
" jadi ngapain kamu ngajak ke sini ?" tanya reza dengan melihat kediaman dava
" itu rumah pak rudi kan ?" tunjuk naomi pada rumah di samping rumah dava
" iya terus kenapa ?" tanya reza yang masih belum paham
naomi melihat arwah kemarin yang masih bertahan di sana
" pak kayaknya rumahnya sepi ya " pancing naomi agar reza memperhatikan rumah itu
Reza melihat rumah itu lalu mengangguk " setau saya pak rudi cuma memiliki anak satu itu pun kuliah di luar negeri " sahut reza
" istrinya kemana ?" tanya naomi lagi
" istrinya meninggal sudah lama kalau tidak salah ketika anaknya masuk SMA "
mendengar penuturan reza naomi menghela napasnya sepertinya obat yang ia berikan pada reza belum bereaksi
" ya sudahlah kita pulang saja " sahut naomi pelan
Reza melihat naomi" kenapa memangnya ?"
naomi mengeleng" ngak papa "
.
.
.
.
.
.
" ahhhh......"
" mas mas mas reza " gedoran pintu membuat reza lekas berlari ke pintu
" gilang dia dia ada disini " gilang melihat reza dengan binggung
" siapa yang disini?" tanya gilang
" itu pak amad " tunjuk reza pada kasurnya
gilang melihat ke kasur kosong tak ada orang " mas pak amad udah meninggal dua tahun lalu " sahut gilang
pak amad adalah penjaga rumah mereka yang sudah tua beliau meninggal karna sakit
" itu dia duduk di kasur gilang" sahut reza kesal dan takut
gilang mengeleng " begadang mulu mangkanya pikiran aneh aneh ngak ada orang juga udah ah gilang mau sarapan " sahut gilang dengan pergi dari kamar reza
Reza melihat ke kasur mengucak matanya berulang kali melihat pak amad yang masih duduk dan tersenyum kepada nya
" saya cuma mau jaga kalian nak jangan takut ya " setelah mengucap kan itu pak amad langsung pergi
Reza melihat sekeliling yang memang tak ada siapa pun
" pak pak amad " panggil reza
namun tak ada suara atau pak amad yang muncul membuat reza memberanikan diri masuk ke kamar nya
" ngak sarapan mas ?" tanya gilang ketika melihat reza yang hanya minum teh di meja
" ngak mas mau langsung ke kampus, kamu udah ambil persyaratan nya ?" tanya reza
gilang mengangguk" rencananya siang ini mau beli semuanya "
" yaudah mas ke kampus dulu " pamit reza lalu pergi
setibanya di kampus ia langsung turun sama seperti hari hari lainnya tak ada yang aneh Reza pun melihat sekitar yang tak ada apa apa hanya ada mahasiswa dan mahasiswi baru sampai ia bertemu dengan naomi
" naomi" panggil reza lalu menghampiri naomi
naomi menoleh " pak reza kenapa ?" tanya naomi
" ehm ada yang mau saya tanyakan nanti setelah pulang " ucap reza yang tak enak bicara karna ada teman naomi
naomi mengangguk saja " iya pak "
Reza lekas pergi menuju ruangannya memijat kepalanya sembari berpikir apakah naomi nanti akan tertawa mendengar ceritanya yang bertemu hantu
" kenapa loe pagi pagi udah pusing aja " sahut dava dengan melihat reza
" ngak pa pa"
" kayak cewek aja kamu za ngak pa pa segala " sindir pak rudi membuat reza tersenyum
" ini persyaratan ospek nanti ada yang harus di bikin bilang sama siswa beli di koperasi aja biar ngak ribet " sahut rudi dengan meletakan lembaran kertas di meja
" koperasi siapa yang jaga ?" tanya reza mengingat mereka baru saja kehilangan buk kiki sebagai penjaga koprasi
" ada anaknya pak tono dekan percaya sama dia lagian dia ngak ada kerjaan juga " sahut pak rudi
" Oya jangan lupa kasih ke siswa biar senin bisa langsung ospek ya " setelah berucap pak rudi keluar membuat dava langsung mendekati reza
" gue curiga sama pak rudi kenapa tiba tiba ikut masalah ospek biasanya paling ogahan "
" udah biarin mungkin lagi ngak punya kerjaan " sahut reza
" ngak kayak bisanya aja kayaknya kali ini terlalu excited banget"
Reza mengeleng pelang " udah masuk aja biar cepet pulang kalo siswa pulang " sahut reza
ya hari ini memang jadwal pembagian syarat untuk ospek karna ketua BEM fakultas trisakti dan anggota nya sedang tour bersama dekan sebagai hadiah karna telah menang pertandingan antar kampus kemarin jadinya reza dava dan pak rudi yang membagikan brosur nya
setelah selesai memberikan arahan dan pembagian brosur reza lekas keluar ruangan agar siswa bisa pulang
" mau langsung pulang ?" tanya pak rudi
dava dan reza menoleh
" iya pak " sahut reza dengan berbenah
" yaudah hati hati ya "
" tu kan aneh ngak kayak biasanya" sahut dava setelah pak rudi pergi
" hus orang perhatian aja salah " tegur reza
" udah saya pulang duluan " sahut reza lekas keluar
setibanya di parkiran reza melihat naomi yang duduk tak jauh dari mobilnya
" bapak mau bicara apa ?" tanya naomi
Reza melihat sekitar " jangan disini nanti ada yang denger " sahutnya lekas membuka pintu mobil
tak ingin ambil pusing naomi ikut saja ke mana reza membawanya
.
.
tiba di taman keduanya lekas duduk di kursi
" apakah disini ada hantu ?" tanya reza langsung
naomi melihat reza lalu mengeleng pelan "emangnya kenapa?"
Reza melihat sekitar lalu sedikit menunduk mendeka naomi " em begini bagaimana perasaan mu ketika melihat hantu?" tanya reza dengan pelan
naomi tersenyum " apa pak reza melihat hantu ?"
" naomi saya tanya kenapa balik nanya " kesal reza
naomi tertawa terbahak-bahak membuat reza binggung
" hey hey jangan bikin orang berpikir kamu gila naomi" reza menutup mulut naomi yang masih tertawan
naomi mengangguk namun masih tertawan pelan " pak pak reza liat hantu "
dengan kesal reza mengangguk lalu mengeleng " entahlah benar atau tidak "
naomi menghentikan tawanya " la kenapa gitu ? jika dia udah meninggal yang berarti hantu dong kecuali dia gentayangan " sahut naomi lagi
" bagaimana kamu tau jika dia hantu atau arwah ?" tanya reza pelan
naomi melihat reza" jika dia hantu dia tidak akan menganggu kita dia akan menjaga kita pak beda dengan arwah mereka adalah orang-orang yang tersesat dengan kata lain mereka tidak ke alam sana "
Reza melihat naomi " apa ini ulang kamu ?"
naomi tersenyum lalu mengangguk
" kenapa ?" tanya reza dengan serius
naomi melihat hpnya " bisa kita ke rumah pak rudi ? bapak akan tau ketika di sana " ajak naomi
" jelaskan dulu " sahut reza dengan tegas
bukannya takut naomi malah tersenyum" pak reza akan tau jika ikut saya " sahutnya lalu beranjak pergi
.
.
dan disinilah keduanya di depan rumah pak rudi
" jelaskan " sahut reza
naomi membuka pintu mobil lalu menuju rumah dava
" naomi naomi" reza menghela napasnya lalu ikut turun menuju rumah dava
" dava ngak di rumah " sahut reza dengan mengejar naomi
naomi menghentikan langkahnya tepat di dekat pintu masuk lalu melihat ke rumah pak rudi
" coba liat pak " ucap naomi
Reza melihat apa yang naomi lihat seketika membuat nya kaget
" itu ?"
" ini la yang ingin gue kasih tau sekarang permasalahannya ada di sini " sahut naomi lalu kembali ke mobil
sedangkan reza masih benggong melihat ke arah rumah pak rudi
di mana wanita yang berdiam diri beberapa hari lalu masih bertahan di sana hingga kini