Naomi

Naomi
eps 15



selesai dari sekolah naomi langsung pergi ke kampus trisakti tak lupa ia mengabari pak reza dan dava keduanya harus ikut ia tak ingin sendirian seperti waktu itu


" udah lama ?" tanya reza yang mendekati naomi


naomi mengeleng " baru juga, pak dava mana ?"


Reza hanya mendekat tampa minat menjawab ucapan naomi


" gimana keadaan kamu sudah lebih baik ?" tanya reza dengan melihat naomi


naomi mengangguk


" syukurlah, tunggu dava di situ aja " tunjuk reza di bangku yang berada di dekat pintu masuk


hampir 10 menit keduanya menunggu hingga dava datang dengan motornya


" sorry telat soalnya ada razia di depan" sahut dava dengan turun dari motor


naomi dan reza hanya melihat lalu masuk ke dalam yang di ikuti dava dari belakang


naomi melihat sekita kampung yang sepi bahkan arwah pun tak ada


" semenjak kejadian kiki kampus libur 2 minggu " sahut reza menjelaskan


" apa dilakukan pengusiran juga ?" tanya naomi


" pengusiran apa ?" tanya dava


" arwah, soalnya disini ngak ada biasanya pada jaga semua apalagi di tangga ini " sahut naomi lagi dengan menunjuk tangga yang akan mereka naiki


dava melihat naomi dengan kesal lalu mendekati reza " ini yang gue ngak suka dekat naomi, hantu mulu ceritanya" keluh dava pada reza


Reza tak ambil pusing ia juga langsung mengikuti naomi yang naik ke lantai dua


" kejadiannya di ruangan mana ?" tanya naomi


Reza segera maju mendahului naomi dan dava


" ini " sahut reza ketika ketiganya di depan garis polisi


" boleh di buka ?" tanya naomi


Reza mengeleng " nanti sidik jarinya nempel "


" bener, nanti dikira loe ngapain lagi ke sini " sahut dava


" tapi loe bener ngak liat arwah atau apa di kampus ini ?" tanya dava memastikan lagi


naomi mengangguk membenarkan membuat dava lega


" kiki ngak disini ?" tanya reza


naomi melihat reza


" ngak bukan gitu maksudnya kan kata orang sebelum 40 hari biasanya arwah ada di sekitar kita " jelas reza


naomi melihat sekitar yang memang benar benar kosong " ngak ada bahkan andriana atau siapa pun ngak ada " sahut naomi


setelah berkeliling kampung tak menemukan hal aneh ketiganya langsung pulang


.


.


.


.


"mas dari mana ?" tanya gilang ketika melihat Reza duduk di kursi tamu


" kampus"


" ngapain ke sana bukannya kampus libur ?" tanya gilang lagi


" kita cuma mau nyari bukti tentang kiki itu aja " sahut reza


" apa sama naomi ? mas ngak kasihan dia kayaknya sakit loe "


" sakit gimana ?" tanya reza memastikan


karna yang ia tau naomi tadi baik baik saja


" iya tadi kan sidik jari buat ijazah dia tu kayak sesusahan napas gitu terus tangganya sakit kalo napak lama lama tadi aja buk riski yang bantuin " jelas gilang


mendengar itu reza lekas keluar rumah


" mas mas reza, mau kemana ?" teriak gilang binggung


Reza tak perduli ia langsung masuk mobil menjalankan mobilnya


" mas reza kenapa ?" tanya evan yang merasa reza aneh


" ngak tau main pergi aja " sahut gilang dengan masuk ke rumah


Gilang melihat evan dengan kesal " ngak tadi malam udah live lusa aja " sahut gilang


" malam ini aja mumpung malam jum'at " tawar evan lagi


" ngak besok gue musti ke kampus ambil formulir pendaftaran loe ngak pergi apa ?"


seketika evan menghembuskan napas " kita ngak usa kuliah deh ribet "


gilang langsung menoyor kepala evan" loe aja gue kagak " sahut gilang dengan beranjak pergi


.


.


.


setibanya reza di kediaman naomi seketika ia tersadar kenapa ia harus ke sini ?


kenapa ia harus perhatikan pada naomi?


padahal naomi bukan siapa siapanya ?


Reza tersenyum kecil lalu kembali menjalankan mobilnya pergi dari sana


sedangkan di kediaman naomi, ia sedang berdebat dengan dirinya sendiri


" kepala gue pusing gue harus ngapain ?" tanya nya dengan melihat sekitar


" jangan perna ikut campur dalam urusan andriana " sahut indriana yang tiba tiba muncul


" sebenci itu ya loe sama sodara loe sendiri ?" tanya naomi


indriana melihat naomi" jika bukan karena dia gue udah bahagia sama andres dan anak ini akan tumbuh dalam keluarga yang baik " sahutnya dengan penuh dendam


" gue rasa loe yang salah jika memang andres lelaki baik dia ngak akan melakukan semua ini "


" dia lelaki baik semuanya salah andriana " sahut indriana


" dan sekarang loe mau balas dendam ? kalian udah mati apa yang mau loe balas ?" tanya naomi


" Reza, jika andres menjadi gila kenapa reza tidak merasakan nya juga agar andriana tau rasa sakit yang gue rasain " sahutnya dengan emosi


naomi mengeleng" loe arwah dan pak reza manusia apa loe bisa ?, indriana gue mohon sama loe sudahi dendam loe agar loe sama anak loe tenang "


" ngak ngak semudah itu " sahutnya lagi


" coba loe mikir apa untungnya jika pak reza gila ? sampai detik ini apa loe ngak sadar bahwa andriana udah ngak bisa bersama pak reza lagi "


" tapi gue mau dia ngerasain apa yang gue rasain "


" apa loe akan tenang ? " naomi menghela napasnya


" apa loe perna ketemu dengan pak reza ? loe sendiri tau rasanya gimana ketika loe merasakan semuanya kehilangan orang tua ? kalian sama sama kehilangan dan pacar ? kalian juga sudah meninggal apa loe ngak mikir jika andres juga akan mencintai wanita lain " nasehat naomi seketika membuat indriana diam


" gue cuma pengen loe tenang ikhlas sama apa yang terjadi plis dia sodara loe " sahut naomi


Tampa menjawab indriana langsung menghilang


" capek capek gue ngomong malah di tinggal " kesal naomi


.


.


.


.


.


.


" sudah di lakukan ?" tanya seorang lelaki dengan melihat seorang wanita yang terbaring di atas ranjang


" sudah " sahutnya pelan


lelaki itu tersenyum " bagus " sahutnya dengan memberikan uang pada lelaki itu


" tapi apa polisi tidak akan curiga ? apalagi gadis bernama naomi itu saya dengar arwah andriana terus bersamanya bisa saja dia sudah tau atas kematian buk kiki dan yang lainnya dia pasti mengincar kita "


" apa dia memiliki bukti ? jika tidak biarkan saja, dengan dia terus mencari tau kematian mereka secara tidak langsung mereka akan terus mendekat tampa perlu di arahkan " sahutnya lagi


" apa tidak bahaya ? bukannya pak rudi sudah memiliki 7 arwah wanita apa masih kurang ?" tanyanya


lelaki yang di panggil pak rudi itu berbalik " semangkin banyak arwah gadis maka kesempurnaan suci akan semangkin bagus ia akan hidup seperti kita apalagi jika perempuan yang terakhir memiliki kemampuan seperti naomi maka semuanya akan lebih mudah " sahutnya dengan senyum


" apa pak romi tidak ingin anak pak romi sembuh seperti suci ?"


pak romi mengeleng" tidak pak saya ingin anak saya sembuh saya akan lakukan apapun demi anak saya " sahut pak romi


pak rudi tersenyum " kalau begitu teruslah bantu saya "