One Night Surprise

One Night Surprise
EPISODE 47 - Selin



Di Pagi Hari.


Efek obat yang diminum Frisil, membuatnya kembali tenang.


"Morning semuanya" ucap Frisil sudah rapi dengan seragam nya.


"Morning" jawab bersamaan.


"Dek kemaren emang ketemu siapa?" tanya Brayen.


"Ohh kemaren ketemu sama nenek lampir" ucap spontan Frisil yang sedang mengambil nasi.


"Nenek lampir??" ucap bersamaan Brayen dan Bryan.


"Wahh kakak ketemu nenek lampir dimana? pasti serem ya kak" ucap Ara memeluk lengan Brayen.


"Seremm bangett, kakak aja sampe takut" ucap Frisil menakut nakuti adek kecil nya itu.


"Mamahhh,, Kakak kemaren ketemu nenek lampir, Ara takutt" ucap Ara berlari ke dapur.


"Frisil kamu tuh suka banget usilin Ara" ucap Brayen menyentil kening Frisil.


"Auuuww sakit tau kak" ucap Frisil mengelus keningnya.


"Yang bener dek, kemaren lo ketemu siapa? sampai trauma lo kambuh lagi" ucap Bryan kepo.


"Siapa lagi!" ucap ketus Frisil.


"Tante Tiara? dimana?" tanya Bryan, karena hanya dia yang bisa membuat penyakit Frisil kambuh.


"Di supermarket ujung sana" ucap Frisil menyendokkan makanan nya ke mulut nya.


"Yaudah nanti berangkat sama pulangnya bareng kakak aja" ucap Brayen.


"Gak mauuuu" ucap Frisil.


"Gak ada penolakan, kalo kamu tetep keras kepala penyamaran kamu akan kakak bongkar." ucap Brayen mengancam Frisil.


"Haaa?? ihhhh kakakkkk,, aku gamau bareng kaliann" rengek Frisil.


"Terserah kamu" ucap Brayen karena ayahnya menyuruh untuk antar jemput Frisil agar tidak terjadi seperti kemaren.


"Tapi turunnya di depan Alfamaret aja, dan pulangnya aku tunggu di alfamaret" ucap Frisil, karena jarak Alfamaret tidak terlalu jauh dan tidak banyak siswa yang kesana, agar penyamarannya tidak terbongkar.


"oke" ucap Brayen menyetujui permintaan adek nya.


"Kakak tumben udah bangun" ucap Mamah Airin.


"Gapapa mah, pengen bangun pagi aja" ucap Frisil sopan.


"Ehh iya mah,, Ayah mana?" tanya Frisil.


"Ayah lagi ngurus perusahaannya katanya ada yang korupsi" ucap mamah Airin.


"Siapa yang berani korupsi di perusahaan ayah mahh??, Biar Bryan yang beri pelajaran" ucap Bryan bangkit dari tempat duduk.


"Udah ditangani sama om Hyper, kalian tenang aja" ucap Mamah Airin menenangkan Bryan.


"Yaudah kalian buruan berangkat, Bryan antar Ara kesekolah nya dan Frisil kamu ikut sama Brayen" ucap Mamah Airin.


"Iya mah" ucap Frisil malas.


Akhirnya mereka berempat berangkat menuju ke sekolahannya. Frisil memasuki mobil milik Brayen, sedangkan Ara bersama Bryan.


Seperti kemauan Frisil, Brayen menurunkan Frisil di depan Alfamaret yang memang tidak ada satupun murid disana.


"Awas aja kalo nanti kakak kesini, kamu gak ada" ucap Brayen langsung melajukan mobilnya.


Disisi lain.


Mobil Brayen mulai memasuki gerbang menuju ke parkiran. Banyak pasang mata yang tertuju kepada kedatangan Brayen terutama para Siswi siswi yang mengidolakan Brayen.


Brayen langsung melangkahkan kaki nya menuju kelasnya, ketika berada di ujung lorong. Ia melihat Kiya dkk yang sedang memarahi cewek yang tersungkur di tanah.


"Maaf kak, aku gak sengaja" ucap Selin memang ini salah nya karena ia terburu buru. Hingga menumpahkan minumannya di seragam Kiya.


"Lihat ini!!! semua ini gara gara loo" ucap kiya melayangkan tangannya menuju wajah Selin.


"Hentikannn" ucap Brayen menangkis tangan Kiya yang akan memukul adek kelasnya itu.


"Gak capek apa lo nyakitin orang lain" ucap Brayen.


"Dia yang salah, kenapa jalan gak pake mata. Seragamku jadi kotor gara gara minumannya itu" ucap Kiya emosi.


"Cuma gara gara itu, lihat dia udah minta maaf. Dan lo tinggal pergi ke koperasi buat ganti seragam lo yang basah." ucap Brayen dengan suara tegas membuat Kiya ketakutan dan milih pergi bersama kedua temannya.


Ia segera berbalik badan dan membantu gadis itu berdiri. Bahkan Brayen tidak menyadari jika dirinya saat ini menjadi tontonan semua murid yang ada disana.


"Lo gapapa?" tanya Brayen.


"Gapapa, makasih" ucap Selin tersenyum manis.


"Senyum itu, kenapa manis sekali" Batin Brayen.


"Emm iya sama sama, apa perlu aku bantu antar ke UKS" ucap Brayen melihat luka gores di kaki gadis itu.


"Tidak usah, aku bisa sendiri" ucap Selin berusaha bangkit, namun karena luka yang sedikit memar membuatnya hilang arah dan terjatuh.


Dengan cepat Brayen langsung meraih tubuh mungil Selin dan langsung menggendong nya ala Bridal Style tanpa meminta persetujuan dari Selin.


"Lo apa apa an sih!! turuninn gakkk" ucap Selin memberontak, namun tidak ditanggapi oleh Brayen.


"Beruntung banget tuh cewek"


"Pengen di gendonggg"


"Adek kelas caper"


"Romantis banget"


dll.


"Diam, lo bisa jatuh" ucap Brayen tetap berjalan lurus ke arah UKS.


Sedangkan Selin memberontak bukan karena malu, entah kenapa jantung nya berdegup sangat kencang kali ini. Bahkan ketika melihat wajah tampan Brayen seketika membuat detak jantung nya semakin tidak normal.


"Kenapa detak jantungku semakin gak karuan gini" batin Selin menatap ke arah Brayen yang terlihat biasa saja.


.


.


.


.


#Haii semuanya


Jangan lupa jaga kesehatan yaaa.


dan jangan lupa dukung Outhor dengan VOTE, LIKE, COMENTT yaa


Follow ig Outhor @Linaa.pndk