
" semoga dengan melakukan ini arwah mereka tenang " sahut naomi melihat gundukan kecil di hadapannya
" apa mereka yang minta kamu menguburkan rambut mereka ?" tanya reza
naomi mengangguk " mereka juga ingin tenang pak sama seperti kita "
Reza melihat naomi lalu tersenyum kecil
" kita pulang ?"
naomi mengangguk lalu keduanya berjalan menuju mobil
" naomi"
Seketika naomi reflek menarik tanggan reza membuat nya berhenti
naomi tersenyum melihat susan, andriana dan indriana yang bercahaya di hadapannya
" kalian " sahut naomi
" kita cuma mau ngucapin makasih sama loe karna loe kita bisa bebas " sahut andriana dengan senyum
" iya sama sama gue juga seneng bantu kalian, kalian akan pulang ?"
mereka mengangguk " maaf selama ini udah nyusahin loe setelah semuanya yang terjadi kita ikhlas atas apa yang terjadi sama kita, kita percaya mereka akan dapat ganjaran atas apa yang mereka perbuat "
naomi mengangguk" gue seneng dengernya, kita serahin aja semuanya sama polisi gue yakin polisi pasti bertindak "
ya naomi dan yang lainnya memang melaporkan penculikan yang di lakukan pak rudi dan pak romi
bahkan chat grub yang dikirim doni semuanya di serahkan ke polisi naomi juga minta pak tono untuk memberi keterangan pada polisi
" Oya jaga keponakan gue ya " ucap naomi pada indriana
indriana mengangguk
" naomi jaga reza untuk gue bisa ?" naomi melihat andriana lalu melihat reza yang sama melihat nya
" gue ngak bisa sama reza lagi loe bisa kan buat reza bahagia?" naomi melihat andriana
" gu..e gu .e ngak tau "
" gue percaya sama loe naomi by " setelah berucap andriana langsung menghilang
" makasih naomi gue sayang sama loe " lalu indriana juga menghilang
" naomi loe sodara terbaik gue makasih atas bantuan loe selama ini jaga diri baik baik " naomi mengangguk mendengar ucapan susan
" by naomi " susan juga menghilang dari hadapan naomi
naomi tersenyum membuat reza melambaikan tangganya di depan wajah naomi
" apaan si pak "
" kamu lagi senyum senyum sendiri, kenapa ?" tanya reza
" kepo banget" sahut naomi lalu berjalan mendahului reza
" yaudah kamu balik sendiri " sahut reza membuat naomi menoleh
" ohh gitu ya yaudah gue telpon pak dava aja kali ya " sahut naomi dengan mengeluarkan hpnya
Reza dengan cepat mengambil hp naomi" ngak pulang sama saya " sahutnya dengan menarik tanggan naomi
" ni anak ngak bisa di amcem " omel reza yang malah membuat naomi tersenyum
" Oya mereka ada yang hamil ?" tanya reza ketika akan membuka pintu mobil
" mereka ?" tanya naomi binggung
" iya tadi kamu bilang tentang keponakan "
" ohhh iya pak indriana " sahut naomi
" indriana hamil ? anak siapa ?" tanya reza lagi
naomi mengangkat kedua pundaknya " ngak tau pak yang pasti dia meninggal dalam keadaan hamil "
Reza mengangguk lalu menjalankan mobilnya
.
.
.
.
.
" kalian disini ?" tanya desi yang datang dengan membawa belanjaan dari pasar
" iya kita nungguin naomi " sahut gilang
" naomi ? bukannya dia keluar sama pak reza " sahut desi
" iya ini kita nunggu dia balik " sahut evan dengan memakan cemilan yang di sediakan oleh bik mira
" kayak ngak ada kerjaan aja kalian nungguin dia " sahut desi dengan membawa belanjaan ke dapur
" buk tamu bedua kok ngak disuru pulang " bik mira menoleh
" la kan nungguin non naomi"
" ibuk kan tau naomi sama pak reza ke makam kenapa ngak suru ke sana aja " sahut desi dengan kesal
" ngak papa buk desi ke kamar dulu " sahut desi yang membuat bik mira binggung
.
.
.
" mau turun ?" tawar naomi pada reza
" saya memang mau turun tu liat " naomi langsung melihat arah tunjuk reza
seketika naomi menghela napasnya " ngapain mereka kesini " sahut naomi lalu turun
" ini motor gilang ?" tunjuk naomi pada motor ninja yang terparkir di depan rumah nya
" masuk aja siapa tau dia ada perlu " ajaknya pada naomi
" kalian " sahut naomi ketika melihat dua orang yang tengah menikmati cemilan
" naomi udah balik sini duduk " sahut evan dengan menepuk kursi di samping nya
" ngapain ke sini ?" tanya reza pada gilang
gilang menunjuk evan dengan dagunya " dia mau minta minyak yang kemaren"
" minyak apaan ?" sahut naomi
" minyak yang bisa liat hantu itu " sahut evan dengan entang
" emang sanggup liat hantu ?" sahut reza
" kita kan chenel horor masa takut mas " sahut evan membuat gilang mencibir nya
" sok sok'an berani alah "
" loe jangan gitu lang biar bagaimanapun itu penghasilan kita, ya bisa di bilang berkorban sedikit lah "
" tapi apa loe yakin loe kuat ?" tanya naomi
" emang begitu nampak jelas ya " tanya evan
"naomi mengangguk " loe bahkan bisa bicara asal loe bisa nguasai diri loe sendiri" evan melihat gilang
" sanggup loe "
" gue coba deh entar kalo ngak sanggup gue nginep di rumah mas reza "
" dih ogah enak aja "
" kalau kamu ngak sanggup yang ngak usa lagian dengan kalian live seperti biasa pasti nambah followers " sahut reza
" ngak papa gue coba dulu " sahut evan dengan kekeh
naomi mengangguk lalu pergi ke kamarnya untuk mengambil minyak yang diperlukan
" ini tapi inget jangan sampai ilang ya " evan mengangguk
" ok yaudah kalo gitu kita balik dulu, ayo lang " ajak evan dengan senang
" kita pulang dulu " naomi mengangguk lalu mengantar mereka sampai pintu
" mereka ngapain ke sini ?" sahut suara membuat naomi kaget
" desi loe bikin kaget tau ngak " sahut naomi dengan mengelus dadanya
" eh maaf maaf gue ngak maksud gitu kok "
" iya iya, mereka mau minta minyak yang waktu itu loe kasih "
" minyak? oh yang air mata anjing itu " naomi mengangguk
" emang siapa yang mau liat hantu ?" tanya desi lagi
" kayaknya evan karna dia lebih semangat buat chenel nya "
" la segitunya, dia ngak tau aja hantu pada serem serem semua pakek mau di liat lagi "
" usaha itu mah urusan dia yang pasti kita kan ngak punya penangkal nya paling tiap hari dia histeris " sahut naomi yang sudah tau apa yang akan terjadi pada evan nantinya
" Oya kalian udah kubur rambut rambut itu?"
naomi mengangguk" udah, mereka juga udah pamit pergi tadi "
" jadi mereka udah pergi ?" naomi mengangguk dengan mengambil cemilan di meja
" syukur deh akhirnya loe udah bisa tenang "
" belom , masih ada satu lagi ?"
" masih ada ,? siapa ?" tanya desi
naomi mengeleng " tapi yang gue tau dia di kuburin di belakang kampus"
" loe serius?" tanya desi lagi
naomi menghela napasnya " kapan gue bohong sih cuma yang aneh tu arwah ngak ngikutin gue mangkanya gue tenang tenang aja "
" apa loe tau siapa pembunuhnya?" naomi mengeleng
" tapi yang bawah mayat itu pak romi"