
naomi merentangkan kedua tangannya lalu menggosok matanya pelan
" udah bangun ?" naomi kaget ketika mendengar suara seorang lelaki yang tak ia kenali
" ngapain loe disini ?" tanya naomi dengan bergegas membenarkan posisi duduknya
" yang harusnya nanya itu gue ngapain tidur disini bukannya di rumah " sahut evan dengan ikut duduk di samping naomi
naomi bergeser menjauh membenarkan rambut serta seragam sekolah nya
" ngantuk habis belajar semalam " sahut naomi
" loe udah pinter ngak perlu belajar beda ama gue " sahut evan dengan memainkan kakinya
" gue ngak mau basa basi sama loe kita punya chenel horor loe mau gabung sama kita ?" tanya nya dengan melihat naomi
Naomi menoleh ke evan " gue ?"
" iya, kan disini cuma ada kita bedua ?" tanya evan
naomi mengeleng malas
" banyak keuntungan kalo loe ikut salah satunya loe bakalan terkenal " lagi lagi naomi mengeleng
" coba aja dulu siapa tau seru " lagi lagi naomi hanya mengeleng
" udah gue bilang di ngak mau " sahut gilang yang datang dengan buku di tanggannya
evan menghela napas " ayola gabung sama kita "
naomi mengeleng "ngak deh cukup temen kalian aja yang bikin pusing kalian jangan bikin pusing lagi " sahut naomi dengan menyandarkan kepalanya di kursi memejamkan matanya yang masih terasa ngantuk
" teman ? siapa ?" tanya evan pada gilang
gilang mengeleng lalu naik ke pohon tempat biasa ia nongkrong
" naomi" panggil evan lagi
naomi tak menjawab ia masih memejamkan matanya
.
.
.
.
.
.
.
" kenapa loe ngak ke kampus lagi ?" tanya andriana membuat naomi kaget
naomi yang sedang membaringkan dirinya di kasur lekas mengubah posisinya menjadi duduk
" gue ada ujian mau belajar " sahut naomi yang memang tidak berbohong
ujian akhir sudah di laksanakan 3 hari membuat naomi harus ektra belajar ia ingin kuliah di universitas gadjah mada tempat dulu dio berkuliah
" tapi loe pinter loe bisa rengking tampa belajar " sahut andriana dengan kesal
" gue mau nanya sama loe pak reza pacar loe atau sodara loe " tanya naomi
naomi beranjak berdiri " jawab gue "
" apa loe tau tentang indriana " tanya andriana
" apa loe bisa cerita semuanya ? siapa tau gue bisa bantu jika loe cerita " sahut naomi
" jangan perna ikut campur urusan kita " sahut suara lain yang tiba tiba muncul dengan tersenyum licik
" andriana meninggal karna loe kan " sahut naomi
" Oya " sahutnya dengan mendekat
naomi mundur mengambil pisau di letakan ya di tangganya " jika loe berani gue ngak segan melukai diri gue dan loe tau jika gue mati siapa yang akan bantu kalian " ancam naomi
" indriana berhenti " sahut andriana
" ngak naomi gue ngak akan biarin loe mati" sahut andriana lekas menabrakkan badannya ke naomi
membuat naomi terdorong ke belakang menabrak lemari
brakk..... suara benturan bersamaan dengan dentingan pisau yang jatuh
" aw " sahut naomi dengan menahan pundaknya yang sakit
" jangan coba coba karna arwah andriana jaminannya " setelah berucap indriana langsung menghilang
" naomi maaf " sahutnya dengan menunduk
" percuma loe juga ngapain minta bantuan gue udah tau punya sodara gitu " kesal naomi
" naomi loe jangan nyerah ya gue belom tenang " sahutnya lalu menghilang
dengan pasrah naomi beranjak membaringkan badannya di kasur
seakan ingat pesan andriana naomi beranjak
" Des gue ke kampus dulu " sahut naomi yang berjalan keluar
" naomi tunggu kita ujian kenapa loe masih ngurusin arwah itu " sahut desi
" gue juga capek des tapi gue ngak mau di ganggu terus " sahut naomi lalu menjalankan motornya
setibanya di kampus trisakti naomi berjalan menuju belakang kampus di mana tempat ia mengejar andriana waktu itu
" ngapain neng ke sini ?" tanya seorang lelaki
" itu mas anting iya anting saya kemaren jatoh disini " sahut naomi berbohong
" mas tinggal di sini ?" tanya naomi
lelaki itu mengangguk " saya anaknya pak tono neng satpam kampus ini "
naomi mengangguk ia tau pak tono ia perna bertemu lelaki itu
" antingnya bagaimana neng biar saya bantu cariin " sahutnya dengan ikut melihat tanah dan rumput
naomi mendongak melihat ke atas gedung tak ada jendela atau apapun yang memungkinkan orang akan jatuh kecuali atap gedung
" neng ngak ada bukan jatoh di sini kali " sahutnya dengan mengaisi rumput
" oh iya kali yaudah saya permisi dulu terima kasih mas bantuannya " sahut naomi lalu pergi dari sana
" ngapain ke sini ?" sahut pak romi yang telah berdiri di samping motor naomi
" em saya nyari anting pak waktu itu jatoh di belakang " sahut naomi dengan mengambil helm nya
" saya tau tentang kematian buk andriana " sahutnya lagi
naomi melihat pak romi" bapak tau bagaimana dia meninggal ?" tanya naomi
Romi mengangguk" iya "
ingin rasanya naomi mencari tau lebih dalam tapi ada arwah yang berdiri di dekat pohon yang terus mengeleng seakan memberi isyarat jangan
" jika kamu mau tau kamu harus ikut saya " sahutnya lagi
naomi melihat arwah yang terus menerus mengeleng
" besok jam 4 saya ke sini lagi " sahut naomi dengan cepat
romi mengangguk lalu pergi
" jangan " sahutnya yang langsung berada di dekat naomi
" kenapa ?" tanya naomi binggung
arwah itu melihat naomi " berbahaya"
" jangan jangan jangan " setelah berucap arwah itu menghilang membuat naomi binggung
naomi menoleh ke kiri kanang hingga pandangan naomi tertujuh di jendela lantai dua
di sana berdisi arwah seorang wanita dengan melihat naomi karna merasa curiga naomi langsung bergegas masuk ke dalam kampus
naomi mencari arwah itu dengan melihat sekitar
" Susan " sahut naomi dengan kaget
" susan loe kemana aja gue nyariin loe " sahut naomi dengan melihat susan yang hanya diam
" jangan jangan " sahut suara yang memenuhi pendengaran naomi
" susan " panggil naomi lagi
namun arwah susan hanya diam tapi suara itu terus mencekam
" pergi pergi " sahut naomi menutup mata dan telinganya hingga membuat nya mimisan dan pingsan
" naomi" panggil dava yang bergegas memampa naomi
" naomi naomi" karna naomi tak kunjung sadar dava langsung membawa naomi ke ruangan uks
dava meletakan naomi di brangkar uks ia mengambil kapas untuk mengelap darah di hidung naomi
" ini amelia ke mana lagi di saat butuh malah ngilang " sahut dava dengan tanggan gemetar
" naomi tunggu disini ya gue panggil kiki dulu oke " sahut dava lekas meninggalkan naomi yang masih pingsan
.
.
.
naomi berdiri di depan kampus dengan tubuh yang sedikit basah karna gerimis, naomi melihat sekitar yang hanya ada pak romi berjaga di pos satpam
" pak romi" panggil seorang lelaki dengan masker dan topi membuat naomi kesulitan mengenali wajahnya
" iya pak " pak romi masuk kedalam kampus namun naomi tak bisa masuk ke kampus itu
berulang kali naomi masuk namun selalu gagal hingga akhirnya pak romi membawa seorang wanita yang ia gendong di pundaknya
pak romi dan lelaki itu membawa nya ke halaman belakang namun lagi lagi naomi tak bisa menuju ke halaman belakang
naomi masih menunggu hingga pak romi keluar dengan cangkul dan baju penuh tanah
" apa pak romi menguburkan jenazah" tanya naomi pada dirinya sendiri
beralih ke tempat lain naomi berdiri di depan kampus tapi kampus sudah di renovasi
" buk andriana kenapa ke mari buk ?" tanya pak romi ketika melihat andriana turun dari mobilnya
naomi menoleh melihat andriana yang berjalan melewati nya
" charger saya ketinggalan di kantor pak " sahut andriana lekas masuk ke dalam kampus yang langsung di ikuti romi dari belakang
naomi yang penasaran langsung mengikuti andriana dan pak romi kali ini naomi bisa masuk ke kampus
" pak romi ngapain ?" tanya andriana ketika romi menghadang jalan andriana
" buk maaf sebelumnya saya hanya_ buk....." seseorang memukul kepala andriana
"cepat bawah dia " sahut seseorang itu memerintah pak romi
dengan cepat pak romi mengendong andriana ke dalam kampus
naomi langsung mengejar andriana namun ia hanya terhenti di tanggah berulang kali naomi masuk terus gagal membuat nya prustasi
tak lama naomi melihat pak romi kembali mengendong andriana meletakkannya di dekat mading
romi tersenyum lalu mengeluarkan alat setruman listrik
" pak jangan pak " sahut naomi dengan melihat romi menyalakan alat setrum listrik lalu meletakan di tanggan andriana
" pak jangan " sahut naomi dengan terus berusaha menarik tanggan romi namun tak bisa
pak romi tersenyum lalu meletakan kembali tas itu di samping andriana
" selamat malam " sahutnya lekas pergi
" andriana andriana bangun " panggil naomi
"andriana andriana"
" naomi naomi " guncangan di badan naomi membuat nya seketika sadar dengan napas ngos ngosan naomi melihat reza