
"Lo gapapa kan makan disini?" tanya Vero kepada Frisil.
"Gapapa lah, emang kenapa?" Ucap Frisil langsung duduk dikursi yang sudah di sediakan.
"Lo gak gimana gitu gue ajak di tempat seperti ini?" ucap Vero kepada Frisil.
"Gue lebih sering makanan di pinggir jalan kaya gini" ucap Frisil, dan membuat Vero tersenyum.
"Syukurlah" ucap Vero.
"Ini den Bakso nya,, udah nggak sendirian lagi kesini den, udah ada pacar sekarang yang nemenin" ejek Tukang bakso.
"Kita ngga pacaran kok mang" ucap bersamaan Vero dan Frisil.
"Kalian cocok loh" Ucap Tukang bakso, membuat Vero dan Frisil saling menatap satu sama lain.
"Ehh, makasih mang" ucap Vero tersenyum manis.
"Lo ikut make up and moodeling antar sekolah?" tanya Vero membuka percakapan dengan Frisil.
"Enggak, Selin yang kepengen ikut. Gue cuma nemenin aja" ucap Frisil cuek.
"Soal tadi maaf ya" ucap Vero karena membuat Mood Frisil berubah tadi.
"Kasih tau tuh mantan Lo,, jangan pernah coba nyentuh gue kalo gak mau tangan nya patah" ucap cuek Frisil.
"Iya maaf" ucap Vero.
"Iyaa gapapa" jawab Frisil.
Ketika mereka mulai menyantap bakso mereka masing masing, Vero melihat ke arah dua anak kecil yang sedang meminta minta. Dan terlihat jelas sang adik sedang menahan lapar. Vero langsung berdiri dan menghampiri kedua anak itu.
"Lo mau kemana?" tanya Frisil heran melihat Vero yang langsung berdiri meninggalkannya.
"Sebentar tunggu sini" ucap Vero.
Di pinggir jalan.
"Ikut kakak yuk" ajak Vero kepada kedua anak itu.
"Kemana kak?" tanya sang kakak.
"Kita makan bareng, udah siang waktunya makan" ucap lembut Vero.
"Tapi kak" ucap Sang kakak terpotong.
"Kalian tenang saja, kakak orang baik kok. Ayo ikut kakak kesana" ucap Vero menunjuk ke arah warung bakso di seberang jalan.
"Baik kak, ayo dek" ajak anak itu kepada adeknya.
Vero menggandeng kedua tangan anak itu menuju ke tempat duduk nya. Frisil melihat dari kejauhan, ia tidak menyangka jika dirinya dan Vero memiliki kesamaan dengan nya. Vero yang terlihat cuek, angkuh di sekolahan ternyata dibalik sikap dingin nya itu terdapat hati yang lembut.
Hal itu membuat senyuman indah Frisil tiba tiba saja terpancar jelas. Detak jantung Vero tidak karuan ketika melihat senyum Frisil yang terpancar jelas di depan mata nya.
"Sini duduk" ucap Frisil lembut kepada mereka.
"Makasih Kak" ucap gadis itu menundukkan kepalanya.
"Bang Bakso sama minuman nya tambah 2 porsi ya" ucap Frisil membuat Vero menatap nya dengan sangat hangat.
"Gue kira Lo bakalan ngusir mereka,, Dan tanpa gue perintah juga Lo udah lakuin hal yang membuat gue semakin kagum sama Lo" Batin Vero.
"Lo ngapain liatin gue" ucap Frisil, membuat lamunan Vero buyar seketika.
"Siapa yang liatin Lo, tuh gue liatin montor dibelakang Lo" ucap Vero bohong. Seketika Frisil menoleh kebelakang dan memang ada montor dibelakang nya pas.
"Nama kalian siapa?" tanya Frisil.
"Namaku Eli" ucap Eli sang Adik.
"Namaku Dodi" ucap Dodi sang kakak.
"Dimana orang tua kalian?" tanya Vero lembut.
"Ibu sudah meninggal, dan ayah pergi ninggalin kamu berdua" ucap Dodi.
"Kalian tetep semangat yah" ucap Vero, dijawab anggukan oleh keduanya.
Mereka berbincang bincang layaknya seorang teman, ternyata mereka seumuran dengan Ara adik Frisil. Sungguh malang nasib mereka.
Diusia mereka yang harus nya fokus sekolah dan merasakan kehangatan keluarga, namun keadaan menyuruh mereka untuk bekerja pagi sampai malam hanya untuk makan mereka berdua.
"Nih Den Bakso nya" ucap Tukang Bakso.
"Kalian makan yang banyak okey" perintah Frisil mengelus lembut kepala sang adek.
"Iya kak" jawab Eli dan Dodi bersamaan.
Beberapa menit kemudian.
"Kak kami lanjut kerja dulu ya" ucap Dodi.
"Kalian mau ngga tinggal di panti asuhan milik mamah kakak?" ucap Frisil, membuat mereka seperti ketakutan.
"Kalian jangan takut, disana juga banyak teman seumuran kalian kok" ucap Frisil meyakinkan mereka.
"Kamii ngga ada uang kak" ucap Dodi.
"Kakak ngga akan meminta uang sama kalian. Kakak hanya tidak ingin kalian seperti ini terus! kalian ingin sekolah kan?" ucap Frisil.
"Ingin sekali kak, tapi keadaan sekarang tidak memungkinkan kita untuk bisa sekolah seperti yang lain kak." ucap Dodi merasa sedih dengan nasib nya.
"Kalian jangan sedih lagi, mulai sekarang kalian ikut kakak ya. Dan mulai besok kalian bisa sekolah" ucap Frisil membuat Dodi dan Eli seketika sangat bahagia.
"Iyaa, kakak serius" ucap Frisil. Seketika Dodi dan Eli memeluk erat Frisil. Sedangkan Vero tersenyum bahagia melihat kejadian di depan nya.
"Sebentar ya kakak telfon teman kakak dulu" ucap Frisil menghubungi Kenzo untuk menjemput nya.
"Telfon siapa?" tanya Vero.
"Bukan siapa siapa kok. Tunggu aja dulu" Ucap Frisil.
Selang beberapa menit datang lah mobil, berhenti tepat di depan warung.
"Nah udah datang" ucap Frisil berjalan mendekati mobil dan memberitahukan sesuatu pada Kenzo.
"Sini" panggil Frisil kepada Dodi dan Eli.
"Iya kak" jawab bersamaan mereka.
"Kalian ikut sama kakak ini ya, nama nya Kak Kenzo temen Kakak" ucap Frisil dijawab anggukan oleh Dodi dan Eli.
"Makasih ya kak Frisil" ucap bersamaan mereka berdua.
"Sama sama sayang." ucap Frisil.
"Dahhh Kak Vero" Teriak mereka berdua melambaikan tangan kepada Vero.
"Kamu bawa mereka kemana?" tanya Vero.
"Aku suruh orang Panti Asuhan untuk jemput mereka" ucap Frisil.
"Bangga gue sama Lo" ucap Vero memuji Frisil.
"Lo apaan si, kita tuh harus selalu inget sama orang orang yah seperti tadi. Kasian mereka" ucap Frisil melamun.
"Udah jangan sedih, mau pulang atau beli es Krim" ucap Vero, seketika membuat Frisil langsung tersenyum lebar dengan mata yang berbinar.
"Es Krim" jawab Frisil dengan wajah imut nya.
"Dasarr" ucap Vero mengacak acak lembut rambut Frisil.
"Ayo ayoo" ucap Frisil menarik tangan Vero menuju parkiran montor nya.
Frisil menaiki montor dan langsung memeluk Vero, hal itu pun membuat Vero sangat bahagia bisa sedekat ini dengan Frisil. Mereka menuju Minimarket dekat sana.
"Yuk masuk" ucap Vero menggandeng tangan Frisil masuk ke dalam minimarket.
"Kenapa sama detak jantung gue, kenapa selalu gini sih" batin Frisil merasa ada yang aneh.
Ketika mereka masuk, banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka berdua. Ada yang senang dan ada juga yang iri. Memang Frisil dan Vero memiliki wajah yang di atas rata rata, hingga membuat siapa pun yang melihat nya langsung jatuh hati kepada mereka berdua.
"Kamu butuh apa? Lo ambil aja sekalian" ucap Vero.
"Es krim aja deh,, Besok jadwal nya buat belanja kebutuhan" ucap Frisil mengambil beberapa es krim.
"Ohh oke" jawab singkat Vero.
Mereka berjalan ke kasir, pegawai Kasir menatap lekat Vero sedari tadi. Frisil yang melihat hal itu pun merasa tidak suka, ia langsung menggandeng tangan Vero seperti layaknya sepasang kekasih.
"Ini mba" ucap Vero membayarkan es krim Frisil.
"Terimakasih kak, apa boleh minta foto?" Ucap pegawai itupun kepada Vero langsung. Frisil langsung menatap lekat mata Vero dari dekat, ia ingin tau jawab Vero.
"Emm maaf, saya lagi buru buru" ucap Vero langsung merangkul pundak Frisil dan meninggalkan Minimarket.
"Kasihan tau Mbaknya" ucap Frisil.
"Apasih, ayo naik" perintah Vero.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Haii semuanya
Jangan lupa LIKE, COMENT, FOLLOW Yaa
Bantu VOTE dong biar Outhor semakin semangat ngetik nya 🤗
Follow Instagram @Linaa.pndk
Salam kenal semuanyaa🤗