One Night Surprise

One Night Surprise
EPISODE 67 - Pemilik Aero Grub



"Tuan Alkas, dia sudah sangat kurang ajar." ucap Elza memegang tangan Tuan Alkas.


"Lepas!" bentak Alkas menghempaskan tangan Elza.


"Maaf bos, apa bos tidak apa apa?" tanya Alkas kepada Frisil, yang membuat semua karyawan disana kaget bukan main.


Ia sedari awal mengira jika Frisil hanyalah karyawan yang akan magang. Namun ternyata semua yang mereka kira salah, Pemilik Perusahaan Aero Grub untuk pertama kalinya datang langsung dan memperlihatkan dirinya ke semua karyawan.


"Apaa!!! Bos?" ucap Elza tidak percaya dengan apa yang ia lihat kali ini.


"Mohon perhatiannya. Perkenalkan beliau ialah pemilik Perusahaan Aero Grub" ucap Alkas membuat Elza seketika diam mematung.


"Selamat Pagi semua nya. Saya harap kerja sama nya untuk kemajuan Perusahan Aero Grub." ucap Frisil dengan senyum manis nya.


"Baik Bos" jawab serempak karyawan disana.


"Dan untuk kamu, sebenarnya saya kasihan sama kamu. Tapi saya tidak membutuhkan. karyawan seperti mu lagi disini." ucap Frisil memberikan surat pemecatan untuk Elza.


"Maaf kan saya, saya memang bersalah. Maaf kan saya jangan pecat saya bos" ucap Elza berlutut dihadapan Frisil.


"Sebaiknya kamu belajar dulu cara menghargai orang" ucap Frisil melangkah kan kaki nya menuju Lift khusus CEO.


"Alkas usir dia, dan saya harap tidak melihat nya lagi disini." perintah Frisil kepada Alkas.


'Ting' suara Lift terbuka.


"Loh Frisil kamu ada disini?" tanya Dela yang berada atas.


"Iya kak, kakak apa kabar?" tanya Frisil kepada Dela.


"Alhamdulillah baik kok. Kamu tau ngga? kakak seneng bangettt" ucap Kak Dela dengan sangat semangat dan terlihat jelas kebahagiaan di wajah nya.


"Ada apa kak?" tanya Frisil berakting dulu seolah olah tidak tahu apa apa.


"Kakak diangkat jadi Sekretaris tuan Alkas, dan sebagai manager keuangan." ucap Kak Dela senang.


"Syukurlah kak, aku ikutan senang mendengarkan berita ini kak"ucap Frisil memeluk kak Dela.


"Aku bingung, padahal aku hanyalah karyawan biasa tapi tiba tiba saja kakak langsung di angkat menjadi sekretaris tuan Alkas" ucap Kak Dela masih tidak percaya.


"Kak sebenarnya ..." ucapan Frisil terpotong ketika Alkas keluar dari Lift.


"Maaf bos, tadi Tuan Brayen telfon. Bos disuruh segera pergi ke sekolahan" ucap Alkas , membuat Frisil langsung melihat ke arah jam nya.


"Whatttt!! udah jam 9. Perasaan tadi masih jam 7 deh" ucap Frisil panik.


"Jadi kamu?? Boss? pemilik perusahaan ini?" tanya Kak Dela masih kaget melihat kejadian di depan nya.


"Iya kak, lain kali akan ku jelaskan kepada kakak. Untuk saat ini aku harus segera pergi ke sekolahan." ucap Frisil langsung menuju lantai dasar dan meninggalkan kak Dela yang masih Syok.


"Kenapa kamu?" tanya Tuan Alkas.


"Emm sa..saya gapapa pak" ucap Dela.


"Yaudah lanjut kerja" perintah tuan Alkas.


"Baik pak" jawab Kak Dela.


Diperjalanan Frisil menyempatkan berhenti di pom bensin untuk berganti Seragam sekolah. Setelah selesai ia langsung menyuruh taxi ngebut agar ia segera Sampai di sekolahan.


"Makasih pak" ucap Frisil memberikan ongkos kepada taxi.


"Uang pas aja mbak" ucap pemilik Taxi.


"Tumben mbak Frisil datang jam segini" ucap pak Satpam.


"Tadi udah izin sama guru pak. Habis ada urusan yang gak bisa di pending, hehehehe" ucap Frisil menunjukkan senyum manis nya.


"Yaudah cepet masuk," ucap Pak Satpam membukakan gerbang untuk Frisil.


Frisil berjalan menuju ke kelas nya. Dengan merapikan seragam nya yang kurang rapi, sebenarnya ia bisa saja tidak masuk dan bolos. Tapi jika bolos Frisil merasakan gabut tidak ada yang menemani nya.


Brukkkkk'


Frisil menabrak seseorang di depan nya, namun untung nya dengan cepat laki laki itu meraih tubuh mungil Frisil agar tidak jatuh. Seketika mereka berdua saling pandang.


"Vero" ucap Frisil melihat Vero di depan nya.


"Lo sengaja ya nabrak gue" ucap Vero.


"Apaan sih, gue gak sengaja yaa" ucap Frisil langsung berdiri.


"Bilang aja kalo Lo cuma mau modus sama gue" Ejek Vero.


"Pede banget jadi orang. Gue modus sama Lo? mendingan juga tuh sama pak Agus kalo mau modus" ucap Frisil.


"Type Lo tuaan ternyata" ucap Vero.


"Mendingan juga pak Agus, kalo nanti gue bolos biar dibukain gerbang, gak usah lagi tuh manjat manjat" ucap Frisil langsung pergi berlari menuju kelas nya.


Vero yang mendengarkan jawaban Airin seketika senyum di bibir nya terpancar. Memang hanya Frisil yang mampu mengembalikan senyum itu, senyum yang di idam idam kan para kaum hawa.


"Unik" batin Vero, terus menatap wanita yang membuatnya seperti orang gila akhir akhir ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#Haii semuanya


Jangan lupa LIKE, COMENT, FOLLOW Yaa


Bantu VOTE dong biar Outhor semakin semangat ngetik nya


Follow Instagram @Linaa.pndk


Salam Kenal semuanyaa 🤗