aunty mengalami pendarahan dan akan melakukan operasi malam ini" ucap Om Farhan.


"Apaa? Pendarahan? kami akan segera kesana om" ucap Bryan menutup telfonnya*.


Brayen segera berjalan kembali menuju meja makan dengan kepanikannya. Hal itu membuat semua orang yang ada di meja makan melihat ke arah Bryan.


"Ada apa?" ucap Brayen.


"Aunty Lala pendarahan" ucap Bryan membuat Airin langsung berdiri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#Haii semuanya


Jangan lupa Like, Coment, follow yaa


Instagram @linaa.pndk