Naomi

Naomi
Eps 50



Detak jantung jenny terasa terhenti ketika dokter memberi kabar jika ada penyumbatan plak di jantung naomi dengan terpaksa dokter harus melakukan oprasi pemasangan ring di jantung


Ardan langsung menyetujui untuk melakukan oprasi ia meminta dokter melakukan yang terbaik untuk naomi sedangkan jenny dunianya terasa runtuh melihat naomi yang terbaring di sana dengan alat bantu yang di pasang dokter bayangan beberapa tahun lalu seakan menghantuinya


Bedanya jika dulu naomi hampir meregang nyawa karna kecelakaan sekarang karna penyakitnya, jenny menyesal dulu ia selalu mengejar karir ia tak perna memikirkan perasaan naomi yang berjuang hidup


Sekarang ia paham kenapa sulit bagi naomi untuk benar benar berdamai dengan nya bahkan ia sendiri merasa naomi kaku terhadap mereka , jenny menatap naomi dari kaca ia mengepalkan tanggannya berjanji akan selalu ada untuk naomi ia tak ingin kehilangan naomi lagi


Ardan yang terus memegang badan jenny ia berusaha menguatkan jenny bahwa naomi pasti baik baik saja walaupun di hatinya ada rasa khawatir dan cemas keadaan naomi tak akan seperti semula lagi


" pa apa yang akan terjadi pada naomi setelah ini ?" tanya jenny dengan takut


" tenang ma tenang kita melakukan yang terbaik untuk naomi kita pasrahkan pada dokter di sana ya papah yakin dokter akan melakukan yang terbaik untuk naomi kita ma " jenny hanya menanggis menginggat naomi


" apa naomi akan kembali sehat seperti semula pah ?" pertanyaan jenny membuat ardan diam karna ia tak ingin mengecewakan jenny jika nantinya apa yang terjadi kepada naomi tak sesuai harapan jenny


Sedangkan di tempat lain mika cleo dan yang lain tengah menunggu kepulangan naomi dari rumah sakit mereka ingin merayakan pelepasan gips di kaki naomi


Dari pagi mereka menyiapkan kue serta cemilan untuk mereka makan bersama bahkan mereka juga mengajak gilang dan evan


" jam segini kok mereka belom balik ya " tanya mika


Desi berulang kali melihat jam " apa mereka kejebak bacet ya "


" udan tungguin aja siapa tau tante jenny ngajak naomi keliling mall dulu" sahut evan dengan terus memainkan leptopnya


Desi meremas tangganya khawatir sebab ia tau jenny tidak mungkin mengajak naomi jalan jalan walau pun sekarang mereka sudah baikan tapi ia tau hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat


" oya pak dosen gimana ?"


Gilang menggeleng " dari semalam gue ngak liat pagi ini aja ngak sarapan bareng"


" apa pak ardan nolak pak dosen " bisik cleo pada mika


Mika melihat cleo mengeleng tanda ia juga tak tau


" emang tadi malam mas reza ngelamar naomi ?" tanya gilang yang mendengar bisikan cleo


Mereka semua kompak menggeleng


" kita sih ngak tau pasti apa yang mereka bicarain soalnya mereka bicara di ruangan lain tapi kayaknya iya soalnya pas pak dosen pulang dia tu ngak semangat gitu " jelas alexa


" gue rasa ngak deh ada hal lain soalya ngak mungkin dia ngelamar naomi cuma sendiri yakan pasti ngajak orang tuanya atau ngak ngajak loe " sahut desi membuat evan melihat gilang


Evan melototi desi dan menunjuk gilang membuat desi diam seketika karna binggung dengan maksud evan


Desi dan yang lain memang gak tau asal usul gilang bahkan selama berteman hanya evan yang sudah perna ke rumah gilang dan tau asal usul keluarga gilang


" artinya pak dosen cuma ngomongin hal lain ?" tanya cleo balik


" bisa jadi juga " sahut alexa


" gue rasa bokapnya naomi ngak akan nerima mas reza segampang itu " ucapan gilang membuat mereka langsung melihat nya


" kenapa begitu ?" tanya alexa


Gilang menghela napasnya " yang gue tau bukapnya naomi bukan orang sembarangan ia pasti nyelidikin dulu siapa mas reza apa pantes buat anaknya atau ngak "


" pesimis amat loe lagian keluarga loe bukan mafia yang harua di jauhi " sahut mika


" lagian itu kan mas loe harusnya sih loe duku " sahut mika lagi


Evan mengambil minuman tak ingin menimpali ucapan mereka karna takut jika ia salah bicara dan mengungkin keluarga reza


" eh gue ke belekang dulu ya " sahut desi yang langsung ke belakang


Desi melihat ibu nya yang berjalan cepat menuju kamar naomi membuat desi curiga dan segera menghampirinya


" ibu ibu ngapain ?" tanya desi yang binggung melihat bik mira memasukan beberapa pakaian naomi ke dalam tas


" non naomi di rawat di rumah sakit siang ini akan di lakukan operasi "


" hah ? operasi ? naomi kenapa buk?" tanya desi yang khawatir


" kata tuan ada penyumbatan apa gitu pokoknya harus operasi "


Desi langsung ikut membantu bik mira mengemasi baju naomi ardan dan jenny


" ini yakin di bawah semua buk ?" tanya desi dengan melihat 2 tas di langai


" ayo bawah nanti pakaian kotornya kita bawa balik aja " usulan bik mira membuat desi mengangguk


" des ngapain bawa tas ?" tanya mika ketika melihat desi keluar dari kamar naomi


Mereka kaget mendengar ucapan desi


" serius yang kenapa bisa di operasi ?" tanya evan binggung


" panjang ceritanya mending kita ke sana sekalian kasih baju naomi dan tuan "


Evan langsung mengambil tas yang ada di tanggan desi begitu juga gilang dan yang lain ikut membantu desi


" ibuk ngak ikut ?" tanya evan ketika bik mira hanya melihat mereka dari jauh


" ngak nak kalian aja ibuk tunggu di rumah aja ya "


Evan mengangguk " iya buk kami pergi dulu " pamit evan lalu masuk ke mobil


" kira kira naomi sakit apa ya ?" taya mika ketika mereka di jalan


" setau gue naomi ngak ada sakit apa apa " sahut desi


Sekitar 15 menit mereka di jalan hingga mereka tiba di rumah sakit tempat naomi di rawat


Mereka langsung turun tak lupa mengambil tas lantas mencari resepsionis terdekat


Setelah mendapat kabar dari resepsionis di mana letak ruangan naomi mereka langsung bergegas ke sana karna takut jika tak sempat bertemu naomi yang akan melakukan operasi


" tuan " panggil desi yang berjalan dengan cepat


" tuan naomi "


Ardan menunjuk ke dalam di mana ada jenny yang menjaga naomi yang terbaring dengan berbagai alat bantu di tubuhnya


" kita tidak bisa masuk ramai ramai harus satu satu " jelas ardan lagi.


" naomi kenapa om ?" tanya evan


Ardan melihat evan dan yang lain lalu tertuju ke gilang yang berdiri paling belakang


" di jantungnya ada penyumbatang plak jadi dokter harus memasang ring " jelas ardan


Mereka semua kaget tak terkecuali gilang


" tolong do'a kan naomi agar dia cepat sembuh , dan kamu gilang silahkan jika ingin menghubungi reza "


Gilang hanya mengangguk pelan menjawab ucapan ardan


.


.


.


" Jadi apa keputusan loe " tanya dava dengan melihat reza yang duduk menghadap jendela


Reza menghela napasnya" saya akan tetap berusaha tapi mungkin lebih baik dari jauh "


" setidaknya saya bisa melihatnya walaupun dari jauh "


" apa pak ardan tau semua kisah kehidupan kalian ?" tanya dava lagi


Reza melihat dava " sepertinya ia karna dia sempat bahas mereka "


" jika ia tau harusnya ia juga tau bagaimana kalian hidup menderita kalian berjuang sendiri loe, ibuk loe dan gilang kalian berjuang untuk hidup"


ucapan dava membuat reza berkelana ke masa lalu kehidupan yang awalnya baik namun hancur karna ke egoisan sang ayah yang merasa berjaya sedangkan ibu nya yang memang mencintai ayahnya selalu patuh apa yang di perintahkan hingga akhirnya ayahnya menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya dulu


hal itu tidak hanya melukai ibu nya tapi juga dirinya, ia yang hampir setiap hari melihat perlakuan ayahnya membuatnya membenci sosok ayah dan dengan beralaskan cinta ibunya hanya memohon ampun dan bersediah melakukan apa saja asal tidak di ceraikan


Seketika kakinya lemas melihat sang ibu yang menanggis di bawah kaki lelaki yang selama ini di sebut ayah


Lelaki itu jarang sekali pulang namun ketika pulang selalu ada saja ulah yang ia lakukan pada istrinya itu entah pukulan, mabuk, bahkan pulang dengan wanita juga perna


Reza sering kali menjadi samsak tinjuh ayahnya demi membela sang ibu.


Reza juga sering meminta ibu nya untuk bercerai saja namun ibu nya tak ingin bercerai dengan alasan masih mencintai ayahnya


Apalagi dengan adanya gilang membuat sang ibu terus mempertahankan rumah tangganya hingga di hari kelulusan SMA nya ibu reza meninggal karna di aniaya sang ayah


Sebelum menghembuskan napas terakhirnya ibunya berpesan agar reza dan gilang tidak menjalin hubungan dengan anak orang kaya yang akan memperlakukan mereka semena mena, hal itulah yang selalu reza ingat sampai saat ini


Pertemuanya dengan naomi membuatnya goyah ia ingin bersama naomi tapi menginggat status sosial keluarga naomi membuat reza berpikir ulang yang malah membuat nya mengecewakan naomi