Naomi

Naomi
eps 20 rumah



" pak dava ngapain nyuru ke sini ?" tanya naomi yang masih berbalut piaya doraemon


" duduk dulu dan liat ke sana " sahut dava dengan menarik kursi agar naomi bisa duduk


naomi melihat ke arah yang di tujuh dava lalu melihat ke dava lagi " cahaya biru ?"


dava mengangguk " udah 2 malam rumah pak rudi selalu ada cahaya biru ngak tau dia lagi ngapain " jawab dava


Reza menghela napasnya " jadi kamu nyuru kita ke sini cuma karna liat cahaya itu ?" sahut reza dengan melihat dava kesal


" ngak gitu za"


" naomi pulang aja yuk ngantuk " sahut desi dengan menyandarkan kepalanya ke badan naomi


naomi memang mengajak desi bahkan keduanya sedang asik tidur ketika di jemput reza di rumah nya beruntung nya jenny tidak di rumah jadi keduanya bisa keluar


" suru tidur di dalam aja " tunjuk dava pada desi


naomi melihat desi yang memang sudah mengantuk akhirnya desi dan naomi masuk di ikuti reza dan dava


desi yang memang ngantuk langsung berbaring di sofa sedangkan naomi masih melihat rumah pak rudi


" kayaknya dia bikin penelitian ilmiah " sahut reza dengan terus memperhatikan rumah itu


" ngak mungkin kali malam malam begini "sahut dava


" apa bener kata evan dia bikin sesuatu yang menumbalkan manusia?" tanya dava lagi


" awasi terus ya " sahut naomi lalu ikut berbaring di sofa


" la mau tidur " ucap dava


" pak reza bilang dia bikin penelitian ilmiah, apa gunanya saya liatin terus lagian kalau saya ngantuk pak dava ngak akan toleransi kan kalau mahasiswa tertidur jam bapak besok " sahut naomi membuat dava tak bisa mengelak


" udah biarin aja mending kita tidur juga " ajak reza yang ikut berbaring di lantai


" la pada tidur ini pak rudi gimana ?" tanya dava yang kesal


" pak numpang tidur ya " pamit naomi dengan mata terpejam


" udah biarin aja selagi ngak keluar suara aneh aneh mending tidur " sahut reza menimpali


.


.


.


.


.


.


.


" jadi bapak perlu secepatnya" ucap romi dengan melihat pak rudi


" saya butuh besok malam bertepatan dengan bulan purnama jika pak romi ngak bisa anak pak romi _"


" iya iya pak saya akan usaha kan " sahut pak romi mengangguk


"bagus, saya tunggu " sahunya dengan melihat gadis yang terbaring itu


" pak apa kali ini bapak butuh rambut saja atau _"


" utuh, saya perlu yang utuh " sahutnya lalu berbalik


" bahkan nyawanya sangat saya butuhkan " sahut rudi lagi


" artinya saya hanya perlu menculiknya pak, baik pak saya akan cari " sahut romi dengan mengangguk senang


.


.


.


.


" naomi " naomi menoleh


" ya kenapa dito?" tanya naomi pada teman kelasnya itu


" ini buku kasih ke desi tadi dia mau pinjam catatan gue"


Naomi mengambil buku tersebut " oke " sahut naomi


Dito dan naomi berpisah naomi menuju parkiran untuk menunggu desi


" naomi " naomi menoleh ketika namanya lagi lagi di panggil


" ternyata benar guys naomi kuliah di kampus ini "


naomi melihat nela dan kedua temannya " emangnya kenapa ada masalah sama loe ?" tanya naomi


" ngak sih cuma aneh aja loe yang pinter kok kuliah di jakarta ngak di luar negeri" sahut nela lagi


naomi tersenyum " selagi ngak pake duet loe jangan ribut oke "


nela kesal mendengar ucapan naomi nela ingin menjambak rambut naomi namun di tahan amel


" jangan ngak inget kejadian di sekolah?" nela melihat amel kesal lalu menghentakkan tangganya


" awas aja loe " sahut nela lekas pergi


Naomi hanya mengeleng pelan melihat nela dan temannya itu


" loe disini gue cariin juga " sahut dito yang datang


" kenapa, mau bukunya ?" tanya naomi


" loe di suru pak rudi ke ruangannya " mendengar itu naomi diam


" eh sana di tungguin"


naomi mengangguk pelan lalu tersenyum " thanks"


naomi kembali ke dalam kampus sembari melihat sekitar mungkin ada desi atau siapa saya yang ia kenal agar di temani ke ruangan dosen tapi kebanyakan dari jurusan lain


" ada perlu apa non?" tanya pak tono pada naomi


" ini mau ketemu sama pak rudi "


pak tono melihat ke dalam lalu melihat ke naomi


" ini ruangannya" sahut pak tono dengan pelan menunjuk ruangan pak rudi


" makasih pak " naomi langsung mengetuk pintu ketika pak tono pergi


" naomi ? kenapa ?" tanya pak rudi ketika melihat naomi


naomi mengerutkan keningnya " bapak, manggil saya ?"


pak rudi mengeleng " saya ?, ngak saya ngak manggil kamu "


" tapi kata dito bapak ___ buk"


naomi langsung pingsan ketika seseorang memukul kepala nya


" kamu gila ?" marah pak romi dengan melihat naomi yang terbaring di lantai


" bawa masuk ayo " pak romi langsung mangendong naomi ke dalam ruangan pak rudi


" ngapain kamu mukul dia ini jam sekolah kalau ada yang liat gimana ?" marah pak rudi pada romi


" tenang cctv sudah saya matikan lagian ngak ada yang berani masuk ke ruangan dosen selain yang memang berkepentingan " sahutnya lalu meletakan barang barang naomi


" yasudah sana cari tali sama lakban ikan dulu disini nanti bangun lagi " perintah pak rudi pada pak romi


pak romi keluar mencari tali tak lama ia kembali


keduanya mengikat naomi di kursi dan melakban mulut naomi yang masih dalam keadaan tidak sadar


" kenapa dia ?" tanya pak rudi


" malam kemarin saya liat dia di rumah pak dava sama pak reza dan satu temannya lagi bisa jadi mereka mulai curiga dengan pak rudi " pak rudi melihat romi lalu tersenyum


" bagus jika gadis spesial ini jadi yang terakhir semuanya akan lebih sempurna " sahut ya dengan senyum licik


.


.


.


.


.


.


" Evan loe liat naomi?" evan menunjuk dirinya


" iya loe siapa lagi ?" sahut desi kesal


evan mengeleng " ngak bukannya tadi sama loe di kelas ?"


" iya tapi ngak tau ke mana ?"


" ngak tu gue ngak liat " sahut evan lagi


" kenapa ?" tanya gilang ketika melihat keduanya


" loe liat naomi?" tanya evan


Gilang mengeleng" telpon aja bisa ?"


" ngak aktif, dia ngak perna pergi ngak pamit kayak gini " sahut desi


" mungkin pulang kali " sahut gilang lagi


" itu motornya " tunjuk desi pada motor yang terparkir di parkiran


" mungkin toilet cari dulu " sahut gilang dengan melihat sekitar


" udah ngak ada "


" ngak mungkin kan dia jadi percobaan " sahut evan


" loe jangan nakutin bego " sahut gilang dengan kesal


" siapa tau kan " sahut evan lagi


" loe jangan nakutin gue " kesal desi


" eh nomor pak reza loe ada kan telpon dia gih " sahut desi pada gilang


" ngapain ?"


" ya siapa tau naomi sama pak reza " kesal desi pada gilang


gilang mengeluarkan hpnya lalu menghubungi reza


" ngak ada " sahut gilang dengan mematikan sambungan


" astaga naomi loe kemana ?" kesal desi


" ini serius naomi ilang ? loe tadi ngak becanda kan ?" tanya evan pada desi


desi menatap evan dengan tatapan marah " gue serius ngak becanda loe pikir gue becanda " sahut desi tak terima


" tenang mungkin desi ada di kantin atau di mana sekarang kita cari aja ok" sahut gilang mererai keduanya


setela sepakat ketiga nya langsung berpencar mencari keberadaan naomi


.


.


.


" kenapa ?" tanya dava


" tadi naomi masuk ke kelas kan ?"


dava mengangguk mendengar pertanyaan reza


" tadi masuk ada sama temennya kenapa ?"


" gilang nanyai naomi " sahut reza


" oh mungkin naomi balik, udah lanjutin itu masih banyak yang mau di cek " sahut dava


namun reza hanya diam lalu melihat dava


" ngak mungkin kan naomi hilang?"