
jarum jam menunjuk pukul 06:30.aku turun kebawah untuk menikmati sarapan pagi seperti biasa.mama sibuk menyiapkan makanan di dapur,sedangkan papa duduk santai di sofa sambil membaca koran.
"pagi maa..paaa."sapaku sambil menghampiri papa
"pagi sayangg."kompak menjawab ku
"lohh papa hari ini gak kerja ??"tanyaku sambil memasang tali sepatu.
"iya sayang hari ini papa libur,karena besok ada tugas diluar pulau."jawab papa
"yahhhh ditinggal lagi deh,kita dirumah berdua lagi ma."dengan menekuk muka ku.
"naomii sayang,kamu harus belajar rajin-rajin ya biar nanti bisa jadi orang yang berguna buat semua orang.juga buat bangga papa dan mama ya nak."kata papa sambil mencium keningku.
tidak seperti biasanya pagi hari ku diawali dengan ucapan papa yang sangat menyentuh bagiku.tatapan mata papa terlihat tajam.tampak seperti menaruh harapan besar padaku.
aku,mama,dan papa menikmati sarapan pagi bersama dengan penuh kebahagiaan.kami bergurau,bercerita,dan tertawa bersama pagi ini.setelah sarapan selesai mama dan papa mengantarku ke depan pintu.
"Naomi berangkat dulu ya maa paa."
seperti biasa aku mencium mama dan papa begitupun dengan mereka.
"iya nak belajar yang bener ya."ucap mama
"Naomi nanti cepet pulang yaa,papa mau ajak kamu sama amar jalan-jalan ke wisata baru Deket sini."
papa mengajak amar untuk pergi ke wisata baru itu bersamaku dan mama nanti sepulang sekolah.
amar setuju dengan ajakan papa.
aku melambaikan tangan pada papa dan mama.amar pun langsung menancap gas motor nya.
"amarr...ngapain sih kamu selalu aja sok baik didepan mama sama papa."
ditengah perjalanan pertanyaan itu aku lontarkan pada amar.
"ehhh jutek emang aslinya amar itu orang baik bukan pura-pura baik.maka nya situ kalo nilai orang dari hatinya juga dong jangan cuma dari luarnya aja."
amar menambah kecepatan motornya.
nyebelin banget sih si amar,cowok pinter banget jawab nya.
diparkiran pun amar langsung menaruh motornya dan langsung meninggalkan ku seperti biasa.aku meletakan helm ku di sebelah helm amar.terlihat Reygan baru sampai dan memarkirkan motornya di sebelah motor amar.ia langsung menyapaku.
"lohh Naomi baru datang yaa."
ucap Reygan sambil tersenyum padaku
"iya Rey,kamu berangkatnya pagi-pagi ya ternyata."tertawa kecil
Reygan tersenyum,
"kebetulan aja mi,oiyaa yukk barengan ke kelasnya."ajaknya
aku berjalan disebelah Reygan,kami bercerita sedikit berihal ulangan yang akan datang.dan aku menanyakan tentang perkemahan yang akan di adakan.
"oiyaa Rey beneran mau ada acara outdoor??"
"kamu kata siapa,pasti kata amar ya?"
"iyaa sih kata si jail itu mau ada acara outdoor,kalau gak salah kamu kan bagian dadi siswa aktif di sekolah ini.pasti kamu tau dong."
"iya sih mi,rencana nya mau diadain acara outdoor tapi tempat nya kita belum nentuin."
"kira-kiraa mau kemana nih Rey,jangan jauh-jauh ya males banget kalo kejauhan."
"loohh kamu langsung aja bilang ke amar,kan Amar ketua nya jadi ya sebagian besar keputusan ada ditangan amar."
lagi-lagi nama AMARR disebut.sangat menyebalkan bagiku.
Bu Maya guru bahasa Inggris disekolah ku,membagi kelas kami menjadi beberapa kelompok.
"baik anak-anak sekarang kalian ini bagi menjadi beberapa kelompok.
kelompok satu Dea,Gibran,Adel,Meri,dan Gea.
kelompok dua amar,dara,Melisa,Reygan,dan Naomi."
dan Bu Maya menyebutkan beberapa kelompok lainya.
"Bu Maya saya boleh ganti kelompok gak?"amar mengangkat tangan nya dan mengajukan pertanyaan itu pada Bu maya.
"lohh kenapa amar?ada yang salah dengan anggota kelompok kamu?"
"gak ada Bu cuma bosen aja satu kelompok sama Naomi."
jawab amar.
aku langsung menatapan sinis kearah amar.
"siapa juga yang mau satu kelompok sama kamu!!saya juga mau ganti kelompok bu."ucap ku pada Bu maya.
teman-teman sekelas pun tertawa melihatku bertengkar dengan amar sudah kebiasaan dikelas kami memang sering bertengkar.dan selalu amar yang memulai duluan.pertengkaran mulut antara aku dan amar pun berlangsung terus,sampai Bu Maya mengambil keputusan.
"sudahh-sudahhh amarrr naomiiii sudahh!!!baiklah kalau begitu amar dan Naomi kalian menjadi satu kelompok dan untuk dara,Reygan,Melisa kalian pisah sama mereka berdua ya."
bu Maya mengambil keputusan yang sangat tidak masuk akal?
"lohhh Buu kok gitu sihhh,kok malah Naomi satu kelompok sama dia."
"Buu Maya kok malah jadi berdua sih kan amar minta nya pisah sama Naomi Bu."
aku dan amar sama-sama tidak setuju dengan keputusan Bu Maya.
"udah kalian cepat kerjakan tugasnya keburu waktunya habis!!anak-anak ayo lanjutkan pekerjaan kalian ya."
harus bagaimana lagi aku dan amar harus menerima keputusan Bu Maya.waktu sudah menunjukkan kurang 15menit lagi soal kelompok dikumpulkan.dan amar hanya sibuk bercerita dengan teman-teman nya tanpa membantuku mengerjakan tugas kelompok.
"amaarrrr!!!!bantuin Naomi dong,waktunya kurang 15menit dan soalnya masih banyak.kamu mau kalo nilai kita diraport merah semua."
tatapanku tajam kearah amar sambil meluapkan rasa kesalku.
"soal kayak gitu aja masak gak bisa sih mi.anak SD aja selesai in ini cuma setengah jam.terus apa kata kamu nilai diraport merah semua,ya maaf nilai raport kamu aja yang merah kalo aku sih gak mungkin merah."
tertawa mengejekku.
"makanya kamu bantuin Naomi kerjain ini dong!!!!"
amar menghampiriku dan langsung meminta soal-soal yang sedang aku kerjakan.dia merebut bolpoin yang ada ditanganku.dan langsung menuliskan jawabanya.
beberapa menit kemudian soal yang amar kerjakan langsung ia kumpulkan kedepan.aku kagum melihatnya seoarang amar dapat mengerjakan soal sesulit itu dalam waktu yang sangat singkat.
"kamu yakin sama jawaban kamu,apa jangan-jangan kamu jawabnya ngawur ya!!"
melototkan mataku ke amar
"ehh kan aku udah bilang anak SD aja kerjain tugas itu cuma setengah jam,kamu gak tau kamu lagi satu kelompok sama siapa?sama bintang kelas sekolah ini!!"
ucapan sombong yang selalu saja diucap berulang-ulang kali.
yaa aku hanya diam dan percaya tidak percaya harus percaya pada pekerjaan amar.semoga saja dia gak asal-asalan jawab.
"kenapaa???masih ragu sama jawabanku?yaudah sana ambil aja di Bu Maya kerjain sana bawa pulang aja sekalian buat pr kalo waktu nya gak cukup.",
lagi-lagi amar kembali mengejek ku dengan raut mukanya yang sangat menjengkelkan.
tanpa menjawabnya aku langsung mengemasi buku-buku ku di meja amar dan langsung pergi meninggalkan nya.