Naomi

Naomi
Eps 49



Mika cleo desi dan alexa berjajar dari bawah sampai ke atas mereka sengaja sembunyi di balik pembatas ruangan keluarga dan dapur agar melihat interaksi antara reza dan orang tua naomi yang sedang makan malam


Namun ke empatnya saling pandang karna mereka hanya makan biasa tampa adanya percakapan padahal mereka sengajah tidak ikut makan agar tak mengganggu percakapan mereka


Sedangkan selama makan mereka larut dalam pikiran masing masing apalagi naomi yang sesekali mencuri pandang pada reza dan ardan


Ia binggung untuk apa reza di ajak makan jika tak ada obrolan seruis yang akan di ucapkan apa mereka akan bicara setelah makan ? atau bagaimana ia tak tau namun naomi tak ingin bertanya apalagi melihat jenny yang cuek pada reza


Setelah selesai makan jenny langsung membantu bik mira membersihkan meja sedangkan reza langsung ke ruangan bersama ardan


Naomi yang binggung ia harus ngapain akhirnya ia memutuskan untuk duduk di ruang keluarga


" jadi ngapain bokap loe ngajak pak dosen ke sini" tanya mika yang datang dengan pelan pelan


Begitu juga dengan yang lain mereka berjalan dengan pelan mendekati naomi seakan suara kaki mereka menganggu konsentrasi orang lain


" apa pak dosen mau lamar loe ?" tanya cleo yang malah dapat sikutan dari mika


" ngaco loe " timpal desi


" ya kan siapa tau "


Naomi mengeleng tanda ia juga tak tau apa alasan pak reza datang ke rumahnya apalagi sampai di ajak ardan untuk makan malam


" nyoya mana ?" tanya desi yang tak melihat jenny mengikuti ardan


Naomi melihat ke dapur yang memang sudah tak ada orang lagi naomi melihat ke tempat lain namun jenny juga tak terlihat


" naomi sebaiknya kamu tidur besok jam 7.30 kita akan langsung ke rumah sakit " suara jenny tiba tiba terdengar dari belakang membuat mereka kaget


.


.


.


" jadi kamu serius dengan naomi ?" reza mengangguk mantap


Ia tak ingin lagi ke hilangan naomi dulu ia memang bodoh memperlakukan naomi seharunya ia sadar gadis seusia naomi itu butuh perhatian berbeda dengan gadis yang usianya sudah matang


Reza meremas kedua tanggannya ia berharap ardan dan jenny berpihak pada dirinya jika begitu tinggal kembali menaklukkan hati naomi lagi tapi jika tidak ia tak bisa berbuat apa apa lagi


" kamu tau jika kamu perna melakukan kesalahan ?" tanya ardan


Reza mengangguk " saya tau jika sikap saya selama ini sanggat melukai hati naomi jika bapak memberikan saya kesempatan saya akan menjaga naomi dengan baik "


" jika tidak bagai mana ?"


Seketika reza tersentak tenggorokannya terasa keluh hanya untuk mengeluarkan sepata kata


Sejujurnya ia lebih takut menghadapi ardan dari pada dekan di kampus nya rasanya ia tak rela jika ardan tak memberinya kesempatan apalagi jika kali ini ia benar benar mencintai naomi


" reza "


Mendengar namanya di panggil reza langsung mendongak


" jika itu sudah keputusan pak ardan dan istri saya bisa apa ? saya memang mencintai naomi tapi saya juga harus menghormati keputusan orang tuanya " sahut reza


" kamu tidak ingin brusaha ?" tanya ardan


Reza menarik napasnya pelan lantas membuangnya ia tersenyum menghadap ardan " orang tua pasti tau yang terbaik untuk anaknya saya tidak ingin egois mempertahankan sesuatu yang bahkan belum perna di mulai "


Ardan mengangguk " apa kamu belajar dari kisah kedua orang tuamu ?"


Reza tersentak apa ardan tau kehidupan nya ? apa ardan juga tau asal usul dirinya dan orang tuannya ?


Semua pertanyaan membuat reza bertanya tanya apa ini juga yang di maksud dava ia harus hati hati karna dava tau ardan bukan orang sembarangan


" kenapa ? " tanya ardan yang tak mendapat jawaban dari reza


" saya hanya tidak ingin hidup dari bayang bayang orang tua saya hanya itu jika semua sikap saya anda sangkut pautkan dengan mereka maaf anda salah saya dan mereka sudah berjalan sendiri sendiri "


Jawaban reza membuat ardan menyunggingkan bibirnya " seharusnya kamu berterima kasih pada mereka yang telah melahirkan kamu bukan malah lepas tanggan "


" kamu kalah sebelum berperang "


Ucap ardan mampu menghentikan langkah reza yang akan membuka pintu


Reza mengepalkan tangganya hal itu tak luput dari pandangan ardan


Reza membalikan badannya " jika itu yang anda pikirkan tentang saya silahkan permisi "


Reza lekas pergi meninggalkan ardan dengan senyumannya


.


.


" pak dosen langsung balik ?" tanya alexa yang mengintip dari jendela kamar


Mendengar itu cleo dan mika langsung ikut melihat ke jendela


" menurut loe apa pak dosen di kasih kesempatan ?" tanya cleo


Alexa melihat cleo " gue rasa ngak sebagai orang terdekat naomi jujur aja gue ngak rela atau lebih ke takut naomi akan di sakitin lagi "


" tapi kalau pak reza bener bener berubah gimana kan kasian cintanya bertepuk sebelah tanggan " jawaban alexa langsung mendapat toyoran dari mika


" gue malah berusaha supaya naomi ngak nerima pak dosen lagi dia pikir hati cewek itu kayak apa dia narik ulur dekat menjauh kayak sama peliharaan aja, semoga aja pak ardan ngak ngerestuin "


" loe ngak ngedukung cinta mereka ?" jawab alexa


" cleo alexa kita ngak tau naomi sama pak dosen beneran cinta apa engak naomi dengan keadaan nya pak dosen juga gitu jadi mending doa'in yang terbaik aja untuk mereka " rerai mika membuat keduanya mengangguk


Mika melihat mobil reza yang melesat pergi sejujurnya ia tau jika reza benar benar mencintai naomi tapi reza tidak bisa mengutarakan perasaannya semua sikapnya pada naomi terkesan mengekang naomi


Ingin ia mengajari hal apa saja yang harua reza lakukan agar naomi percaya tapi ia sadar disini posisinya sahabat naomi ia tak ingin membuat mereka salah paham atas sikapnya


" woy kenapa benggong ?"


Mika hanya mengeleng dengan tersenyum


Cleo melihat sekitar " gue rasa loe juga tau prasaan sebenarnya pak dosen itu gimana ?"


Mika mengembuskan napasnya " gue cuma ngak mau ada keributan , eh alexa mana ?" tanya mika yang baru sadar jika alexa tidak di kamar


" keluar ambil minum "+


.


.


.


" Terima kasih dokter kalau begitu kami permisi dulu " sahut jenny dengan mengajak naomi keluar ruangan


" ngak sakit lagi kan ?"


Naomi mengeleng menandakan kakinya baik baik saja


" bagusla artinya besok kita akan langsung pergi " ucap jenny


naomi terdiam seketika ia merasakan detak jantungnya berdetak dengan cepat serta sesak membuatnya tampa sadar mencengkram dada nya, seketika naomi kesulitan bernapas


" naomi naomi kamu kenapa ?"


Jenny panik melihat keadaan naomi yang tak kunjung menjawab hanya deru napas yang terasa cepat


" naomi " teriakan jenny yang melihat tubuh naomi yang ambruk


Hal itu pula seketika membuat gaduh di rumah sakit suster dan dokter membantu naomi untuk segerah di periksa


Selagi menunggu dokter menangani naomi jenny langsung menghubungi ardan memintanya untuk segera ke rumah sakit