
" kenapa mas meminta mereka bertunangan dulu ? kan dari awal kita sepakat mengikuti ke inginan naomi" keluh jenny dengan melepaskan anting nya
" nanti kalau setelah tunangan sipat plin plan reza kembali bagaimana ? naomi sakit hati lagi mending ngak usa langsung nikah aja sesuai kesepakatan mereka mas "
Ardan menghela napasnya sembari melonggar kan dasi di lehernya
" mas kamu dengar ngak sih " panggil jenny lagi
" saya juga inginnya begitu saya ingin mengikuti keinginan naomi menikah setelah naomi lulus S2 nanti, tapi gilang mengirimkan sesuatu yang membuat saya merasa bersalah pada kak mia"
jenny menoleh" emang apa yang di kirim nya mas sampai kamu merasa bersalah segala "
Ardan membuka hpnya memperlihatkan surat yang di kirim gilang untuk nya
gambar hanya pemanis ya...
" mas ini ?"
" iya itu tulisan tanggan kak mia "
jenny duduk di dekat ardan " bahkan setelah semua yang menimpah nya dia masih memikirkan kita mas "
" itulah yang membuat saya merasa bersalah secara tidak langsung dia menitipkan anaknya pada kita, mangkanya saat ingin mereka bertunangan dulu setidaknya kita sudah menjaga reza terlepas mereka jadi atau tidak nikahnya "
" kamu kok doa nya begitu kasian naomi kalau mereka ngak jadi nikah " kesal jenny
" ya kan kita tidak tau kedepannya kita hanya bisa berencana "
" iya benar juga sih lagian anaknya juga yang buaya ngak rugi naomi kalau ngak jadi nikah asal jangan adu teknik duluan " kesal jenny
Ardan terkekeh geli " kamu ini kayak tau aja kalau dia buaya "
" ya abis mas kesel aja anak gadisku kok kayak di tarik ulur gitu suka yang suka tidak ya tidak untung kita masih baik kalau tidak hem sudah tak habsiin " jenny mengeram kesal dengan memintir seprai kasur nya
" sudah sudah itukan dulu dia belum menata hati nya pikiran nya juga masih kalut lihat sekarang dia bisa memilih kan "
" sudah lah mas akan terus membela dia, mas berdoa saja dia tidak membuat naomi kita sakit hati lagi " sahut jenny lekas beranjak menuju kamar mandi
.
.
.
" jadi bener pak ardan mintak reza langsung bertunangan ?" tanya deva tak percaya dengan apa yang di ucapan evan
padahal ia sendiri yang mengolok olok reza pacaran dengan anak orang kaya itu sudah pasti tak mendapat restu karna status sosial tapi apa sekarang malah ia yang akan di langkahi duluan oleh reza
" bener ni chat mas reza " gilang menyodorkan hpnya pada dava yang langsung di ambil dava
" jadi kapan rencananya pertunangan akan di lakukan ?" tanya dava setelah membaca chat dari reza
" rencananya setelah mereka pulang akan di adakan di jakarta "
Dava menyandarkan badannya " ngak nyangkan ya mereka bakal tunangan kayak baru kemaren aja naomi ngebahas andriana "
" tapi gimana sama naomi secara ni dia kan ngak perna pacaran ngak mungkin kan ini jadi cinta monyet " sahut evan yang membuat gilang dan dava saling pandang
" loe jangan nakut nakutin kita nanti kalau pas acara tunangan naomi berubah pikiran wahh bisa brabe kalau gitu ceritanya" sahut dava
" nah itu yang gue takutin "
" udah udah jangan berpikir yang aneh aneh kita berdoa sesuai agama masing masing semoga semuanya lancar, walaupun mas reza pacar pertama naomi yang semoga aja dia beneran cinta " sahut gilang pada keduanya
" mau taruhan, awwwww......" Sahut dava yang langsung dapat pukulan dari gilang
" ini saya dosen kamu kenapa kamu main kekerasan"
" jangan drama pak dava, mending bapak bantuin kita cari sport untuk ngevlog" sahut gilang dengan memberikan leptop pada dava
.
.
.
" kenapa apa ada yang salah ?" tanya naomi
reza tersenyum lalu menggeleng " hanya rasanya tidak percaya saja saya akan memiliki kamu "
" tidak percaya?" tanya naomi binggung
reza tersenyum memegang tangan naomi " sulit mengungkapkan dengan kata kata kalau saya begitu bahagia di sini seperti ada yang meledak " reza memegang dadanya
" gombalnya ketarang sekali pak " sahut naomi dengan mengeleng
" saya serius, rasanya sungguh sangat sangat bahagia" sahut reza lagi
" apa semua cowok akan berkata begitu manis ?" naomi menoleh ketika mendengar suara andriana di sampingnya
" andriana" sahut naomi membuat reza menoleh
" saya hanya datang berkunjung" sahut nya dengan senyum
" saya bahagia akhirnya dia bersama orang yang membuat nya bahagis, jaga dia naomi"
naomi tersenyum" tampa loe minta gue juga akan menjanya "
" apa andriana ada di sini ?" tanya reza yang di angguki naomi
" andriana terima kasih untuk semuanya semoga kamu bahagia di alam sana " ucap reza
" sama sama, naomi sampaikan salam ku untuk orang tua kamu dan terima kasih untuk semuanya"
naomi mengangguk perlahan tubuh andriana menghilangkan hanya menyisakan hembusan angin yang menerpah wajah naomi
" apa andriana sudah pergi ?" tanya reza
" iya "
" apa dia penasaran?" naomi melihat reza dengan binggung
" bukan begitu hanya saja saya merasa aneh kenapa dia bisa kembali muncul sedangkan urusan nya di dunia sudah selesai" ucap reza lagi
" ada beberapa kemungkinan salah satunya mereka yang kembali ke dunia itu bukan mereka tapi jin yang bersama mereka sejak lahir " jelas naomi
" seperti pendamping?"
naomi mengangguk lalu mengeleng " tanya sama tabib atau orang yang paham begituan aja ya gue juga kurang ngerti "
reza mengangguk " yaudah ayo masuk kita harus beres beres untuk kembali ke jakarta"
naomi mengangguk lantas mengikuti reza yang beranjak masuk ke dalam rumah
.
.
.
.
riuh tepuk tanggan memenuhi kediaman naomi ketika naomi dan reza berhasil saling tukar cincin
acara yang di langsung kan begitu mewah bukan karena ardan tapi karna gilang dan evan dua youtubers terkenal itu sengaja menyebar undangan lewat online dengan pertukaran yang hebat
yang bisa mengakses undangan harus memberikan sedikitnya 5 ratus ribu hadiah untuk kedua mempelai dengan imbalan seharian bersama gilang dan evan
awalnya gilang ogahan ini merugikan dirinya tapi setelah bujukan dava bahwa dengan ini mereka akan semangkin terkenal dan gilang bisa membelikan mobil untuk reza sebagai hadiah pernikahan, akhirnya ia setuju dan dengan terpaksa pertunangan naomi dan reza yang menjadi liputan pertamanya
Ardan sempat tak setuju mengundang banyak tamu karna rudi dan romi bisa saja berulah walaupun dalam penjara namun ia juga tak ingin mengecewakan gilang dan evan yang sudah menyiapkan pesta segala macam nya
" sumpah ya gue iri ngeliat mereka " sahut alexa yang terus memandangi naomi dan reza yang begitu sempurna di acara ini
elexa, mika dan cloe memang datang karena mereka tak ingin melewatkan momen bahagia naomi sebelum naomi benar benar menikah
" Gilang ayok nikah yuk gue mau kayak mereka juga " regek mika membuat desi mengeleng
" Gilang mau kan " gilang hanya mengeleng tak habis pikir dengan mika yang menganggap semuanya begitu entah