
" pak bapak yang sabar ya kita turut prihatin" ucap dava yang berdiri di samping rudi yang tengah menangis
" bapak bisa menginap di rumah saya atau dava pak kami ngak keberatan pak " sahut reza dengan melirik dava
" terima kasih tapi tidak usah saya bisa ke tempat keluarga saja " sahut rudi dengan lesu
" bagaimana pak ?" tanya rudi ketika pemadam kebakaran mendekati mereka
" seperti tidak ada orang di dalam pak kami tidak menemukan tulang atau kerangka manusia yang terbakar" sahut salah satu petugas kebakaran
" tidak ada pak ?"
" iya, atau mungkin kami akan mencarinya lagi setelah hari siang karna sedikit sulit mencari hanya menggunakan senter "
Rudi mengangguk " iya pak tolong bantu saya dan terima kasih atas bantuannya"
" sama sama pak, bapak yang sabar sebaiknya bapak hubungi keluarga yang lain siapa tau anak bapak pergi ke rumah saudara nya atau ke rumah temannya "
" iya pak akan saya hubungi" sahut rudi dengan pelan
" dava reza saya permisi duluan ya " pamitnya pada dava dan reza
" hati hati pak " sahut reza
" kasian banget nasip mu pak " ucap dava setelah mobil pak rudi pergi
" eh apa anaknya pak rudi sudah sembuh " tanya dava yang ingat ucapan petugas kebakaran tadi
Reza mengeleng " saya tidak tau tapi setau saya dari naomi jika anaknya sudah lama menjadi jazad" sahut reza
" jika menjadi jazad lantas siapa yang membawa nya pergi jika tidak kebakar ?" tanya dava yang membuat reza ikut binggung
keduanya melihat rumah pak rudi yang hanggus tidak ada yang tersisah sedikit pun
hampir 2 jam mereka mencoba memadamkan api bahkan pemadam kebakaran tidak ada yang bisa membantu setelah tersisah sedikit bangunan barulah pemadam kebakaran datang membantu
" apa menurut loe rumah ini sengaja di bakar ?" tanya dava yang membuat reza menghela napasnya
" bisa ya bisa juga tidak entahla, sekarang kita pulang sebentar lagi pagi " ajak reza dengan membawa ember kecil di tangganya
.
.
.
" jadi benar kita boleh ikut kalian ge vlog ?" tanya mika
Evan mengangguk" dengan syarat kalian harus pegangan sama cewek ngak boleh pegang kita " jelas evan lagi
" ok sip yang penting kita ikut " sahut cleo dengan antusias
" kalian juga ikut kan ?" tanya mika pada naomi dan desi
" jelas naomi dan desi pasti ikut kan naomi?"
naomi mengangguk pelan
" oya kalian udah survei mau ke mana ?" tanya naomi pada evan dan gilang
" udah rencananya kita mau ke gedung bekas rumah sakit yang ada di daerah jaksel " sahut gilang dengan memberikan tep nya pada naomi
" penyusuran nya kapan ?" tanya mika
" nanti malam sekitar jam 5 sore kita langsung ke sana " sahut gilang
" ngomongin apaan sih seru banget " sapa jenny membuat mereka menoleh
" mama, ini ma mereka mau bikin vidio bareng nanti malam bolehkah kami keluar " sahut naomi dengan melihat mereka
" oh gitu boleh cuma pulangnya jangan malam aja, oya nih ada cemilan dari papa "
" papa udah balik ma ?" tanya naomi
" iya udah sekarang lagi bersi bersi " sahut jenny tersenyum melihat mereka
" mama seneng kamu punya banyak temen kayak gini rumah jadi rame, oya naomi mama sama papa mau keluar sebentar kamu ada titipan ? "
naomi mengeleng" ngak ada ma "
" kalau kalian ?" tanya jenny pada yang lain
" ngak ada tante makasih "
" yaudah kalau ngak ada tante pemit ya "
setelah jenny pamit mereka mulai berebut makanan yang di meja
" Oya naomi gimana sama arwah supermarket itu ?" tanya gilang yang tak sadar dengan ucapannya
" arwah ?" tanya alexa
" ah itu maksudnya orang yang meninggalkan di supermarket" sahut desi cepat
" oh ya kali arwah, hebat dong bisa liat arwah "
" ngak kok salah denger aja " sahut desi cepat
" non maaf ada tamu " ucap bik mira yang datang dari rumah
naomi mengangguk
" bentar ya " pamitnya pada mereka
" siapa bik ?"
" ngak tau non perempuan kayak ketakutan gitu dia nyariin ibuk sama bapak saya bilang ada nya cuma non naomi dia mau ketemu non saja " sahut bik mira
" itu dia non " ucap bik mira setelah mereka di ruang tamu
" ada apa ya tante ?" tanya naomi dengan sopan
" kamu naomi ?"
naomi mengangguk pelan
" saya dina mungkin kamu lupa dengan saya tapi saya masih ingat dengan kamu saya penjaga rumah pemakaman senja " ucapan dina
naomi mencoba mengingat akhirnya ia mengangguk
" oh iya benar, rumah pemakaman senja, tapi kenapa tante ke mari ?" tanya naomi pada wanita itu
ia memberikan map pada naomi" tolong jika pak ardan dan buk jenny pulang kasihkan ini ya titip naomi" naomi mengangguk saja dengan mengambil amplop yang di berikan dina
" Tante permisi dulu ya " pamitnya dengan buru buru pergi
" itu apa non ?" tanya bik mira setelah dina pergi
" ngak tau bik katanya untuk mama sama papa" sahut naomi
" ohh "
bik mira membereskan bekas minum yang ia berikan kepada dina namun belum sempat pergi ketukan di pintu membuat nya menoleh
" eh pak dosen ada apa pak ?" tanya bik mira setelah tau siapa yang datang
" naomi nya ada bik ?" tanya dava
" ada masuk dulu pak dosen saya panggilkan" ucap bik mira lekas ke kamar menemui naomi
" non ada pak dosen "
naomi mengerutkan keningnya namun akhirnya ia mengangguk
" pak dava pak reza ada apa ?" tanya naomi ketika melihat kedua dosennya itu
" naomi kamu ngak apa apa kan ?" tanya reza yang lekas mendekati naomi
naomi mengangguk " ngak pa pa pak kenapa ?"
" rumah pak rudi kebakaran" ucap dava
" astaga bagaimana bisa " tanya naomi tak percaya
" bukan hanya itu tapi pemadam kebakaran ngak nemuin jazad siapa pun "
naomi melihat keduanya binggung " artinya pak rudi dan anaknya bisa selamat"
Reza mengeleng " justru itu pak rudi panik nyariin jazad anaknya "
" bisa jadi ini di sengaja" sahut dava
" maksudnya rumah pak rudi sengaja di bakar? lantas jazad anaknya di bawa pergi ? " tanya naomi
" iya bisa jadi begitu " sahut reza
" lantas untuk apa ?"
" itu yang menjadi pertanyaan nya mangkanya kita ke sini " sahut reza membuat naomi bertambah binggung
" kita mau ajak kamu ke rumah pak rudi siapa tau ada arwah yang bisa kamu ajak komunikasi"
" ohh tau sekarang maksudnya gue di suru bantuin pak rudi gitu ? ngak mau " sahut naomi cepat
" la pantesan lama mereka toh temunya " keluh evan yang datang bersama yang lainnya
" kalian ngapain disini ?"
" pak reza lupa kita kan temennya naomi" sahut evan yang ikut duduk di dekat dava
" kita udah ada janji kan van gilang jadi ngak bisa gue sibuk " sahut naomi ketika dava akan berucap lagi
" naomi"
" no no no ngak mau "