
Setelah mengantarkan pulang Frisil, Vero langsung bergegas pergi ke Perusahaan papah nya. Karena tadi ia dapat pesan dari Papah untuk menemuinya sepulang sekolah.
Hanya membutuh kan waktu 10 menitan, montor Vero sudah sampai di halaman kantor Papah nya. Dengan segera langsung masuk ke dalam menuju ruangan Papah nya.
"Selamat siang Tuan" ucap salah satu karyawan lama yang usianya tidak jauh dari Vero, ia sudah sangat jatuh hati kepada anak pemilik perusahaan Harsa Grub.
"Hemmm" ucap cuek Vero langsung masuk ke dalam Lift.
"Semakin hari semakin tampan, kamu harus jadi milik aku Vero" Batin wanita itu bernama Kirana.
"Apa kalian liat liat!!! ingat yaa jangan sekali kali kalian berani mendekati tuan Vero,, Dia hanya milik ku. Kalian mengerti!!" Bentak Kirana.
"Mengerti Mbak" Jawab bersamaan para pegawai.
Memang Kirana adalah karyawan yang cukup berpengaruh di perusahaan Harsa Grub. Ia sudah memiliki kedudukan yang cukup tinggi di perusahaan, itulah sebab nya semua karyawan tidak ada yang berani melawan Kirana.
Diruangan.
"Ada apa Pah?" Tanya Vero.
"Papah harap kamu bisa mengerti keadaan papah sekarang" ucap Papi Harsa membuat Vero bingung.
"Kenapa papah bicara seperti itu? ada apa?" tanya Vero.
"Mulai sekarang kamu fokus belajar bisnis, setelah kelulusan kamu yang akan pegang perusahaan ini" ucap Papah Harsa.
"Tapi pah" ucap Vero.
"Papah udah gak muda lagi Vero. Bahkan papah juga gak tau umur papah sampai kapan." ucap Papi Harsa dengan menundukkan kepala.
"Papah jangan sekali lagi bicara seperti itu, Vero gak suka" ucap Vero dengan tegas.
"Papah cuma mau kamu nerusin perusahaan yang papah rintis dari nol" ucap Papah Harsa.
"Baiklah pah, Vero setuju" ucap Vero.
Setelah selesai berbicara dengan Papi nya. Hari sudah mulai gelap, Vero segera keluar dari ruangan Papah nya dan memasuki Lift khusus CEO. Setelah sampai di lantai dasar. Tiba tiba saja Kirana menabrak tubuh kekar Vero, yang membuat Kirane seolah olah jatuh di pelukan Vero.
"Wangi banget,, secepat nya kamu akan jadi milikku Vero" batin Kirana masih di posisi memeluk Vero.
"Ehh maaf tuan" ucap Kirana.
"Gapapa" Jawab Vero langsung berjalan menuju parkiran, dan menghiraukan tatapan semua para karyawan.
Keesokan Harinya.
"Tumben akhir akhir ini kamu bangun pagi banget" ucap Mamah Sara, melihat ada yang berubah dari Vero.
"Kan Vero bangun nya emang pagi terus" ucap Vero duduk di meja makan.
"Pagi apaan, biasanya sampai harus nyuruh Marcel buat bangunin kamu" Sindir Mamah Sara kepada Vero.
"Bener tuh kata mamah" ucap Marcel menyantap sarapan nya.
"Udahlah mah, Vero udah mau belajar dewasa. Bentar lagi dia juga lulus dan nerusin perusahaan yang ada disini" ucap Papi Harsa.
"Anakk Mamah udah dewasa, udah punya calon kan?" ucap Mamah Sara, membuat Vero yang sedang asik menyantap sarapan nya langsung tersedak.
"Uhukk' uhukkk,," Mommy langsung memberikan minuman kepada anak Sulung nya.
Diwaktu yang bersamaan, tiba tiba Bibi masuk dan memberitahu kan kepada Tuan nya jika di depan ada yang mencari Tuan Vero dengan pakaian seragam yang sama seperti tuan Vero.
"Siapa bi namanya?" tanya Vero.
"Emm siapa ya tadi,, Non Anez tuan" ucap Bibi.
"Anez mantan kamu yang di Luar negri itu Ver?" Tanya mamah Sara.
"Iya mah, dia sekolah sama seperti Vero" jawab Vero dengan cuek.
"Yaudah kamu temuin dulu gih, kasian anak orang nunggu di depan." ucap Mamah Sara. Memang Mamah Sara tidak tau alasan putus nya hubungan mereka berdua hingga saat ini.
"Bilang aja aku udah berangkat bi" ucap Vero tetap menyantap sarapannya.
"Veroo,, Mamah gatau masalah apa yang membuat hubungan kalian berdua putus. Tapi setidaknya kalian bisa berteman lagi" ucap lembut mamah Sara, karena orang tua Anez teman baik nya dulu.
"Kalo mamah tau, pasti mamah akan ngusir tuh cewek." ucap Vero langsung menghentikan sarapan nya dan mengambil handphone nya, dan mencoba menghubungi seseorang di Handphone nya.
"Kamu telfon siapa?" tanya Mamah Sara.
"Bukan siapa siapa mah,, Vero berangkat dulu ya. Mamah gak usah keluar biar Vero yang nangani tuh cewek" ucap Vero bersalaman dengan kedua orang tuanya.
"Yaudah Hati hati ya sayang" ucap mamah Sara.
Di Depan Rumah.
"Vero aku minta maaf sama kamu. Kita balikan kaya dulu ya?" Ucap Anez tetap berusaha mengambil lagi hati Vero.
"Lo ngomong apaan sih? Gue mau berangkat" ucap Sinis Vero menuju Garasi.
"Verooo, aku bener bener minta maaf. Aku gak mau putus sama kamu Vero." ucap Anez meyakinkan Vero. Namun tidak sedikit pun Vero menanggapi nya.
Vero meninggalkan Anez, dan langsung melajukan montor nya keluar rumah. Dengan cepat Anez menjalan kan mobil nya mengikuti Vero.
Sebelum nya Vero memang sudah mengerti sikap Anez, ia pasti akan mengikuti nya. Dan tidak kalah akal, ia menelfon Frisil untuk segera siap siap dan membantunya kali ini untuk terlepas dari Anez.
Awalnya Frisil menolak, tapi karena Vero terus saja memohon kepada Frisil dan menjanjikan es krim kepada Frisil, membuat Frisil mengiyakan permintaan Vero.
"Ini kan bukan arah ke sekolah?" batin Anez, ia tidak sadar jika Vero mengetahui sejak awal Anez mengikuti nya di belakang.
Vero berhenti tepat di depan gerbang rumah Frisil. Tidak lama kemudian muncul lah Frisil dari dalam dengan pakaian seragam yang sudah rabi dan rambut yang terurai.
"Cantik banget nih cewek" batin Vero menatap lekat penampilan Frisil.
"Ayoo" ucap Frisil membuyarkan lamunan Vero.
"Nih Lo pakek" ucap Vero memberikan helm kepada Frisil. Dan langsung Frisil pakek.
"Dia masih ngikutin Lo?" bisik lirih Frisil.
"Tuh mobil merah di belakang" ucap Vero. Frisil menutup kaca helm nya, dan memang benar mobil Anez berhenti tidak jauh dari posisi mereka.
"Kok gak jalan jalan?" tanya Frisil masih belom sadar.
"Lo mau jatoh?" Tanya Vero, membuat Frisil mengingat sesuatu.
Dengan cepat Frisil langsung melingkar kan kedua tangannya di pinggang Vero. Hal itu pun membuat Anez yang melihat hal itu pun semakin marah. Ingin sekali ia turun dan menjambak rambut Frisil.
"Dah nii" ucap Frisil tersenyum menunjukkan gigi gingsul nya.
"Nahh gini kan enak" Ucap Vero, membuat Frisil langsung mencubit perut Vero.
"Auwww, perih banget" Rintih Vero.
"Lo sihhh modus banget jadi cowok" ucap Frisil.
"Gue tuh gak modus, kan ini demi keselamatan Lo" ucap Vero menyangkal.
"Bisa aja alesan nya" ucap Frisil.
Vero menjalan kan montor nya menuju ke sekolahan. Di lampu merah Vero memberanikan diri memegang tangan Frisil yang melingkar di pinggang nya. Hal itu pun membuat Frisil kaget dengan perlakuan Vero saat ini.
"Lo ngapain? tuh pegang setir nya nanti jatuh" ucap Frisil sedikit Salting.
"Gak akan jatuh tenang aja" ucap Vero.
"Kenapa sih jantung gue,,, Detak jantung gue kenceng banget" batin Frisil, berusaha melepaskan pelukannya.
Namun semakin Frisil berusaha melepaskan semakin kuat Vero memegang kedua tangan Frisil. Setelah lampu hijau Vero melepaskan tangannya dan fokus menyetir dengan senyuman yang terus saja terpancar di wajah nya.
"Nyaman banget setiap deket sama lo kaya gini" batin Vero.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Haii semuanya
Jangan lupa LIKE, COMENT, FOLLOW Yaaa
Bantu VOTE dong biar Outhor semakin semangat ngetik nya 🤗
Follow Instagram @Linaa.pndk
Salam kenal semuanyaa 😊