
namaku Naomi Akbar,aku duduk dikelas 11,ayahku bekerja di salah satu perkantoran dekat rumah kami.
kali ini aku berangkat sekolah dengan tergesa-gesa karena semalam kurang tidur.
aku siap-siap langsung menghampiri mama dimeja makan.
"morning mam!!"sapa ku pada mama.
"hallo sayang,loh mau berangkat sekolah sekarang?"tanya mama padaku.
"iya ma semalam kurang tidur hehe"
"hari ini kamu gak usah masuk,besok kita akan pindah karena papa dapat tugas luar kota,papa lagi urus surat pindah kamu disekolah"sambil menyiapkan roti bakar.
Sontak aku kaget dengan ucapan mama yang melarangku untuk berangkat sekolah.
"apa maaa??tapi kan Naomi lagi ada kontes disekolah ma,mana mungkin Naomi membatalkannya.naomi juga belum pamitan sama teman-teman naomi."meletakan tasku dimeja.
mama memeluk ku dan mencium keningku.
"iya sayang mama juga terkejut dengan kabar ini,semalam mama nengok kamu kekamar kamu masih sibuk belajar jadi mama gak mau ganggu kamu"jawab mama
"tapiii maaaaa Naomi belum siap pisah sama teman-teman"sambil memegang tangan mama
aku meminta izin pada mama untuk pergi ke sekolah berpamitan pada teman-teman ku dan mama memberi izin padaku.
"hati-hati ya sayang."mengantarku kedepan.
"daaa maa"sambil mencium mama
sesampai disekolah waktu sudah cukup siang.aku masuk kekelas dan menyapa teman-temanku.
aku mengetuk pintu kelas yang kala itu sedang berlangsung pelajaran matematika.
tokkk....tokkk....tokkk!!!!!
Bu Rina guru matematika ku membukakan pintu kelas dan kaget melihatku tidak memakai seragam.
"lohhh Naomi kok jam segini baru datang,gak pake sragam lagi."terkejut melihatku.
"emmm maaf Bu naomi cuma mau pamitan sama teman-teman"menundukkan kepala.
aku menceritakan perihal kepindahanku pada Bu rina.dan beliau mempersilahkan ku masuk ke kelas.
teman-teman sempat kaget melihatku yang tak memakai seragam.
"lohhh Omi kok gak pake seragam masa iya seragammu basah perasaan kemarin gak hujan deh"canda Edwin teman sekelasku yang paling suka becanda
aku menatap suana kelas yang ramai candaan teman-teman.aku belum siap meninggalkan kelas ini.
"emmm teman-teman naomi mau pamitan sama kalian semua"menundukkan kepala.
sontak suasana kelas yang ramai langsung berubah menjadi sepi tanpa ada sepatah kata pun.
"apaaa???ngapain kamu pindah"tanya Rista teman sebangku ku.
teman-teman bertanya padaku perihal ini.aku hanya diam menahan tangis.
"ayah harus pindah tugas dan aku harus ikut ayah"kataku pada teman-teman
Rista menghampiriku dan langsung memelukku.aku tau ini sangat berat bagi Rista karena hanya aku satu-satunya sahabat terdekat Rista.
"kamu kok gak bilang sih mi dari awal sama aku,kenapa haru dadakan kayak gini sih "memeluk erat tubuhku.
"aku semalam juga belum tahu perihal ini ris"kembali memeluk Rista.
teman-teman sekelas tampak sedih,rasanya tak tahan menatap mereka semua.
"teman-teman nanti kalo Naomi ada libur kita main bareng ya Naomi pasti akan sempatin buat main kesini"sambil tersenyum kearah teman-teman.
memang aku dan teman-teman kelasku sering menghabiskan waktu bersama-sama.
setelah berpamitan dengan berat hati aku meninggalkan ruang kelas dan melambaikan tangan pada teman-teman.
aku gak nyangka harus meninggalkan sekolah sebelum waktunya.
sesampai di rumah mama sudah membereskan semua barang-barang.
"Naomi udah pulang."sapa mama sambil menata baju
"iya maa."sambil memeluk mama
"yudah sana siapin barang-barang yang mau dibawa"pinta mama padaku.
aku memandang foto-foto bersama teman-teman disekolah .tanpa aku sadari air mata menetes deras dipipiku.
paginya mama membangunkan ku,
"Naomi ayo bangun...."sambil menarik selimutku.
"iya maaa.."mengangkat tanganku
"lihat itu ada siapa dibawah"membuka jendela kamar
aku langsung bergegas menuju jendela,ternyata ada teman-teman dibawah
"lohh teman-teman!!!"kaget melihat mereka
aku langsung turun dan menghampiri mereka.
"Naomi nanti kalo udah pindah jangan lupain aku yaaa"
"Naomi tetep simpan nomorku yaa nanti kalo kangen kita bisa telphon"
aku terharu melihat teman-teman yang begitu berat melepas kepergian ku.
mereka memberiku sebuah album yang berisi foto kami bersama.kami semua berpelukan untuk yang terakhir kalinya.
aku mempersilahkan mereka masuk dan mama menyiapkan makanan untuk teman-teman.kami makan bersama sebelum aku pergi dari rumah.
setelah semuanya selesai teman-teman berpamitan pulang dan memelukku satu persatu.
"omii beneran yaaa jangan lupa sama aku."kata Rista sambil memeluk ku.
"hmm... iyaaa risss gak mungkin lah aku lupain kamu"memeluk erat Rista.
"jaga diri baik-baik ya mi,kita tetep temenan yaa"ucap Milla .
"iyaaa Mill...kamu juga yaa jaga diri baik-baik"jawabku
aku dan teman-teman berfoto untuk mengabadikan momen perpisahan ini.aku sangat bersyukur punya teman seperti mereka.aku sempat berfikir,apa temanku di kota baru aka sebaik mereka ini??
entahlah aku hanya bisa menjalani takdir ini.
aku,mama,dan papa berangkat agak siang dari rumah.
"paa nanti kita datang disana jam berapa?"tanya ku pada papa
"mungkin agak malam sayang,tegantung macet atau enggak nya dijalan"jawab papa
papa menutup gerbang rumah dan beranjak menuju mobil.
aku masih menatap rumah yang selama 16tahun aku tinggali.banyak kenangan indah yang tersimpan didalamnya.
"naomiii ayo sayang"mama memanggilku dari dalam mobil.
"iyaa maaaa"
aku duduk disebelah mama dan memeluk foto bersama teman-temanku.
perjalanan yang cukup jauh membuatku tertidur lelap sepanjang jalan.sesekali aku terbangun melihat hari sudah mulai petang.
"masih jauh maaa??"sambil membuka mataku
"masih lumayan jauh kayak nya,kamu tidur aja dulu nanti kalo udah sampe mama bangun kan"sambil merapikan rambutku.
"Naomi nanti ada kejutan disana buat kamu."ucap papa sambil tersenyum melihatku dari kaca mobil
"kejutan apa pa??"
"ya rahasia lah..namanya juga kejutan kamu gak boleh tau dong"sambil menggodaku.
"udahh paa biarin Naomi tidur dulu nanti aja lanjutin bahas kejutannya."menarik tubuhku dan memelukku
mama membangunkan ku dan ternyata kami sudah sampai dirumah baru kami.aku sedikit bingung sepertinya ada yang tak asing bagiku tapi apa?entahlah yang ada dalam pikiranku saat ini hanyalah tidur dan tidur.papa membuka pintu rumah dan menunjukkan sebuah kamar padaku.
aku bergegas memasuki kamar tersebut dan langsung meletakkan tubuhku diatas kasur.
"selamat tidur sayang"ucap papa sambil mencium keningku
"selamat tidur kembali paa"memeluk guling disebelahku.
terdengar suara papa dan pak Joko mengangkat barang''dari mobil.
dan aku melanjutkan tidurku.