Naomi

Naomi
eps 27



" jadi mereka ngak di tahan ?" kesal naomi ketika meminta kejelasan reza tentang kasus penculikan dirinya tampo hari


" ngak ada bukti yang kuat " sahut reza dengan meletakan minumnya


" aduh pak masak iya saya minta bantuan hantu buat jadi saksi " keluh naomi


" mana ada polisi percaya naomi kecuali polisi nya bisa liat hantu " sahut reza lagi


" jadi_" deringan ponsel membuat naomi menghentikan ucapannya


" ya hallo lang" sahut reza


" iya iya saya kesana " sahut reza dengan cepat


" ayo ke rumah dava " ajaknya pada naomi dengan mengeluarkan uang untuk membayar kopinya


" ngapain pak ?" tanya naomi binggung


" udah ayo " sahut reza dengan menarik tanggan naomi lekas membawa nya ke mobil


dalam perjalanan naomi hanya bisa menerka nerka apa yang terjadi kenapa reza mengajak nya ke rumah pak dava


namun seketika rasa binggung itu sirna ketika melihat evan yang memeluk gilang sedang dava dan desi hanya duduk diam di depan halaman rumah dava


" evan kenapa ?" tanya reza namun membuat naomi tersenyum


" evan pakek minyak itu pak jadinya ya begini " sahut desi dengan enteng


Reza menoleh ke naomi " kamu tau ?"


naomi mengeleng " ngak dia ngak bilang mau pakek kapan "


" pak reza naomi tolongin saya di rumah saya banyak hantu " keluh evan dengan takut


" banyak ya ?" tanya naomi


" jangan di godain naomi " sahut reza


" engak kok kan cuma nanya lagian gue ngak liat hantu disini " sahut naomi


" naomi "


" disini ngak ada tapi di rumah banyak tolongin gue ilangin biar gue ngak liat mereka lagi " ucap evan prustasi


naomi melihat desi yang khawatir dengan keadaan evan


" minta obat nya sama desi " sahut naomi membuat mereka kompak melihat desi


" la kok gue ?" tanya desi


" bukannya loe yang ngasi gue minyak itu " sahut naomi ikut duduk di dekat reza


" kan karna loe yang minta lagian gue ngak ada penangkal nya " sahut desi lagi


" Des ayola tolongin gue ya " regek evan pada desi


" des "


" naomi gimana ?"


" tunggu aja van 5-6 hari juga hilang sendiri " sahut reza


" aduh pak lama itu sekarang aja ya des desi tolongin gue " rengekannya lagi


" menurut artikel yang gue baca ini mengunakan air putih, anda harus memperhatikan diri anda suci dari hadas kecil dan suci dari hadas besar terus anda wajib menyediakan media yang akan digunakan berupa satu gelas air putih terus anda harus mendoakan air putih tersebut dengan surat al-insirah sebanyak 7 kali "


" yang baca siapa ?" tanya evan pada pak dava


" ya elo atau za reza loe aja " sahut dava


" itu Islam bego gue kristen mana apal surat al-insirah " sahut reza membuat dava sadar


" di sini ngak ada yang agama islam?" tanya dava melihat mereka


mereka kompak mengeleng


dava menepuk pundak evan " yaudah van terima nasib dulu "


.


.


.


.


.


" loe sama pak reza kayaknya deket banget ?"


naomi menoleh " perasaan loe aja kali "


" engak bener deh gue kok liatnya pak reza kayak ada rasa sama loe " sahut desi lagi


" rasa apa coklat, keju ? " tanya naomi membuat desi menepuk paha nya


" gue serius naomi jangan becanda " keluh desi


" udah jangan mikir yang aneh aneh gue sama pak reza cuma mahasiswa dan dosen, tapi gue curiga sama loe dan evan "


desi melihat naomi" kenapa gue sama evan ngak pacaran "


naomi tersenyum" yang bilang udah pacaran siapa ? tapi kayaknya loe suka sama evan bener ngak ?"


" engak, ini bahas loe sama pak reza bukan gue sama evan udah ah gue ke kamar dulu " sahut desi yang langsung pergi meninggalkan naomi dengan senyum sendiri


Ting ...


" pak reza tumben " sahut naomi dengan melihat pesan yang dikirim


Pak reza 🧑‍🏫


sudah tidur ?


^^^^^^🧚me^^^^^^


^^^belum, kenapa pak ?^^^


ngak papa saya hanya


ngak bisa tidur mendengar


suara evan


^^^evan belum tidur ?^^^


belum, jika ia lama disini


saya rasa mata saya akan


seperti panda😔


^^^🤭🤭^^^


apa yang lucu ?


^^^pak reza sama kayak^^^


^^^evan ? saya rasa^^^


^^^ingatan saya belum^^^


^^^hilang tentang itu^^^


sudah, tidur besok ada


kuliah selamat malam


^^^malam^^^


seketika senyum naomi mengembang ketika pak reza tak ingin membahas kejadian dulu


.


.


.


.


" des mau barang ?" tanya naomi ketika desi lewat menuju dapur


" iya bareng tapi mampir ke apotik ya " sahut desi dengan minum susu


" desi ini obat nya tolong di tebus ya " ucap bik mira dengan menyerahkan kertas


" obat asma bik ?" bik mira mengangguk


" Oya non kata nyonya uangnya sudah di kirim di rekening non "


naomi mengangguk " kapan mereka balik bik ?" tanya naomi


bik mira mengeleng membuat naomi menghembuskan napas nya


" apa mereka tau naomi sempet di culik ?" tanya naomi lagi


namun lagi lagi bik mira mengeleng


" bagusla ngak usah kasih tau bik nanti bikin susah bibik lagi kalau mereka pulang " sahut naomi lalu meminum susu nya


" desi ayo gue tunggu di depan, bik naomi berangkat ya " pamit naomi lalu pergi


" buk "


" jangan biarin non naomi sendiri ya kasihan dia, tuan sama nyonya cuma sibuk dengan pekerjaan nya " sahut bik mira


" ibu bener ngak kasih tau tuan sama nyonya tentang kejadian naomi ?"


" bibik kasih tau cuma ya itu jawaban mereka sama kayak polisi jika belum 2 x 24 jam mungkin naomi lagi jalan jalan aja, ibuk kasihan liat naomi des "


" ibuk tenang aja desi akan jagain naomi ya, desi pamit dulu ibu hati hati di rumah " sahut desi lalu pergi


.


.


.


tok tok tok


Reza lekas membuka pintu kaca mobilnya ketika mendengar ketukan di kaca


" pak reza ? tidur disini ?" tanya naomi yang melihat reza di dalam mobil


" ngak baru sampek aja " sahut reza dengan memijat pangkal hidung nya


" baru sampek kok mukanya kucel kayak belum mandi " sahut desi


" ini karna pacar kamu yang tiap detik manggil nama kamu" ucapan pak reza seketika membuat naomi melihat desi


" ngak bener kita ngak pacaran " sangkal desi


" belum " sahut naomi dan reza bersamaan


" tau ah kesel sama kalian " sahut desi lekas masuk ke dalam kampus


" emang di rumah pak reza ada hantu juga ?" tanya naomi


" ada penjagan rumah cuma ngak nganggu evan aja yang lebai" sahut reza mengambil tasnya


" masuk udah jam masuk " ajaknya pada naomi


naomi berjalan di belakang reza dengan pikiran berkecamuk


" apa indra pengelihatan gue udah ngak se hebat dulu ya " tanya naomi pada dirinya sendiri


naomi melihat sekitar kampus yang memang tak ada arwah atau apapun


" apa gue juga harus pakai minyak itu ya biar bisa tau kemampuan gue "


" naomi naomi" naomi mendongak ketika namanya di panggil


" mikirin apa sampai jalan ke sini ?" tanya reza


naomi melihat sekitar seakan sadar ia ada di mana


" pak saya "


" balik ke kelas ok " naomi mengangguk lalu pergi menuju kelasnya


" mirikin apa sampai ikut ke ruangan dosen segala " keluh reza dengan mengeleng


.


.


.


.


.


" tubuh suci sudah di pindahkan " rudi mengangguk


" sepertinya kita tidak bisa bersama dulu pak kemarin saya liat ada polisi di sekitar rumah saya " rudi melihat romi yang melempar rokoknya


" kenapa sulit sekali saya hanya ingin suci bangun" sahut rudi lemah


" kita sama sama berjuang pak untuk anak kita " sahut romi


" tapi beda rom anak kamu hanya koma di rumah sakit sedangkan suci sudah meninggal " sahutnya lirih


" saya hanya ingin suci hidup hanya dia harapan saya "


" saya akan bantu bapak " sahut romi


" karna saya butuh uang " sahut romi dalam hati