Naomi

Naomi
eps 9



" jadi di sini rumah naomi " uca evan dengan melihat rumah yang di masukin naomi


" tapi kok dia sama desi satu rumah ? apa mereka sepupuan ? tapi tidak mungkin keduanya sangat berbeda " tanya evan lagi


" lang gilang ye malah benggong"


" gue bukan benggong gue mikir " sahut gilang


" mikirin apa ?"


" naomi anak orang kaya tapi kenapa pakai motor metik " tanya gilang


evan mengangguk" iya ya jika ini rumah naomi kenapa ia pakai motor ngak pakai mobil ?" tanyanya lagi


" udah ah ngak penting mending ngabarin mas reza aja dulu " gilang menghubungi reza memberitahu alamat naomi dimana


" sudah ?" gilang mengangguk lalu kembali naik motor


" lah mau kemana ?" tanya evan


" ya pulang ngapain lagi disini " sahut gilang dengan menyalakan motornya karna tak ingin di tinggal evan langsung naik ke boncengan motor gilang


.


.


.


.


" naomi mama sama papa mau ke paris kamu mau oleh oleh apa ?" tanyanya jenny dengan melihat naomi


naomi mengeleng" ngak usa ma yang penting kalian selamat" sahut naomi dengan senyum


jenny dan ardan tersenyum lalu mencium pipi naomi


" bik titip naomi ya, by sayang "


naomi hanya mengantar kedua orang tuanya di gerbang rumah setelah mobil mereka hilang naomi langsung masuk rumah


" bik abu kak dio masih ada kan ?" tanya naomi membuat bik mira menghentikan gerakan bersih bersih nya


" iya non masih " sahut bik mira bohong padahal abu dio telah ia letakan di rumah pemakaman semua atas kemauan jenny


" tapi kenapa ya udah 2 hari kak dio ngak muncul " sahut naomi lagi


" bibik ngak tau non kan yang bisa lihat cuma non naomi" sahut bik mira lagi


naomi melihat bik mira " yaudah bik saya ke kamar dulu " pamit naomi


baru ingin membaringkan badannya pintu kamar di ketuk membuat naomi beranjak


" kenapa bik ?" tanya naomi


" itu non di luar ada tamu nyariin non " naomi binggung karna tak ada satu orang pun yang tau rumahnya kecuali tomi dan desi


" tomi ?" tanya naomi


bik mira mengeleng membuat naomi kesal ia yakin jika orang itu mengikuti nya ketika pulang


seketika rasa marah naomi hilang melihat siapa yang di kursi


" buk kiki ?" sapa naomi


Kiki tersenyum " maaf ngak izin main ke sini "


naomi tersenyum " ngak papa buk ada perlu apa ?" tanya naomi lagi


" kami sepakat akan ke kampus sore ini dan mereka minta saya menjemput kamu mangkanya_"


naomi mengangguk" iya buk saya ngerti sebentar ya saya ganti baju " sahut naomi lagi


setelah berganti naomi lekas menuju ke ruang tamu


" bik naomi pamit ya " ucap naomi ketika bik mira memasuki rumah


" ke mana non?" tanya bik mira binggung


" ke kampus trisakti sebentar" bik mira melihat kiki lalu mengangguk


setibanya di sana naomi langsung di sambut beberapa arwah


bahkan ketika akan masuk kaki naomi rasanya berat ingin melangkah


" jangan jangan berbahaya" sahut suara menembus telinga naomi


" ayo masuk " ajak kiki


naomi tersenyum sembari berusaha mengangkat kakinya hingga membuat nya seperti orang pincang


" jangan berbahaya" sahut arwah yang menghalangi naomi


" bahaya kenapa ?" tanya naomi


" naomi" panggil kiki


naomi berusaha menghiraukan arwah itu hingga mereka tiba di ruangan kiki


naomi melihat kiki begitu kuat agama nya terbukti dengan banyaknya ayat ayat alquran serta mukena


" ibu Islam?" tanya naomi


Kiki mengangguk " kamu ?"


naomi mengeleng membuat kiki paham dan tak ingin bertanya lagi


" mungkin sebentar lagi mereka tiba " sahut kiki dengan melihat jam


" apa andriana ada di sini ?" naomi mengeleng


kiki menghela napas " jujur saya rindu dengan dia tawanya, keceriaannya, usilnya bahkan dulu kita perna berantem karna satu cowok " sahut kiki membuat naomi tersenyum


" Tapi sekarang dia malah ninggalin saya duluan "


" Semua yang bernyawa akan kembali kepenciptanya hanya menunggu waktu saja " sahut naomi


" ya kamu benar " sahut kiki


hampir 30 menit mereka menunggu tapi dava dan reza belum datang


" apa mereka akan kemari ?" tanya naomi lagi


kiki melihat jam " iyi ya kenapa lama sekali " tanyanya yang berjalan menuju pintu


" di luar udah gelap banget apa kita pulang aja?" sahut kiki dengan mencoba menghubungi dava dan reza


" kenapa ngak aktiv ?" sahut kiki yang terus berusaha menghubungi mereka


" kayaknya kita pulang aja mereka ngak bisa di hubungi" naomi mengangguk lalu mengambil tasnya di kursi


keduanya berjalan beriringan menuju pintu namun di arah ruangan reza terdengar ketukan yang membuat keduanya berhenti


" pintunya terbuka" sahut naomi ketika mendorong pintu ke arah dalam


keadaan ruangan yang menyalah bersih namun tak ada seorang pun di dalam


" siapa ?" bisik kiki yang berada di belakang naomi


naomi mengeleng lalu membuka toilet " ngak ada orang bahkan arwah yang biasanya disini juga ngak ada " sahut naomi lagi


kiki melihat naomi" pulang aja yuk " naomi mengangguk


" kenapa sekarang ngak ada ?" tanya lagi


" udah balik aja " ajak kiki dengan menarik tanggan naomi


naomi mengangkat kedua pundaknya lalu berjalan keluar


" Oya buk andriana manggil arwah itu kakak apa andriana punya kakak ?" tanya naomi


" kakak?"


" seingat saya ada sih tapi udah lama ngak ketemu "


" maksudnya gimana ?" tanya naomi lagi


" iya kalau ngak salah 2 tahun atau 3 tahun gitu mereka terpisah karna kecelakaan" sahut kiki


" maninggal juga ?"


kiki mengeleng " kalau itu ngak tau masih hidup apa udah meninggal eh tapi kalau ngak salah saya punya photo nya naomi ayo ke ruangan saya " kiki menarik tanggan naomi mengajaknya kembali ke ruangannya


setibanya di ruangannya kiki langsung membuka laci mencari buku


" sebantar ya, apa ini ?" tanya kiki dengan memperlihatkan poto


" ah iya bener " naomi mengangguk


" apa ini kakak nya andriana?" tanya naomi lagi


" iya dia indriana " sahut kiki dengan duduk di kursi


" mereka hanya berjarak 1 tahun andriana terlahir cantik tapi indriana sedikit cabi"


" tapi kenapa ia selalu menghalangi jika andriana ingin bicara sama gue ?" tanya naomi yang tak mengerti dengan situasi


kiki mengeleng " satu satunya jawaban ada pada orang tua mereka karna keduanya sempat kecelakaan dan koma selama tiga bulan hingga harus berobat ke america ketika pulang hanya ada andriana sendiri dan ia hanya bilang jika indriana masih harus berobat karna mengalami kelumpuhan kaki"


" gue rasa dia suka sama pak reza " sahut naomi membuat kiki melihat nya


naomi menceritakan kejadian di toilet tempo hari yang membuat kiki tercengang


" setau saya dia ngak tau sama reza " sahut kiki lagi


" apa mereka cinta segitiga?" sahut naomi lagi


" kayaknya iya deh atau ngak kita tanya orang tuanya aja gimana ?" usul kiki membuat naomi meringis


" Bu kiki jangan suru saya ke sana ya anggap aja kasusnya selesai " kiki melihat naomi kesal


" ngak bisa gitu kamu harus bantu saya " naomi menghela napas


" intinya satu mereka udah meninggal semua dan pak reza bisa cari yang lain "


" naomi ayola bantu saya saya masih merasa ada yang aneh atas kematian mereka " bujuk kiki


" buk tidur disini aja ya udah jam 12 takut pulang " sahut naomi yang malah membuat kiki ngeregetan


" ni bocah kenapa seenaknya sekali "


" bukan gitu buk saya harus sekolah besok nanti nilai saya turun saya udah kelas tiga ini"


" ngak akan saya jamin kamu akan masuk kampus trisakti ini asalkan kamu bantu saya "


naomi mengeleng " ngak minat kampus ini buk saya mau kampus lain " sahutnya dengan membaringkan badan di sopa


" naomi naomi ah sial " kiki menghentakkan kakinya lalu ikut berbaring di sopa yang terletak di depan naomi


setelah kiki memejamkan matanya naomi perlahan membuka mata " tenaganya simpan besok aja hari ini gue capek"