Naomi

Naomi
eps 42



" by by hati hati "


naomi melambaikan tanggan ke arah kedua orang tuanya yang akan menaiki pesawat


setelah pesawat terbang naomi dan yang lain lekas kembali ke mobil


" jadi kita mau ke mana ?" tanya cleo setelah mereka sudah masuk ke mobil


" gue sama naomi mau ke suatu tempat kalau kalian gimana ?" tanya desi dengan melihat ketiganya yang duduk di belakang


" boleh ikut ?" tanya mika langsung


desi melihat naomi yang mengangguk


" tapi kalian janji jangan ribut dan jangan banyak bertanya " sahut naomi membuat mereka saling pandang


" emang loe mau ke mana ?" tanya mika dengan hati hati


" ke suatu tempat " sahut naomi lagi dengan menjalankan mobilnya


" jadi gimana ?" tanya naomi lagi


" iya kita ikut aja lagian bosen di rumah loe ngak ada orang " sahut alexa


" lagian loe ngak mungkin kan mau ngajak kita yang aneh aneh " sahut mika yang di anguki cleo dan alexa


naomi hanya tersenyum lalu menuju ke tempat yang ia inginkan


sekitar 1 jam mereka akhirnya tiba


" kenapa loe ngajakin kita ke sini ?" tanya mika dengan melihat sekitar yang begitu mencengkam


" gue ada perlu disini, kalian mau ikut kendalam atau di mobil ?"


mereka kompak langsung


turun mengikuti naomi yang juga turun


" kalian kalau takut di mobil aja " sahut desi dengan memberikan senter pada naomi


" naomi loe ngapain ke sini ini kan angker " ucap mika dengan takut


" loe ngak takut naomi sumpah balik aja ya " regek alexa


" kalian bisa tunggu di mobil kalau takut " ucap naomi pada mereka


lagi lagi mereka mengeleng


tak ingin membuang waktu naomi dan yang lain langsung masuk ke dalam


" kamu sudah datang "


iya gue nepatin janji, lagian loe ngapain sembunyi di tempat ini ?" pertanyaan naomi seketika membuat mereka terdiam


" gila ya ini tu supek pengap ngak ada tempat laen apa " cerocos naomi membuat lelaki itu tersenyum


" kamu tu bawel juga "


" udah sekarang jazad loe di mana ?" tanya naomi yang terus mengibaskan akar akar yang menghalangi jalan mereka


" naomi ngomong sama siapa ?" tanya mika yang sedari tadi memeluk tanggan desi


"ssttt...." sahut desi dengan meletakan telunjuk di bibirnya


" naomi ngomong sama arwah ?" tanya cleo yang memeluk tanggan alexa


" gue juga baru tau "


" temen kamu takut ke sini ngapain di ajak "


mendengar ucapan lelaki itu naomi menoleh dan benar saja mereka saling memeluk satu sama lainnya


" tenang aman kok " sahut naomi dengan senyum


" jazad gue di lantai empat" seketika naomi melihat lelaki itu


" gila ya loe emang niat mati pakek sembunyi di lantai empat segala , eh tapi kok dari tadi arwah yang semalam pada ilang ? mereka ke mana ?"


lelaki itu melihat sekitar" mungkin pergi "


" naomi kita tunggu di mobil aja ya " regek cleo yang di anguki mika dan yang lain


" yaudah hati hati desi loe jaga mereka aja gue ngak papa sendiri " ucap naomi


" nanti kalau loe ada apa apa gimana ?" tanya desi khawatir


" ngak akan kenapa napa kok tenang aja "


desi mengangguk " kita balik mobil ya loe hati hati "


" temen kamu lucu takut sama hantu dia sendiri bawah hantu "


" loe tau siapa yang dia ajak ? karna dia ngak mau komunikasi sama gue " tanya naomi dengan terus melihat sekitar


lelaki itu mengeleng " ayo keburu malam "


naomi berulang kali menyeka keringatnya menaiki tangga


" ini baru lantai 2 kan ? gila no tangga apa tangga bisa kempor pasien lewat sini "


" di sana ada lip " sahut dika dengan menunjuk sebelah kanan


" udah rusak juga oya gue belum tau siapa nama loe ? " tanya naomi dengan duduk di tangga


" nama saya handika biasa di panggil dika" sahutnya dengan ikut duduk di dekat naomi


" udah lama di sini ?" tanya naomi lagi


" saya ngak tau yang saya taunya saya udah di sini liat badan saya sendiri yang udah ngak bernyawa " sahutnya dengan mendongak


" lantas benda yang loe maksud benda apaan ?"


Dika mengeleng " saya ngak ingat benda apa yang saya ingat benda itu harus sampai ke tanggan ibuk "


naomi melihat arwah itu " apa semacam perhiasan?"


lagi lagi dika mengeleng


" terus loe kenapa bisa sembunyi disini ?" tanya naomi lagi


" nah itu dia kenapa saya kesini dan apa semuanya saya ngak ingat yang saya tau saya udah di sini " jelasnya lagi


naomi menghela napasnya" yaudah ayo naik lagi " sahutnya lekas berdiri


namun langkah naomi terhenti ketika melihat 2 arwah lelaki yang penuh dengan banyak luka


" sepertinya mereka jahat " ucap dika dengan berbisik


naomi pura pura tak mendengar ucapan dika ia juga pura pura tak melihat mereka ia mencoba menaiki tangga namun ketika berpapasan dengan kedua arwah itu seperti ada beban berat yang ia bawah sehingga naomi kesulitan melangkah kan kakinya


naomi melihat ke kaki nya namun tak ada apa apa


" kok berat ya dik" ucapnya pada dika


tak ada jawaban naomi melihat sekitar" la dik dika loe di mana ?" panggil naomi dengan panik


naomi mencoba untuk turun namun sebuah dorongan membuat nya jatuh


" ahkk.. aw "


tanggan naomi langsung memegangi kepalanya yang sakit akibat terbentur serta tanggan nya lecet akibat beradu dengan dindin


" kenapa kemari ?"


naomi langsung menoleh ketika mendengar suara yang berasa di belakangnya


" saya saya mau bantu dika " ucap naomi dengan takut tak menghiraukan rasa sakitnya lagi


tak lama perempuan itu menghilang membuat naomi binggung


naomi menyandarkan badanya di dinding meluruskan kakinya yang sakit akibat jatuh


" astaga " sahut naomi yang kaget ketika seorang lelaki muncul di depan wajahnya


" jangan ke sini " setelah berucap arwah lelaki itu menghilang


" Dika dik loe di mana ?" sahut naomi dengan pelan


naomi mencoba berdiri berpegangan pada pagar tangga namun lagi lagi badannya terhunyun seperti ada yang mendorong


naomi kembali terjatuh berguling guling di tangga hingga akhirnya berhenti di pembatas tangga


" desi" panggil naomi sebelum kehilangan kesadarannya


.


.


.


.


" apa ngak sebaiknya kita hubungi yang lain des?" ucap mika dengan terus melihat ke pintu masuk


" soalnya gue khawatir sama naomi ini udah 45 menit dia belum keluar juga "


desi mengangguk" gue udah kabarin evan sama gilang kok bentar lagi mereka sampek " jelas desi


" naomi emang suka gini ya ? maksudnya bisa ngomong sama arwah ? bantuin mereka gitu" tanya mika lagi


" naomi emang bisa liat mereka dia juga sering bantuin arwah bahkan ngak sekali dua dia celaka karna arwah mungkin itu juga alasan nyoya sama tuan mindahin naomi " mendengar penjelasan desi mereka mengangguk


tok... tok.. tok..


ketukan di pintu mobil membuat mereka dengan cepat membuka pintu


" pak reza ? "


" naomi mana ?" tanya reza langsung


" di dalam " ucap desi


Reza langsung masuk meninggalkan mereka


" mas reza " suara gilang terdengar membuat mereka lekas keluar dari mobil


" kalian di sini naomi mana ?"


" di dalam " lagi lagi gilang ikut ke dalam mencari naomi


" emang naomi kenapa kok mereka khawatir gitu ?" tanya cleo


desi mengeleng " gue juga ngak tau mending kita di sini di dalam kita juga ngak bisa ngapa-ngapain "


" kalian ngak ke dalam ?" tanya evan yang entah datang dari mana


" naomi kenapa ?" tanya desi khawatir


evang mengeleng " gue ngak tau kan kalian duluan dateng "


" gue cemas sama naomi ngak biasanya dia lama "


" udah banyak berdoa aja " sahut evan dengan mengusap kepala desi


" kok gue jadi iri ya ngeliat mereka" sahut mika melihat desi dan evan