Naomi

Naomi
eps 54



kuliah skripsi yudisium semuanya sudah dilalui naomi dengan segenap jiwa raga dan hatinya ya walaupun skripsi nya di bantu reza dan dava yang ikut andil mencarikan naomi buku untuk referensinya, yang penting sekarang naomi telah lulus S1


wisuda di adakan dengan hikmat dan berjalan lancar jenny menatap haru ardan yang sama sama bangga melihat naomi yang berdiri di podium dengan gelar pujian


sedangkan reza bersama desi dan bik mira berada di luar gedung karna hanya kedua orang tua yang bisa masuk ke dalam gedung


" selamat ya sayang mama sama papa bangga sama kamu " jenny memeluk naomi setelahnya bergantian dengan ardan yang memeluk naomi


" makasih ma pa " sahut naomi ketika keduanya melepaskan pelukannya


" ya udah kita keluar sekarang ya yang lain sudah menunggu " sahut jenny yang di angguki naomi


Selesai acara wisuda semua wisuda wan dan wisuda wati keluar termasuk ketiganya yang juga langsung keluar gedung untuk menemui yang lain


naomi tersenyum ketika melihat reza yang membelakangi nya dengan membawa buket bunga di tangganya


" non naomi" panggilan dari bik mira membuat reza lekas menoleh


buk mira memeluk naomi lantas mencium kedua pipinya " selamat non bibik bangga sama non "


" makasih bik " sahut naomi dengan tersenyum


" ahhh naomi selamat" sahut desi dengan memeluk naomi keduanya berpelukan bagaikan teletubbies


" makasih des semoga loe sama yang lain ceper nyusul ya "


" pasti itu "


lantas naomi beralih melihat reza, reza tersenyum lantas memberikan buket bunga yang ia pesan khusus untuk naomi


" selamat ya " reza memberikan buket pada naomi


naomi mengambil buket tersebut sembari tersenyum" makasih pak reza "


" naomi"


" alexa, cleo, mika" panggil naomi tak kalah heboh


mereka berempat berpelukan tapa memikirkan jika orang orang melihat kelakuan mereka yang heboh


" sumpah gue nggak nyangka kita bakal lulus bareng " sahut alexa dengan senang


" gue apalagi abis cuti kemarin " sahut naomi


mereka saling memberi selamat begitu juga dengan keluarga alexa, mika dan cloe yang datang menghampiri kelaurga naomi


mereka berbincang bincang hingga masing masing dari keluarga mereka pamit untuk bertemu keluarga lainnya


" reza yang sabar ya masih ada 2 tahun lagi untuk naomi menjalankan S2 nya saya berharap kamu masih sabar " sahut jenny yang mendengar ucapan naomi dan yang lain jika mereka akan langsung kuliah mengambil S2


hal itu membuat reza tersenyum " pasti tante saya akan sabar menunggu naomi" sahutnya membuat naomi tersipu malu


" lihatlah pipi non naomi merah seperti kepiting" goda bik mira membuat yang lain ikut tertawa


setelahnya mereka memutuskan untuk berpoto bersama mulai dari bik mira, desi dan naomi, kedua orang tua naomi, hingga akhirnya naomi dan reza


sedangkan evan dan gilang sebenarnya ingin ikut tapi mereka harus menelan kekecewaan karna terbentur yudisium mereka berbeda dengan desi yang hanya menunggu panggilan wisuda, jadinya ketika berpoto mereka hanya bisa menampakan wajah nya dari hp


setelah puas berpoto mereka langsung menuju restoran terdekat untuk mengisi perut mereka yang lapar


memilih kursi yang berdekatan dengan kaca membuat mereka leluasa melihat keramaian kota canada


" reza apa kamu tidak berniat bertunangan dulu dengan naomi?" ucapan ardan membuat reza dan naomi tersedak secara bersamaan


" papah liat mereka jadi tersedak" sahut jenny yang membantu naomi minum


" saya hanya membantu lagi pula kasihan cincin di saku reza sudah lama bersemedi disana apa dia tidak berminat mengeluarkan nya " sahut ardan lagi


jenny menyenggol perut ardan membuat nya menoleh


rencananya ia akan memberikan ketika ia hanya berdua bersama naomi namun sepertinya rencananya gagal karna sudah ketahuan oleh ardan duluan


" papah reza jadi salting itu di godain terus " jawab jenny kesal


" tuan sepertinya terlalu ikut campur dalam urusan anak muda "sahut desi yang mendapat anggukan dari jenny


reza mengeluarkan cincin yang memang ia siapkan untuk naomi


" sebenarnya memang mau di kasih om tapi belum ada waktu yang pas "


" sudah reza simpan nanti pas kalian berdua saja "


" naomi kamu cinta tidak sama reza ?" tanya ardan tampa perduli ucapan jenny


naomi yang di tanya dengan kaget hanya mengerjabkan mata berulang kali tak tau harus menjawab apa


" ah lama sekali jawabnya ia reza dia mau kamu pasangkan saja cincin nya cepat "


jangankan naomi dan reza, jenny desi dan bik Mira kaget kenapa bisa ardan yang begitu kaku menjadi begini


" mas kamu takut naomi jadi gadis lapuk, kenapa buru buru sekali ?" sahut jenny


" saya hanya kasihan reza sudah 34 tahun masih harus menunggu 2 tahun lagi, itu terlalu lama sudah lamar saja sekarang yang penting naomi nya mau apa nggak " kesal ardan


" mau tidak naomi?" tanya nya lagi


naomi hanya mengangguk kaget karena semuanya serba tibah tibah


.


.


.


" gimana apa om ardan percaya ?" tanya evan dengan ikut melihat hp gilang


begitu juga gilang keduanya menunggu hp berdering seperti menunggu kupon berhadiah


" nggak mungkin om ardan nggak percaya masa iya dia nggak bisa ngenalin tulisan ibuk"


" tapi kan bisa aja secara itu tulisan udah lama banget " sahut evan lagi


" oh ayolah evan jangan bikin jantung gue deg degan "


" ya sudah kita lagi nunggu balasan om ardan saja "


" itu lebih baik " keluh gilang


" en tapi apa gue boleh liat suratnya soalnya tadi belom sempet baca "


masih pokus pada hpnya namun tanggan gilang dengan cekatan memberikan kotak kayu pada evan


evan membukanya yang berisikan satu surat dan kalung, dengan penuh penasaran desi membaca surat tersebut


......reza dan gilang......


...maaf kan ibu nak mungkin di saat kalian dewasa ibuk sudah tidak di samping kalian tapi yang harus kalian ketahui sampai kapan pun kalian tetap anak anak tersayang ibuk kebanggaan ibuk dan bapak...


...jika kalian menemukan surat ini boleh ibuk minta tolong pada kalian temukan lelaki bernama ardanan dan istrinya berbama jenny ibuk mohon, berikan kalung ini pada mereka karna dulu ibuk berjanji akan memberikan jenny hadiah kalung dan semoga dia memiliki anak perempuan sesuai harapan mereka agar mereka bisa memakaikan kalung ini pada anaknya...


...jika kalian bertemu pada mereka sampaikan juga maaf ibuk yang tak bisa bersama mereka karna takdir tak memihak pada kami...


...sampaikan salam ibuk pada mereka bahwa sampai kapan pun ibuk akan selalu menjadi kerabat mereka...


......jaga diri kalian baik baik nak ibuk sayang dengan kalian ......