Naomi

Naomi
eps 24



" kenapa kamu malah disini hah bukannya mencari lihat hari sudah beranjak pagi " sahut pak rudi dengan meletakan kedua tangganya di pinggang


pak romi melempar rokok yang telah ia hisap lalu berdiri " bapak liat ke sana ?" tunjuk nya pada jalan sebelah kanan


seketika senyum pak rudi bersinar melihat siapa yang berjalan menjauhi mereka


" tapi kenapa belum kamu tangkap ayo tangkap sebelum dia pergi jauh " sahut pak rudi lagi


" lihatlah pak dia berjalan terseok seok apa mungkin bisa berjalan cepat dari kita " senyum sinis pak romi yang mulai berjalan menyusul naomi


.


.


.


.


.


.


" kemana mereka kenapa lama ?" tanya naomi dengan memeluk erat toples


hari sudah mulai pajar hembusan angin membuat badan naomi menggigil kedinginan


" bentar lagi matahari terbit loe masih mau di sini ?" tanya indriana dengan melihat naomi


naomi menghembuskan napasnya lalu mengeleng lalu mengangguk " gue takut keluar hutan, kalau mereka di luar bagaimana? tapi gue juga ngak mau terus disini ?"


indriana menghela napasnya " manusia labil yaudah ayo keluar, kita pelan pelan aja, gue akan liat kanan kiri kok "


naomi mengangguk pasrah lalu mulai berjalan melewati ranting ranting semak belukar serta pohon yang memiliki daun yang lebar, akar yang kokoh bahkan tak sekali dua naomi terjatuh karna melewati akar pohon


" awas tu toples jatoh tau rasa loe "


" iya iya bawel amat " sahut naomi kesal


.


.


.


" romi apa kamu yakin dia naomi?" tanya rudi dengan melihat cara berjalan gadis di depan mereka


" saya juga ragu pak tapi dari pakaian nya sama " sahut pak romi


tepat setelah berucap wanita itu berbalik menghadap keduanya


" ahhhhhhhhhh......... ...hantuuuuuuu........... "


teriakan panjang mengemah di hutan membuat siapa saja mendengar nya akan merasa kaget


" itu suara pak rudi dan pak romi " sahut naomi dengan melihat sekitar


" sudah ayo jalan cepat kita lari " ajak indriana


naomi mempercepat jalannya hingga tiba di jalan beraspal


" jalan aspal ? " sahut naomi dengan girang melihat jalan yang beraspal di depannya


" awas hati hati nanti ada mereka " indriana mengingatkan naomi yang loncat loncat di jalan


naomi mengangguk lalu melihat kanan kiri


" naomi " suara susan membuat naomi kaget


" astaga kalian bikin kaget aja, kalian dari mana?" tanya naomi


keduanya saling pandang lalu tersenyum senang " kita habis bersenang senang "


naomi mengeleng mendengar jawaban keduanya karena iya tau teriakan tadi pasti ulah mereka


.


.


.


" sial kembali ke kota " sahutnya dengan berlari masuk ke dalam hutan


" kenapa mereka lari ?" tanya evan dengan melihat pak romi dan rudi berlari ke dalam hutan


" kayaknya ada yang aneh " sahut dava yang bersembunyi di balik semak semak bersama tiga temannya yang lain


" apa kita ikuti mereka ?" tanya gilang


dava dan reza mengeleng " mereka mau ke mobil itu artinya mereka akan pergi bisa jadi naomi belum ketemu " sahut reza


mereka memang mendengar ketika pak rudi menyuruh pak romi menangkap naomi karna itulah mereka bersembunyi


dan benar saja tak lama dua mobil jib keluar dari hutan dengan kencang


" jika naomi bukan dengan mereka lalu naomi ke mana ?" tanya evan binggung


" bisa jadi naomi masih di dalam hutan tapi bisa juga naomi sudah keluar hutan" sahut reza membuat evan lesu


" gimana kalau kita ikutin jejak ban mereka biar tau ke arah mana " usul gilang


" jalan kaki ?" tanya dava


" pakai mobil mas " sahut gilang


" ngak kita harus jalan kaki agar ngak menimbulkan curiga" sahut reza dengan mengambil beberapa kebutuhan di mobil


" kita ngak akan berpencar kan ?" tanya evan


Reza mengeleng " jika kita berpencar takutnya ngak akan balik "


mereka mulai menyusuri jalan di mana mobil pak rudi melintas


.


.


.


.


" kita kemana ?" tanya naomi dengan melihat kedua cabang jalan di depannya


" tunggu disini kita liat dulu " sahut susan dan andriana


" sebaiknya loe sembunyi dulu nanti ada yang datang berabeh " naomi mengangguk lalu berjalan ke tepi jalan


" apa disini ngak ada mobil lewat ya ?" tanya naomi


" apa loe liat mobil ?"


naomi mendelik kesal " ya kali ada mobil lewat atau apa gitu "


" ngak ada di sini yang bertahan hidup cuma loe sama nyamuk apa loe liat hewan lain ? selain nyamuk ?"


naomi mengeleng


" nah itu artinya ni hutan larangan "


" tapi apa hubungannya gue sama hewan disini ?" tanya naomi yang tak paham


" gini disini ngak ada sumber makanan loe liat sepanjang hutan apa ada pohon yang berbunga atau berbuah ngak ada mana betah hewan disini yang ada mereka mati kelaparan " sahut indriana membuat naomi melihat sekitar hutan


" loe bener juga " sahut naomi mengangguk


" naomi " naomi menoleh ketika namanya di panggil


seketika senyum naomi terpancar melihat 4 manusia yang ia kenali


.


.


.


.


.


" jadi kita harus gimana pak semuanya sudah hilang "


" semuanya karna naomi karna dia suci harus tidur lebih lama " sahutnya dengan kesal


" apa kita mencari dari awal ?"


pak rudi mengeleng " jika suci tidak bisa bangun makan naomi yang akan tidur " sahutnya dengan mengepalkan tangannya


" saya tidak mengerti pak " tanya pak romi


" habisi naomi "


" saya yang buhun pak ?"


" iya kamu "


glekkkk.......


seketika tenggorokan pak romi menjadi sakit mendengar ucapan sadis dari pak rudi


selama ini ia memang mengikuti kemauan pak rudi tapi hanya sebatas penyekapan pak rudi yang selalu membunuh gadis gadis itu termasuk kecelakaan indriana dan yang lainnya


" bagaimana kalau kita gali aja kubur mereka dan ambil rambutnya seperti dulu pak ?" usul romi


" dan mulai mengali satu persatu? itu sama saja mengali kuburan sendiri susah paya aku membuat kematian mereka secara alami dan kamu malah ingin membuat orang curiga pada kita "


" maaf pak " sahut romi dengan menunduk


" saya akan pikirkan cara lain bagaimana caranya agar mendapatkan arwah itu kembali"


.


.


.


.


.


" gimana keadaan kamu ?" naomi menoleh dengan mulut penuh roti


naomi menghela napasnya lalu mengeleng


" liat dari pakaian loe menderita banget ya " sahut gilang membuat naomi mengangguk


" loe bayangin aja hidup sendiri di hutan gimana " sahut evan


" ini apa dari tadi loe bawa" sahutnya lagi


" jangan di buka " sahut naomi dengan kencang membuat evan kaget


" galak amat " sahut dava


" sorry tapi itu jangan di buka"


" kenapa ?" tanya reza dengan melihat naomi


" itu rambut andriana indriana dan susan " jawab naomi


membuat mereka kaget


" dan ini rambut yang lainnya " sahut naomi lagi dengan mengeluarkan satu ikat rambut yang ia sembunyikan di saku celananya


" buat apa loe rambut rambut itu " sahut evan


" gue ngak bisa jelasin disini mending pulang aja gue enek liat hutan ini sumpah " sahut naomi dengan memalas


" yaudah kita masuk mobil pulang " ajak reza dengan membantu naomi berdiri


" kita ikut ?" naomi menoleh


" kalian kan bisa ikut di belakang ngak papa kan ?"


seketika evan gilang dan dava saling pandang


" loe ngak ngomong sama arwah kan ?"


naomi meringis lalu menggaruk kepalanya


" yaudah bang reza sama naomi di belakang gue yang nyetir " sahut gilang dengan mendahului reza duduk di belakang kemudi