
"Coba saja aku lebih dulu mengenal Brayen" batin Naya.
Pintu terbuka, muncullah Tante Ira. Membuat Naya dan Brayen langsung menghentikan aktivitas mereka dan berdiri menyelami orang tua Selin.
"Eh ada tamu" ucap Tante Ira melihat kehadiran Naya.
"Kenalin Naya Tan" ucap Naya.
"Iya ayo duduk, untung saja tadi Tante belinya lebih. Ini buat kalian" ucap Tante Ira memberikan makanan untuk Brayen, Naya.
"Makasih tan" ucap Brayen dan Naya bersamaan.
"Mahh aku juga pengen" ucap Selin.
"Ini buat kamu, ngga boleh makan pedes" ucap Tante Ira.
"Sini Tan, biar Brayen yang suapin Selin" ucap Brayen mengambil makanan Selin.
"Kak gamau ih, aku bisa sendiri" ucap Selin.
"Ngga ada penolakan, gapapa kan Tante?" ucap Brayen.
"Gapapa banget, sosweet Lo kalian. Tante jadi inget masa muda Tante dulu" ucap Tante Ira.
"Mamahh" ucap Selin malu.
"Yaudah kalian lanjut ya, Tante mau ke resepsionis dulu" ucap Tante Ira.
"Iya Tan" ucap Brayen.
Brayen langsung menatap ke arah Selin dengan menunjukkan senyum yang memperlihatkan gigi gingsul nya. Hal itu lah yang membuat Selin langsung luluh seketika.
Naya seketika menahan dirinya saat melihat keromantisan antara Brayen dan Selin. Rasa iri tiba tiba saja muncul dibenaknya.
~
~
~
Keesokan Harinya.
Kondisi Selin sudah mulai membaik, ia diperbolehkan untuk pulang. Dan Brayen hari ini ia akan latihan di studio bersama Naya dan juga Niko.
Sedangkan Bryan ia mulai melajukan mobilnya menuju perusahaan nya. Namun tiba tiba saja seorang wanita berlari menyeberang di depan mobil Bryan. Dengan cepat Bryan menginjak rem nya.
"Ohh shttttt" umpat Bryan, langsung membuka pintunya.
"Maaf saya buru buru" ucap Wanita itu yang tidak lain ialah Keisya.
Keisya saat itu menggunakan kemeja putih polos sedikit menerawang akibat keringat yang membasah i tubuhnya.
"Kamu laki laki yang kemarin di supermarket kan?" ucap Keisya.
"Masuk lah ke mobil" ucap Bryan tetap dengan ekspresi dinginnya.
"Tapi maaf banget, aku harus segera pergi. Ini udah sangat telat" ucap Keisya langsung berlari meninggalkan Bryan.
"Pakaian seperti apa yang digunakan wanita itu." batin Bryan.
Bryan segera menjalankan mobil nya menuju perusahaan. Ia langsung bergegas ke ruangannya.
Malam Hari.
Bryan mulai mencari daftar karyawan yang ada di perusahaan nya. Tatapannya tertuju pada salah satu OB yang bernama Keisya.
"Alkas" panggil Bryan.
"Iya tuan, ada yang bisa saya bantu?" ucap Alkas.
"Panggilkan OB yang bernama Keisya, suruh keruangan saya sekarang" ucap Bryan.
"Baik tuan" ucap Alkas menemui Della untuk memanggil kan karyawan yang bernama Keisya.
Di Dapur kantor.
"Keisya kamu dipanggil ke ruangan CEO ya" ucap Della sopan.
"Ada apa kak? apa saya melakukan kesalahan?" ucap Keisya panik.
"Kakak juga tidak tau, segeralah keruangan" ucap Della melangkah pergi.
"Apa aku akan dipecat hari ini?" batin Keisya.
Keisya segera melangkahkan kaki nya menuju ke ruangan CEO dengan rasa gugup yang menjulur di tubuhnya. Banyak para staf yang melihat kedatangan Keisya.
Tok tok tok ' suara ketukan pintu.
"Masuklah" ucap Alkas membukakan pintu, dijawab anggukan oleh Keisya.
Keisya melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan dengan menundukkan kepala nya. Ada apa sebenarnya sampai seorang OB sepertinya dipanggil langsung untuk keruangan CEO kalo bukan pemecatan.
"Duduk lah" ucap Bryan yang menatap ke arah Keisya yang masih saja menundukkan kepalanya.
"Maaf tuan sebelum nya, jika saya melakukan kesalahan tolong maafkan saya." ucap Keisya posisi memohon tanpa melihat seorang yang ada di depannya.
"Alkas kau bisa keluar" ucap Bryan kepada Alkas.
"Baik tuan" ucap Alkas, meninggalkan ruangan.
Keisya secara reflek melihat ke arah CEO yang ada di depannya. Alangkah kagetnya ketika ia melihat seseorang yang ada di depannya.
"Kenapa melihatku seperti itu?" ucap Bryan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Haii semuanya
Jangan lupa LIKE, COMENT FOLLOW yaa
Makasih udah support Outhor sampai sekarang 😊
Instagram @linaa.pndk