Naomi

Naomi
eps 40



" apa mereka akan aman pa ?" tanya jenny dengan kembali melihat bandara


" Hanya itu jalan satu satunya jika mereka masih di indonesia saya tidak yakin jika mereka akan aman " sahut ardan dengan melihat jalan di depannya


Jenny mengambil tanggan ardan " terima kasih pa kamu mau membantu teman temanku "


Ardan tersenyum lalu menepuk tanggan jenny " hanya dina yang tersisa dan maaf tidak bisa membantu miranda jika lebih awal kita tau kita bisa menyelamatkan miranda juga "


Jenny menyandarkan kepalanya di bahu ardan " setidaknya suci sudah dengan kita biar kita kremasi agar dia lebih tenang"


Flashback


Ketiga gadis itu sedang berlari lari saling mengejar satu sama lain karna lelah ketiganya memilih berbaring di rumput


"Hah capek "


" Tapi gue seneng gue harap loe akan inget terus bersahabat kita "


" Oh ayola jenny meski gue akan menikah tapi gue akan selalu ingat kalian "


" Tau ni jenny miranda kan cuma nikah bukan pindah alam " sahut wanita dengan poninya


" Loe mah enak din die sodara loe la gue, ngak bisa tiap waktu lagian loe kenapa ngak nanti aja nikah nya masih mudah juga kan " sahut jenny dengan memalas


" Tau tu si rudi udah ngak tahan takut makin tua dia nya hahahah"


Tawa dina dan jenny membuat miranda tersenyum kecil


" Kalian nanti rasain kalau ketemu orang yang bisa ngerti, ini aja bilangnya nanti nanti pas jatuh cinta juga pasti mau nikah " godaan miranda malah membuat mereka semangkin tertawa


Namun sangat di sayangkan di hari pernikahan yang membuat miranda bahagia malah menjadi duka untuk jenny, kepergian sang ayah malah membuat nya tak hadir di pernikahan miranda dan sejak saat itu jenny pokus bekerja untuk membiayai kehidupannya dan sang ibu


setelah menikah miranda di boyong ke kota lain sedangkan jenny sibuk bekerja hingga akhirnya ia bertemu dengan ardan , menjalin kasih 2 tahun hingga akhirnya memutuskan untuk menikah


Hampir 20 tahun jenny tak mendapatkan kabar tentang kedua temannya, hingga akhirnya ia mendapat kabar jika sahabat nya miranda telah meninggal dunia itupun ia tau ketika membantu bik mira meletakan abu dio di rumah pemakaman senja yang merupakan di jaga oleh dina saudara nya miranda


Dari situlah ia tau semua kisah miranda dan suci hingga ia meminta ardan mencari tau keberadaan dan pekerjaan rudi


.


.


.


.


.


.


" kayak itu mobil pak reza" ucap evan dengan menunjuk mobil yang terparkir di jalan yang akan mereka lewati


" Iya, tapi kok di sini apa mungkin macet ya " ucap gilang yang langsung menepihkan mobilnya


" Kenapa mas ?" tanya gilang yang turun dari mobil di ikuti evan


" Kalian mau ke rumah naomi kan ?"


Evan dan gilang saling pandang lalu mengangguk


" Ikut ya "


" Mobilnya gimana ?" tanya gilang lagi


" Nanti tukang bengkel yang bawak " sahut reza enteng lalu masuk ke dalam mobil


Keduanya menghela napas suka kesal dengan sikap semena mena reza


tak ingin ambil pusing keduanya langsung ikut masuk ke dalam mobil


" mas reza ngapain ke tempat naomi?" tanya gilang yang mengemudikan mobilnya


" Ada perlu " jawab reza dengan terus memainkan hpnya


mendengar jawaban tak bersahabat dari reza gilang dan evan langsung diam tak ingin memperpanjang


Setibanya di kediaman naomi ketiganya langsung turun dan evan yang selalu bertugas menekan bel


" aden ? ada pak dosen juga mari masuk " ajak bik mira dengan membuka pintu lebar lebar


" Silahkan duduk ya sebentar bibik panggilkan non naomi dulu " pamit bik mira pada mereka


" Non tok..tok..tok non naomi"


" Sebentar bik " sahut naomi dari dalam kamar


Terdengar suara kaki yang berjalan dan tak lama suara kunci terdengar


" Kenapa bik ?" tanya naomi yang masih memakai handuk di badannya


" Eh si non teh buruan pakai baju ada temen temennya sama pak dosen juga di depan" ucap bik mira


" pak dosen ?"


" iya atuh pak dosen reza " jelas bik mira


naomi menggaruk kepalanya yang tak gatal lalu meringis " Oh iya bik makasih tolong kasih minum ya bik "


" hey kalian udah datang " sapa mika yang melewati ruang keluarga


" Eh iya " sahut evan


" Ini siapa ?" tanya mika dengan duduk di depan reza


" Ini mas reza kakak gue " ucap gilang membuat mika tersenyum


" Masih jomblo kan ?" pertanyaan mika membuat ketiganya kaget


" Jangan yang ini ya, bisa bisa lu di usir dari indonesia ngebet yang ini, ini punya orang" sahut evan


membuat mika melihat reza


" udah kerja ya dewasa banget gue suka " sahutnya dengan senyum


" Saya pacar nya naomi" ucapan reza membuat mereka melongo kaget


" naomi? sejak kapan naomi punya pacar ? kok ngak bilang bilang " tanya mika dengan kepo


" Emang loe udah di terima naomi mas ?" tanya evan lagi


" kok naomi ngak ngasi tau kita " sahut gilang menimpali


Reza melihat ketiganya lalu berdehem


" Mika loe panggil temen temen loe bilangin kita nunggu" ucap gilang memecahkan keheningan


" Ah iya iya tunggu dulu " sahut mika lekas pergi namun sesekali melihat reza


" Kalian udah sampek " sapa naomi dengan mendekati mereka


" Pak reza ikut ?" tanya naomi dengan melihat reza


" Ikut, saya ngak percaya nitipin kamu sama mereka "


Naomi mengkerut kan jidatnya


" La kan selama ini naomi bareng mereka pak " sahut naomi


" Itu dulu sekarang ngak harus dalam pengawasan saya " sahutnya lagi


" Dulu aja gengsian sekarang bucin ya pak " goda desi yang datang membawa senter


" Ya bisa di bilang begitu selamat ya desi nilai kamu akan saya tambah karna kamu menebak dengan benar" sahut reza yang membuat mereka cenggong


" Sejak kapan mas loe pedean gini?" tanya evan yang di sambut gelengan kepala oleh gilang


" pantes tadi bilang nya ada perlu " sahut gilang dengan melihat sekitar


Naomi mendengus kesal melihat reza


" Semua udah siap ?" tanya evan ketika melihat mika dan kedua temannya datang


" siap " sahut mereka


" tapi kita ngak mungkin pakai 1 mobil " ucap evan yang melihat mereka semua


pasalnya di dalam mobil gilang tak hanya berisi orang tapi juga berisi alat untuk merekam serta membuat vidio


" Yaudah gue bawa mobil aja kalau gitu " sahut naomi


setelah berpamitan pada bik mira mereka keluar rumah sempat ada perdebatan di kala naomi ingin menyetir sendiri mobilnya sedangkan reza kekeh ingin menyetirkan mobil naomi


Alhasil naomi mengalah ia membiarkan reza menyetirkan mobil nya


Sedangkan mobil gilang ada evan desi dan alexa sisah nya ikut mobil naomi


" kita ke sini " tanya mika setelah mobil mereka memasuki parkiran yang terbengkalai


merek tiba di tempat penyelusuran sekitar pukul 6 sore membuat suasana menjadi tidak enak


" Iya kalian mau ikut ke dalam atau di mobil ?" tanya naomi dengan melepas sabuk pengaman nya


" Loe ikut turun juga ?"


Naomi mengangguk


" Kita turun juga deh " sahut mika lekas turun


" Gilang kalian serius ini tempat nya " tanya alexa yang berpegangan dengan desi


" Iya, kan kalian sering nonton chenel kita " sahut gilang dengan mulai menyiapkan alat alatnya


" Di chenel kok kayak ngak seram ya " ucap mika dengan mendekati alexa dan desi


" ya beda la di sini kan nyata kalau di chenel kalian cuma liat sebagian doang " sahut gilang yang masih menyiapkan alat


" kalian yakin mau buat video di sini ?" tanya naomi dengan meringis ngeri


mendengar suara naomi mereka melihat ke arah naomi


" banyak arwah sumpah " sahut naomi dengan takut