
Bau yang menyengat membuat siapa saja ingin muntah begitu juga dengan raza dan yang lain merasa mual ketika memijakan kakinya di lantai 4
" gue ngak tahan mau turun " sanggah mika dengan turun begitu juga dengan alexa cleo gilang evan dan desi
" ayo turun dulu " ajak reza dengan membantu naomi berjalan
mereka semua langsung turun ke lantai 3 tak ada yang sangup berlama lama di lantai 4 karna bau yang sudah hampir memenuhi lantai
" di dalam ada apaan sih bau banget " keluh evan ketika mereka di tangga
" ada mayat " sahut naomi membuat mereka kaget
" serius loe ada mayat?" tanya gilang dengan tak percaya
naomi mengangguk " mayat dika"
" pantesan bau bangkek ternyata "
" naomi"
arwah dika perlahan muncul di hadapan naomi
" Dika kita ngak kuat ke atas " keluh naomi yang memang gak sanggup berada di sana
Mendengar jika naomi berbicara dengan dika mereka semua saling pandang dan memilih diam agar naomi pokus bicara pada dika
" tapi naomi "
" maaf dika tapi kita semua ngak tahan " sahut naomi lagi
" tahan sebentar naomi ayolah aku mohon " regek dika lagi
" kamu gila mayat kamu itu sudah membusuk mereka ngak tahan wajar kan" sanggah andin dengan kesal
" tapi kita ngak ada waktu saya ngak ingin ibu saya meninggal " jelas dika
" besok kan eksekusi nya bukan hari ini " sahut andin
" tapi bisa aja di percepat banyak yang curang di sana karna uang "
" tapi mereka ngak setahan kita "
" stop, kalian masih berantem gue pulang ni " ancaman naomi membuat andin dan dika terdiam
" loe berdua kan tahan bauk gimana kalau kalian aja masuk cari itu benda kasih ke gue " mendengar penuturan naomi seketika mereka patuh dan hilang
" sabar ngak boleh emosi " sahut reza menenangkan naomi
" lagian loe udah tau arwah masih aja di ladeni bebal sih jadi orang pakek acara bantu segala " sahut evan
naomi cemberut kesal semua orang menyalahkan nya andai ia bisa, ia juga tak ingin ber urusan dengan para arwah yang selalu menyusahkan nya
ia juga ingin hidup norman seperti yang lainnya tapi apa daya jika ia mempunyai ke ahlian begini
Naomi melihat kakinya yang di gips antai kakinya baik baik saja ia juga ngak akan mengajak mereka ia akan berusaha sendiri seperti waktu itu walaupun ia tau taruhannya nyawa
" naomi ada di bawah lemari kayu" ucap andin membuat naomi yang benggong jadi kaget
" astaga bikin kaget aja, yaudah ambil " jawab naomi
" kita ? mana bisa naomi "
seketika naomi menepuk jidatnya ia tak ingst siapa yang ia ajak bicara
" terus gimana ngambil nya ?" tanya naomi pada dirinya sendiri
" emang udah ketemu ?" tanya reza yang tak tega melihat naomi
naomi mengangguk" udah ada di bawah lemari kayu"
" yaudah kamu tunggu sini biar saya ambil " ucao reza
" gue ikut "
" gue juga "
Sahut evan dan gilang bersamaan
" ngak usa biar saya aja "
" banyak yang bantu lebih cepat kelar kan " sahut evan yang di anguki gilang
mendengar itu reza gilang dan evan lekas naik kembali ke lantai 4
Mereka mulai mencari benda apa yang di maksud dika tak lupa reza juga mem photo mayatnya dika ia takut jika mereka yang di salahkan atas kasus kematian dika
" kita duduk dulu " ajak desi dengan duduk di tangga
" semoga aja mereka kuat nyarinya biar kita ngak ke sini lagi " sahut alexa membuat naomi kesal
Mika menyenggol alexa " sorry gue ngak maksud gitu cuma _"
" kita tau kalian ngak perna kayak gini kita juga ngak maksa kalian ikut ini bisa jadi petualangan terakhir untuk kalian " jawaban desi membuat alexa merasa bersalah
" maaf naomi gue ngak maksud gitu maaf ya udah nyinggung loe " ucap alexa
Desi melihat naomi yang menghembuskan napasnya dengan kasar
" gue juga ngak mau kayak gini kalian beruntung bisa hidup normal tampa ada yang nganggu , gue ngak papa kok cuma mungkin lagi sensitif aja"
Alexa mendekati naomi mengenggam tangganya " gue bener bener minta maaf ya "
Naomi mengangguk
" naomi mba andin ada di sini ?" naomi mengangguk
" dia bantuin kita juga ?" lagi lagi naoi mengangguk
" iya tapi sebagian syarat nya gue harus jagain loe " sahut naomi dengan senyum
cleo menundukkan kepalanya
" maaf ya jadi ngerepotin loe " ucap cleo
" ngak papa loe juga ngak akan macem macem kan "
" iya tapi tetep aja "
" udah kita kan temen lagian loe ngak mungkin lari lari kayak anak kecil juga kan " ucapan desi di sambut tawa oleh mereka
Hampir 30 menit mereka menunggu ketiga lelaki itu hingga akhirnya suara sepatu yang berlari membuat mereka lekas menoleh benar saja reza gilang dan evan datang dengan napas ngos ngosan
Mereka langsung duduk dengan peluh yang membanjiri badan mereka
" gila bau banget " sahut evan dengan langsung duduk di dekat desi
" iyalah orang udah banyak ulet gitu " jawab gilang dengan mengibaskan topinya ke depan muka berharap rasa bau yang melekat itu hilang
" jadi apa yang di dapat ?" tanya naomi pada mereka
" ni " sahut reza dengan memberikan benda yang mereka cari
" alat perekam?" tanya naomi binggung
" iya cuma kayaknya batrainya habis ngak nyala " ucap reza lagi
" jadi kita ngak bisa denger apa isi rekaman itu dong?" kesal mika
" itu rekaman bukti jika ibu saya tidak melakukan pembunuhan pada suaminya "
naomi melihat dika " suaminya ? ayah loe ?"
Dika mengeleng " bukan bokap tiri "
" sama aja itu, nama ibu loe siapa ?"
" ibu hasna " ucap dika
" sebaiknya kita langsung bawah ke lapas *** agar tau isinya apa " ucap naomi
" emang polisi akan percaya sama kita ?" pertanyaan gilang membuat naomi melihat dika
" mereka pasti percaya jika kalian sebut nama bu hasna"sahut dika
" mereka pasti percaya saya udah photo mayat yang tadi siapa tau bisa jadi bukti " ucap reza
" yaudah kita langsung ke lapas *** untuk kasih buktinya "
mereka lekas memutuskan menuju ke lapas yang di tujuh mereka berharap dengan adanya bukti yang mereka temukan akan membuat bu hasna bebas dan mendapat keadilan walaupun sebenarnya mereka ngak tau jalan kasusnya seperti apa
Setibanya di kantor polisi mereka langsunh mencari polisi yang menangani kasus bu hasna serta memberitahu kejadian yang sebenarnya melalui cerita dika
Awalnya polisi di sana tak percaya memang siapa yang percaya dengan cerita arwah bahkan bu hasna pun sudah tak bisa di mintai keterangan karna ia selalu menyebut nama dika anakku namun setelah mendengar isi rekaman serta poto yang di berika reza polisi akan menyelidiki ulang kasus nya bu hasna
Mereka juga memilih menetapkan bu hasna ke rumah sakit jika sampai kondisinya bisa di mintai keterangan
Setelah keluar dari kantor polisi mereka langsung menghembuskan napas lega 2 jam berada di dalam membuat otot otak dan badan mereka tegang
Setelah dari kantor polisi mereka memilih pergi dan menuju taman terdekat
" gila hampir aja kita jadi tersangka" ucap alexa dengan meluruskan kakinya
" iya gue juga deg degan di tanya polisi tadi " jawab cleo
" untung ngak satu satu bisa mati berdiri dong " timpal gilang yang di anguki mereka
" eh bentar lagi sore makan dulu yuk sebelum pulang " ajak cleo yang langsung mendapat angukan dari mereka