
Banyak pasang mata yang melihat ke arah Frisil.
"Saya memang sudah ada janji sama Tuan Alkas" ucap Frisil masih menahan emosinya.
"Kamu itu udah dibilangin ngeyel lagi,,, Pergi dari sini cepat!!!!!" bentak resepsionis kepada Frisil.
Ingin rasa nya Frisil menampar resepsionis itu karena sikap nya yang seolah olah dia adalah yang memegang semua nya. Namun ia tidak ingin rencananya gagal hanya karena terbawa emosi sesaat. Frisil tau cara memberi pelajaran kepada orang seperti dia.
"Maaf dengan kak Frisil ya?" tanya seorang wanita berpakaian sopan menghampiri Frisil.
"Iya" jawab Frisil.
"Silahkan ikuti saya kak" ucap wanita itu yang bernama Dela, yang berusia lebih tua dari Frisil.
"Ohh ternyata hanya orang magang, pantes penampilannya buruk banget" Sindir resepsionis itu. Membuat Frisil semakin tersenyum karena melihat tingkah resepsionis itu semakin menjadi jadi.
"Emm Kak Dela ya?" Tanya Frisil melihat nama yang tertera di kemejanya.
"Iyaa, maaf ya emang dia orang nya kaya gitu" ucap Dela tidak enak dengan Frisil.
"Iya gapapa." ucap Frisil tersenyum manis.
"Nanti Kak Frisil langsung keruangan tuan Alkas, buat interview langsung dengan beliau" ucap Dela tersenyum sopan.
"Baik kak Dela, makasih ya. Jangan panggil aku kak, panggil aja Frisil" ucap Frisil tersenyum ramah langsung berjalan keruangan Alkas.
Tok tok tok
"Masuk" ucap Alkas dari dalam.
Ceklek' suara pintu.
"Tuan Alkas saya disuruh kak Dela kesini" ucap Frisil tersenyum polos, membuat Alkas melihat dari atas sampai bawah penampilan bos nya.
"Ehh Non Frisil ,, silahkan masuk non" ucap Alkas menundukkan kepala nya melihat bos nya sudah datang.
"Mana berkas keuangan?" tanya Frisil duduk di tempat nya.
"Ini non" jawab Alkas memberikan beberapa berkas dari bagian keuangan dan lain lain.
Frisil mengambil berkas itu, dan mulai mengecek satu persatu. Frisil hanya menunjukkan senyum devil nya ketika melihat berkas bagaian keuangan. Diusianya yang sekarang, ia sudah sangat mahir dalam bisnis.
"Ternyata sudah hampir 5 kali mereka melakukan ini" batin Frisil.
"Panggil Manager keuangan dan staf nya" Ucap Frisil memerintahkan kepada Alkas.
"Baik non" jawab Alkas segera keluar dari ruangan CEO.
"Kalian lupa, kalian berhadapan dengan siapa" batin Frisil menunjukkan senyum devil nya.
Frisil terus saja mengecek berkas lainnya. Memang hanya bagian keuangan saja yang tidak normal. Mereka bermain sangat licik, hingga Alkas tidak menyadari hal itu. Untung saja kemarin Frisil mengecek semuanya dari ponsel nya. Dan yahh ia langsung mengetahui masalah dari perusahaannya.
Tok Tok tokk.
"Masuk" perintah Frisil.
"Beliau Pemilik perusahaan ini" ucap Alkas datang dari belakang, segera berdiri di belakang Frisil.
"Kalian tau kenapa saya memanggil kalian." ucap Frisil dengan santai nya.
"Maaf bos, saya tidak mengerti maksud bos" ucap sopan Gori.
"Kalian jujur atau saya yang harus jelaskan!!" ucap tegas Frisil menatap tajam ke arah Gori dan 3 rekan kerjanya.
"Maaf bos, saya dan lainnya memang tidak mengerti maksud bos apa?" ucap Gori menundukkan kepalanya.
"Dimana anak dan istrimu?" tanya Frisil kepada Gori.
"Dirumah bos" ucap Gorj semakin gugup dengan pertanyaan yang terlontarkan dari mulut bos nya.
"Telfon dan tanyakan sedang apa mereka sekarang!" ucap Frisil dengan nada tegas nya.
"Baik Bos" ucap Gori langsung mengambil HP nya dan menghubungi istrinya.
"Haloo" ucap Gori kepada istrinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Haii semuanya
Jangan Lupa LIKE, COMENT, VOTEE YAAA
Makasih udah support Outhor sampai saat ini.
Outhor akan usahain Up setiap hari🤗
Instagram @Linaa.pndk